Kamis, 30 Maret 2017

Pasar Rakyat Panggung Tepat Bagi UMKM

Sejadul apapun pedagang topeng bocah dan perahu minyak kelapa selalu menyedot perhatian pengunjung pasar rakyat dimana saja. foto:widikamidi

Di Jawa Timur, ada sekian banyak digelar pasar rakyat. Digelar di berbagai macam tempat, misalnya; di jalanan, di halaman kantor-kantor pemerintahan, di ruang-ruang pertemuan yang memungkinkan, di lapangan, di alun-alun, hingga yang sudah disulap dan didiversifikasi dengan fasilitas yang agak wah. Tersebutlah, ada yang digelar di hall-hall dalam mall, bahkan ada juga yang berada di hotel-hotel bagus nan berkelas.

Belum pernah ada rumusnya yang namanya pasar rakyat tidak ada pengunjungnya. Kalau sepi pengunjung iya, tapi itu pun karena beberapa alasan dan sebab. Mungkin saat itu karena hujan, woro-woro atau publikasi tidak tergarap dengan baik, lokasi pasar rakyat tak terjangkau moda transportasi, tidak inovatif dan imajinatif, sedang tanggal tua sehingga banyak keluarga yang berhemat, terakhir… banyak copet yang berkeliaran.

Lantaran tak ada rumusnya itu maka pasar rakyat, dimana pun, selalu ramai oleh pengunjung. Memang tidak identik harus berbelanja, namun membawa pulang barang-barang yang ada di pasar rakyat tentu jauh lebih baik. Minimal, kalau tidak bisa membawa pulang saat itu, calon pembeli sudah mengetahui siapa pedagangnya, dimana workshopnya, siapa perajinnya, harga asli atau katrolan, dan lain sebagainya.

Pada Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, serangkain pasar rakyat diagendakan dan digelar di beberapa kota dan kabupaten. Agenda ini selalu ada sebab pasar rakyat adalah salah satu magnet acara yang selalu ditunggu masyarakat luas. Senada dengan itu, sebelum rangkaian Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur pernah menggelar pasar rakyat berturut-turut di berbagai kota dan kabupaten.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Saifullah Yusuf, yang populer dengan panggilan akrabnya Gus Ipul, dalam kesempatan membuka Pasar Rakyat di Alun-Alun Kota Madiun, menegaskan,  pasar rakyat sesungguhnya adalah panggung yang tepat bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam mengenalkan produknya. Pasar rakyat adalah wahana memasarkan sekaligus mempromosikan usahanya. Perajin, pelaku UMKM, bisa langsung tatap muka dengan calon pembeli dan bahkan pembelinya.

Kreasi topeng mainan bocah. foto:widikamidi

Prosesi ini sangat penting, kata Gus Ipul. Sebab tanpa pertemuan face to face itu  UMKM akan sulit mengantongi omset. Sementara, pembeli juga tidak akan memperoleh harga terbaik dari produsennya secara langsung. “Memangkas proses panjang distribusi itu penting. Sebab, tanpa itu, pelaku UMKM akan kesulitan menarik kembali modalnya, sedang pembeli juga akan selalu memperoleh harga yang tinggi. Akan sulit lagi kalau masin-masing, pembeli dan produsen, sama-sama bermodal cekak,” katanya.

Saat ini Jawa Timur dikenal sebagai provinsi yang terus maju dan pertumbuhan ekonomi tinggi. Itu antara lain disebabkan oleh peran serta dan kontribusi UMKM yang besar. Bahkan bisa dikata UMKM merupakan penyelamat ekonomi Jawa Timur pada saat krisis. Karena itulah UMKM harus secara terus menerus diperhatikan oleh pemerintah. Memberikan panggung yang layak bagi UMKM. Kenapa? Tentunya agar UMKM terus tumbuh dan memberi manfaat positif bagi ekonomi di Jawa Timur.

Menurut dia, kehebatan UMKM sudah teruji. Simak saja, pada saat krisis melanda beberapa tahun silam. Banyak pengusaha industri skala besar dan perusahaan kesulitan dalam menyelamatkan diri dari terpaan krisis. Namun, UMKM, tidak ada yang besar, cebderung kecil-kecil, yang jumlahnya mencapai ribuan justru sangat kuat dan tangguh dalam menghadapi terpaan krisis. Mereka sehat-sehat saja dan tidak ada yang sampai gulung tikar.

UMKM merupakan penopang utama PDRB Jawa Timur sekaligus terbukti mampu menjadi penyerap tenaga kerja dan sumber nafkah bagi masyarakat. Dengan kekuatan sebanyak 6,8 juta UMKM yang terkategori dari 95,71 persen usaha mikro dan 3,84 persen usaha kecil dan 0,45 persen menengah, UMKM mampu memberikan kontribusi terbaik bagi PDRB Jawa Timur sebesar 54,98 persen atau senilai dengan Rp 1.100 trilliun.

Dari jumlah tersebut, keberadaan UMKM mampu menyerap tenaga kerja sebesar 11,12 juta orang. Untuk itu, pelaku UMKM juga harus siap menjadi ujung tombak dalam persaingan di era kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) hingga di era Pasar bebas.

Tak perlu risih kalau ada yang menyebut Provinsi Jawa Timur adalah Provinsi UMKM. Sebab penyelamat Jawa Timur ya UMKM itu. Mereka adalah orang-orang hebat yang bisa menyelamatkan ekonomi di saat-saat krisis. Kalau krisis saja lewat apalagi hanya MEA. Tentu bisa lebih dari sekadar lewat. Kecil-kecil mulai dari bakul kuliner, industri akik, kerajinan tangan,  batik, dan seterusnya tak apa-apa, asal UMKM harus mau dan mampu meningkatkan daya saingnya. Mulai dari kualitas produk, packaging, hingga teknis distribusi dan pemasarannya. widikamidi

** Disarikan dan dituliskan secara bebas dari sambutan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. Saifullah Yusuf, saat membuka Pasar Rakyat di  Alun-Alun Kota Madiun.

Komentar Pembaca

  1. Mohon petunjuk dan bantuan dari bp gubernur untuk renovasi pasar desa kami. Perlu bp ketahui bahwa pasar desa ki adalah satu satuny pasar desa yg ada di kecamatan singosari kab.malang

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim