Memutus Mata Rantai Tengkulak dengan Petani dan Peternak

Kelompok tani kakao Kabupaten Blitar dimungkinkan lebih bisa memanfaatkan peluang. foto:widi

Pasar Induk Puspa Agro Suport Anggaran 20 M

Terobosan menarik dilakukan divisi baru bentukan Puspa Agro. Divisi tersebut telah menjalin kerjasama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Carefour, Indocater, Invivo dan Indokom. Dalam perkembangannya, produk petani dan peternak yang sebelumnya dibeli Puspa Agro itu disuplai ke perusahaan tersebut sesuai dengan permintaan.

Dengan alokasi anggaran Rp 20 miliar pada tahun 2015, Pasar Induk Puspa Agro akan mampu memperpendek mata rantai perdagangan. Cara ini dilakukan agar petani dan peternak tidak melakukan proses perdagangan dengan tengkulak serta mendapat nilai lebih.

Ini sebenarnya adalah untuk memperpendek mata rantai tengkulak, sehingga petani atau peternak mendapat nilai lebih dari proses trading yang sudah mulai sejak Februari 2014.

Selain memangkas mahalnya distribusi produk pertanian dan peternakan, sistem dan proses pembayaran juga dilakukan secara tunai. Sebab, selama ini, petani atau peternak tidak pernah menerima pembayaran tunai jika menjual produknya melalui tengkulak.

Singkatnya, begitu barang atau komoditas kami terima dari petani/peternak, Puspa Agro akan bayarkan tunai sesuai harga kesepakatan. Dengan begitu, produk pertanian dan peternakan yang dijual akan memiliki nilai ekonomis mencapai 2,5 persen dan bisa bersaing dengan produk impor.

Bahkan, Divisi Trading Puspa Agro akan membayar lebih mahal dari harga yang biasa ditawarkan tengkulak ke petani atau peternak. Semangatnya, dengan divisi trading ini, bisa menekan mahalnya produk pertanian dan peternakan ketika sampai ke end user. Produk petani dan peternak tidak akan sia-sia, dan konsumen bisa menikmati dengan harga yang lebih terjangkau dan bersaing.

Sebagai missal, komoditas semangka yang selama ini dijual petani ke tengkulak hanya dihargai Rp 2.300/kg. Namun, Puspa Agro berani mematok pembelian semangka petani senilai Rp 4.500/kg.

Pasokan ikan laut dan tambak juga telah mendapat kerjasama distribusi ke Indocater. Di perusahaan catering tersebut, Puspa Agro mampu menyuplai kebutuhan permintaan sebesar 14,3 ton atau setara dengan Rp 1,8 miliar pada September-Oktober 2014. Puspa Agro juga memasok semangka, melon dan jeruk, masing-masing untuk dua perusahaan sebanyak 4 ton pada periode yang sama,” tuturnya.

Melalui divisi tradingnya itu, Puspa Agro mampu memancing perusahaan lain untuk melakukan kerjasama serupa. Kerjasama tersebut mulai dijalin dengan PT Invivo untuk memasok produk jagung yang berasal dari gabungan kelompok tani (gapoktan) Gresik. Besaran suplainya mencapai kisaran 600-800 ton selama tiga bulan. Demikian juga dengan PT Indokom, Puspa Agro memasok kopi dari gapoktan Jember sebanyak 364 ton atau setara dengan Rp 7 miliar.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim