Pakde Karwo: Kredit Linkage Program, Solusi Pembiayaan UMKM Jatim

Pakde Karwo Mendampingi Menteri Koperasi dan UKM RI AAGN Puspayoga Menyerahkan Realisasi Nasabah KUR MIKRO BRI 2016 Kepada Pelaku UMKM

Pemprov Jatim bekerjasama dengan Bank Jatim, memberikan bantuan pendanaan melalui beberapa Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) serta koperasi. Kredit ini berupa loan agreement, yang dananya berasal dari pinjaman anggaran Pemprov Jatim serta beberapa sumber lain seperti Dana Silpa dan Non Silpa.

Hal ini dilakukan Pemprov Jatim untuk membantu para pelaku UMKM dan koperasi agar dapat berkembang. Skema kredit linkage program ini tentunya dengan bunga murah, cara mudah, dan layanan yang cepat. “Bila skema ini dilakukan dengan baik maka bisa menekan angka disparitas”, ujar Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo saat menghadiri acara Percepatan Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2016 dan Pengembangan Kewirausahaan bersama Menteri Koperasi dan UKM RI, di Hotel Pullman Surabaya, Senin, (25/01).

Menurut Pakde Karwo, potensi UMKM di Jatim sangat tinggi dalam penyerapan tenaga kerja dan kontribusinya terhadap PDRB Jatim. Karena itu, potensi ini perlu dioptimalkan melalui kredit linkage program, juga dengan menyinergikan BUMD di bidang keuangan, penyaluran KUR, Kredit Dana Bergulir, dan Penumbuhan Lembaga Keuangan Mikro.

Saat ini, kontribusi UMKM Jatim terhadap PDRB Jatim sebesar 54,98%. Hal ini bukannya tanpa masalah. Masalahnya, sebanyak 36,57% penduduk Jatim yang berkecimpung di sektor pertanian hanya menghasilkan 14,72% hasil pertanian. Hal ini menjadi tantangan dunia perbankan dalam mempercepat KUR di bidang pertanian.

Dalam menghadapi MEA, ia minta masyarakat untuk tidak takut dan risau, karena berdasarkan data, pada periode Januari-Oktober 2015 perdagangan Jatim tidak kalah dengan negara-negara di ASEAN. Perdagangan Jatim mengalami surplus hampir dengan semua negara di ASEAN kecuali dengan Singapore dan Laos. “Dengan Malaysia kita surplus 112,58 juta USD dan dengan Filipina kita surplus 66,22 juta USD”, ujarnya.

Soal kinerja perbankan Jatim, berdasarkan data Bank Indonesia, 14,21% merupakan kredit UMKM. Selain itu, dilihat dari performance kredit di Jatim, sebanyak 58,95% digunakan untuk konsumsi dan 28,04% untuk sektor industri pengolahan. Pakde Karwo menambahkan, berdasarkan sumber dari Kementerian Perekonomian, penyaluran KUR tertinggi adalah di Jatim.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menyampaikan bahwa Jatim merupakan provinsi dengan UMKM terbaik. “Ini merupakan kunjungan pertama saya di 2016 dan saya memilih Jatim sebagai wilayah pertama yang saya kunjungi” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin. Menurutnya, saat ini Kementerian Koperasi dan UKM RI sedang melakukan reformasi total pada koperasi, yakni dengan rehabilitasi dan re-orientasi. Melalui koperasi, diharapkan tak hanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat, tetapi juga mampu mengurangi disparitas.

Pada kesempatan ini, Menteri Koperasi dan UKM didampingi Gubernur Jatim berkesempatan menyerahkan secara simbolis izin usaha mikro kecil dan penerima KUR dari perwakilan pelaku UMKM dan koperasi dari beberapa wilayah di Jatim.

(Sumber: http://birohumas.jatimprov.go.id)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim