Kopi Jawa Timur Salah Satu Terbaik di Amerika

Kopi Jawa Timur cukup naik daun di pasaran Amerika. foto:statik.tempo.co

Persentasi kopi Indonesia masuk Amerika terus meningkat dari tahun ke tahun. Kini sekitar 22,80 persen kopi  Indonesia menguasai pangsa pasar kopi di Amerika. Disusul Kolombia 19,79 persen, Vietnam 8,48, persen, Kanada 6,56 persen, dan Guatemala 6,13 persen.

Pemerintah kini sedang berupaya meningkatkan ekspor kopi Indonesia dengan mengikuti pameran-pameran kopi di tingkat dunia. Tujuanya agar kopi Indonesia bisa lebih luas lagi makin mendunia.

April lalu, persisnya 9-12 April 2015, Indonesia baru saja mengikuti pameran Speciality Coffee Association of America (SCAA) yang berlangsung di Seattle, Washington State, Amerika Serikat.

Indonesia menghadirkan 39 jenis kopi spesial. Masing-masing berasal dari Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, Sulawesi, Flores, Sumatera, serta Papua ke SCAA.

Dari 39 jenis kopi tersebut, dipilih sembilan jenis kopi spesial terbaik yang  disajikan setiap hari ke pengunjung, yaitu Flores Arabica Manggarai, West Java Arabica Preanger Malabar Mountain, Sulawesi Arabica Toraja Toarco-PB, Sumatera Arabica Wahana Natural, Flores Arabica Blue Flores, Bali Arabica Kintamani Natural, Sumatera Arabica Lintong Boemi Coffee, Sumatera Arabica Solok Minang, dan Sumatera Arabica Gayo Retro.

Sambutan penikmat kopi di Seattle luar biasa untuk stand Indonesia yang berukuran 81 meter. Dimana booth Indonesia didekorasi Batik Jawa dan Sumatera Utara.

Selama pameran berlangsung, dilakukan coffee cupping untuk menilai kualitas dan cita rasa kopi spesial Indonesia. Pemerintah mengajak para roaster, importir, atau buyers lainnya yang hadir di SCAA tahun ini untuk berpartisipasi dalam kegiatan coffee cupping ini.

Kegiatan tersebut dilangsungkan di Remarkable Indonesia Pavillion yang terdiri atas sembilan booth berbentuk island. Di puzzle pameran Indonesia menampilkan Indonesian Home of  fine  coffee.

SCAA merupakan asosiasi speciality coffee terbesar di AS dan bahkan di dunia dengan hampir 3.000 anggota perusahaan. SCAA didirikan pertama kali pada 1982 oleh sekelompok ahli kopi yang mencari wadah yang sama untuk mendiskusikan permasalahan dan penetapan standar kualitas perdagangan komoditas specialty coffee.

Para anggota SCAA pantas dianggap sebagai pendorong pertumbuhan industri specialty coffee pada 25 tahun belakangan ini. Setiap tahunnya, SCAA mengadakan pameran yang dilakukan secara bergilir di East Coast dan West Coast.

Specialty Coffee pertama kali dipakai tahun 1974 oleh Erna Knutsen di Tea & Coffee Trade Journal. Knutsen memakai istilah tersebut untuk menyebut biji dengan rasa terbaik yang dihasilkan di daerah beriklim mikro istimewa. widi/berbagai sumber

2 Komentar Pembaca

  1. Saya bangga akan hasil bumi pertiwi yang semakin mendunia. Maju terus komoditas unggulan Indonesia.

  2. Potensi Papua Barat , khususnya Kabupaten Pegunungan Arfak sangat kaya hasil bumi , namun terbatasnya sumber daya manusia yang belum maksimal untuk dapat mengolah daerahnya sendiri dengan baik…….

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim