Ambisi Indonesia Jadi Penyuplai Kopi Peringkat Dunia

Ilustrasi: krispinusharuman.wordpress.com

Indonesia berambisi menggeser Brasil sebagai penyuplai kopi peringkat wahid dunia.

Saat ini, Indonesia berada di posisi kelima. Posisi pertama penyuplai kopi dunia ditempati Brasil, kedua diisi Vietnam, ketiga Kolombia, dan keempat Jerman.

Di arena World Expo Milano (WEM) 2015, Indonesia menggelar Indonesia Coffee Week pada medio akhir September hingga awal Oktober 2015 lalu di Milan, Italia.

Bersama Gabungan Asosiasi Eksportir Kopi (GAEKI), Ditjen PEN memperkenalkan eksotisme dan rasa magis kopi Indonesia di arena WEM 2015 melalui kegiatan cupping & networking, display khusus, serta pembagian kopi gratis selama seminggu.

Kopi yang disajikan berasal dari seluruh sentra penghasil kopi di Indonesia yaitu Sumatera, Jawa, Bali dan Flores, Sulawesi, serta Papua.

“Indonesia harus bisa menjadi penyuplai kopi peringkat pertama dunia,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional  Nus Nuzulia Ishak. Sebab itu, serangkaian kegiatan dilakukan Direktorat Jenderal (Ditjen) PEN untuk mengejar ambisi tersebut.

Ekspansi ke kalangan pelaku usaha dikerahkan lewat workshop dan business matching. Perwakilan dagang (Atase Perdagangan dan ITPC) di Italia telah mengundang para stakeholder kopi Italia, baik para importir, roasters, barristas, cafe owners, hingga penikmat kopi. Mereka dapat lebih mengenal dan langsung menjalin kerja sama bisnis dengan eksportir kopi Indonesia.

“Puncaknya, untuk memperingati hari kopi internasional pertama, akan diadakan pembagian kopi Luwak sekaligus penggalangan dana. Dana yang dikumpulkan dari pengunjung dunia tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada para petani kopi di Indonesia,” kata Nus.

Menurut Nus, Italia merupakan konsumen utama kopi terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Jerman. Di Uni Eropa sendiri, Italia adalah konsumen terbesar kedua di bawah Jerman, dengan konsumsi sebanyak 546,78 ribu ton pada 2014.

Potensi yang besar ini, menurut Nus, perlu dibarengi upaya keras menggenjot posisi Indonesia sebagai penyuplai kopi ke-5 dunia dari 348,83 ribu ton tahun lalu, agar dapat menggeser empat besar penyuplai kopi dunia.

“Budaya minum kopi begitu erat di Italia. Kita kenalkan racikan kopi terbaik nusantara. Kemudian pasar kopi yang begitu tinggi ini hendak kita rebut dan alihkan dari biji kopi menjadi kopi olahan,” kata Nus.

Ekspor kopi Indonesia ke Italia selama lima tahun terakhir mengalami tren positif sebesar 10,14%. Tahun lalu, Indonesia mengekspor kopi sejumlah 29,75 ribu ton dengan nilai USD 69,64 juta. Nilai ekspor selama periode Januari-Juni 2015 meningkat tajam sebesar 65,86% dari USD 26,66 juta menjadi USD 44,21 juta dibandingkan periode yang sama setahun lalu.

Total perdagangan Indonesia-Italia selama lima tahun terakhir mengalami pertumbuhan positif sebesar 2,67% dengan nilai USD 4 miliar. Hingga Juni 2015, Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar USD 341,75 juta dengan nilai ekspor USD 1,038 miliar. Ekspor ke Italia didominasi minyak kelapa sawit mentah dan yang telah disuling, diikuti produk batu bara, kopi, serta tekstil dan produk tekstil.

2 Komentar Pembaca

  1. terimakasih atas informasinya gan.. ditunggi artikel yang lain

  2. Bukankah kopi asal negara kita adalah kopi favorit di seluruh dunia, seharusnya bisa lebih baik lagi dari sebelumnya kalau pengelolaanya lebih baik juga.

    Saya optimis Indonesia bisa menjadi penyuplai kopi terbaik untuk dunia.

    http://www.grosirkaosdistro.info/2017/03/usaha-kaos-distro-dengan-skema-jualan.html

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim