Sampang Siap Jadi Penopang Stok Pangan Nasional

Waduh Nipah Kabupaten Sampang. foto:istimewa

Waduk Nipah Mampu Aliri 1.150 Hektar Sawah Teknis

Sampang siap menjadi salah satu daerah penopang stok pangan nasional di Provinsi Jawa Timur. Kesiapan tersebut menyusul beroperasinya Waduk Nipah yang diresmikan Presiden RI, Joko Widodo,  Sabtu (19/3).

Waduk Nipah di Desa Montor, Banyuates, Sampang, sudah sejak lama digagas. Saat memulai proyek tersebut di era Pemerintahan Orde Baru bahkan sempat diwarnai penolakan sehingga pembangunan terkantung-katung dalam waktu sangat lama.

Beroperasinya Waduk Nipah ini diharapkan memiliki dampak yang baik bagi masyarakat Madura. Dampak baik tersebut sifatnya jangka panjang.  Sedikitnya 1.150 hektar lahan pertanian akan menjadi produktif setelah waduk ini berfungsi. Maka, kata Presiden, Kabupaten Sampang akan menjadi salah satu penyumbang pangan di negeri ini.

Lahan produktif 1.150 hektar yang akan teraliri irigasi itu akan ditingkatkan statusnya menjadi sawah teknis. Dengan rincian, 925 hektar merupakan sawah baru sebagai pengembangan sawah tadah hujan, sisanya merupakan daerah irigasi (DI).

Data yang dirilis menyebutkan, di Desa Montor luas lahan mencapai 225 hektar. Merupakan sawah existing yang akan mampu meningkatkan hasil produksi padi hingga 7 ton per hektar.

Secara administrasi, jaringan irigasi Nipah berada di delapan desa, tujuh desa di Kecamatan Banyuates dan satu desa di Kecamatan Ketapang. Meliputi jaringan Nipah kiri sebanyak empat desa yakni Desa Tebanah, Montor, Batioh, dan Masaran Kecamatan Banyuates.

Jaringan Nipah kanan sebanyak empat desa yakni Desa Tebanah, Glagah, dan Nepah Kecamatan Banyuates serta Desa Banyusokah Kecamatan Ketapang. Sementara untuk bangunan utama waduk berada di Desa Montor.

Waduk Nipah menggunakan sistem jaringan irigasi, yakni memanfaatkan aliran air dari bendungan Montor dan bendungan Tebanah yang bersumber dari Bendungan Nipah di Kali Nipah.

Jaringan ini membentuk saluran primer dan beberapa saluran sekunder yang mengairi petak tersier 1.150 hektar, yakni saluran sekunder Nipah kanan 412 hektar, saluran sekunder Nipah kiri 593 hektar, saluran Montor kanan 69 hektar serta saluran Montor kiri seluas 75 hektar.

Ke depan, selain bertujuan mengairi sawah seluas 1.150 hektar, waduk juga akan menjadi pusat konservasi sumber daya air serta sebagai daerah wisata dan perikanan ikan tebar.

Presiden mengatakan, Waduk pertama dan terbesar di Pulau Madura itu pembangunannya dimulai tahun 1973 dengan meminta restu kepada sejumlah ulama dan tokoh masyarakat.

“Terima kasih saya sampaikan kepada para kiai dan ulama atas motivasinya, sehingga proyek ini sudah bisa dioperasikan sejak hari ini. Mudah-mudahan waduk ini menambah kebaikan dan kesejahteraan bagi masyarakat Sampang,” kata Jokowi. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim