Jatim Siap Penuhi Tambahan Dua Juta Ton

Gubernur Jatim Soekarwo saat mendampingi kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo berdialog dengan petani usai menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi (Foto: Humas Setda Provinsi Jatim)

Gubernur Jawa Timur yang lekat disapa Pakde Karwo siap memenuhi target tambahan dua juta ton produksi gabah kering giling guna mewujudkan Indonesia Swasembada Pangan. Pada tahun 2014 total produksi gabah kering giling Jatim mencapai 12,3 juta ton,

Hal itu disampaikan saat mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Bantuan Alat Pertanian sebanyak 852 buah Handtractor dan 377 Pompa Air di Lapangan Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Sabtu (31/1).

Ia mengatakan, Pemprov Jatim terus melakukan langkah-langkah guna meningkatkan produksi gabah kering giling padi agar produksi tanaman pangan strategis tahun 2015 tercapai. “Dengan adanya bantuan alat-alat pertanian inI diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian di Jatim,”ujarnya

Menurutnya, negara, dalam hal ini pemerintah harus mengintervensi pertanian untuk mewujudkan kemandirian pangan. Intervensi tersebut melalui regulasi, strategi, dan inovasi yang tepat dan berpihak pada petani dan nelayan. Dengan begitu, swasembada pangan akan tercapai serta petani dan nelayan juga semakin meningkat kesejahteraannya. “Kita bisa mencapai negara swasembada. Caranya, negara harus mengurus mulai dari on farm hingga off farm pertanian,” tambahnya

Pada kesempatan yang sama, Presiden RI Jokowi usai menyerahkan secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani dilanjutkan dialog dengan perwakilan petani se Jatim. Dalam dialog tersebut, Presiden menyoroti swasembada pangan yang harus terwujud dalam tiga tahun ke depan.

“Kita tidak mau lagi impor beras, gula, dan kedelai. Makanya produksi harus dinaikkan. Saya minta semua pihak, mulai dari kementerian sampai petani harus bekerjasama mewujudkannya,” pintanya.

Presiden RI Joko Widodo saat menyerahkan 852 Handtraktor dan 377 Pompa Air secara simbolis kpd perwakilan petani di Desa Keraswetan Kec. Geneng Kabupaten Ngawi

Presiden RI Jokowi juga membahas permasalahan distribusi pupuk dan benih yang selalu bermasalah saat petani membutuhkannya. Khusus pupuk dan benih, pengadaannya akan dilakukan dengan penunjukan langsung tidak lagi melalui lelang.

Untuk itu, Jokowi meminta kepada distributor pupuk dan benih untuk tidak memainkan lagi nasib para petani. “Hal itu karena selama ini pengadaannya melalui tender lelang, makanya lama. Dan sekarang tidak lagi. Jangan main-main dengan pupuk dan benih saat ini,” ujarnya

Presiden mengemukakan, pemerintah terus memberikan bantuan alat pertanian seperti traktor, pompa air, pupuk, benih, dan irigasi. Tahun 2015, pemerintah memperbaiki irigasi seluas 1,5 juta hektaare. Sedangkan untuk Jatim, perbaikan irigasi dilakukan seluas 149 ribu hektaare. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan benih jagung untuk 98.000 hektare lahan dan benih kedelai untuk 70.000 hektare lahan.

Selain menyerahkan alat-alat pertanian, Presiden melakukan peninjauan Perbaikan Bendung Budengan di Desa Legundi, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

Saat mengunjungi Desa Keras Wetan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana didampingi oleh Gubernur Jatim. Soekarwo, Bupati Ngawi, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dan dan menteri kabinet kerja, Forpimda Jatim dan Kabupaten Ngawi.

(Sumber: birohumas.jatimprov.go.id)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim