Kopi Jawa Timur Harus Dikenal Dunia

Optimisme petani kopi Desa Sidomulyo, Kabupaten Jember. foto:widikamidi

Ajang ICF, Kopi Luwak dan Kopi Tubruk Bakal Jadi Ikon

Di mata dunia, Indonesia pernah berjaya dengan hasil kopinya. Pemerintah pun berupaya mengembalikan kejayaan kopi Indonesia tersebut melalui berbagai ajang festival.

Oktober mendatang, agar terus bisa memperkenalkan kopi Indonesia kepada dunia, Indonesian Coffee Festival (ICF) ke-3 kembali akan digelar. Even internasional tersebut direncanakan digelar di Bali.

Pelaksanaan ICF tahun ini didesain agar para pemain kopi di negeri ini menjadikan Indonesia sebagai pusat kopi dunia. Selain jenis Robusta dan Arabica yang sudah dikenal dunia, Indonesia berpeluang menjadi rujukan baru kopi dunia melalui ikon ‘Kopi Luwak’ dan ‘Kopi Tubruk’.

Tujuan ICF bukan hanya mendorong kecintaan masyarakat pada kopi dalam negeri, serta mengangkat harkat dan martabat para petani kopi Indonesia, tetapi juga untuk memperkenalkan berbagai brand kopi lokal yang ada di Indonesia kepada dunia.

Seperti diketahui ICF pertama kali diselenggarakan pada 2012 di Bali dan kemudian tahun berikutnya di Yogyakarta. Kesadaran para pemangku kepentingan dan pecinta kopi di tanah air untuk memperkenalkan kopi Indonesia ke mancanegara semakin meningkat. Capaiannya, ICF mampu memberi motivasi lebih besar kepada para pebisnis kopi untuk memperluas jaringannya.

Sejumlah data yang berhasil dihimpun, peserta ICF 2014 bakal bertambah. Lebih dari 50 eksibitor dalam dan luar negeri, serta 7.500 pengunjung domestik dan mancanegara.

ICF juga diharapkan mampu menggaet pembeli internasional dari seratus negara. Seperti, dari  AS, Jerman, Prancis, Jepang, Italia, Spanyol, Kanada, Belgia, Inggris, dan Belanda.

Jawa Timur yang juga memiliki sentra-sentra kopi berkualitas seperti di Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Lumajang, Pasuruan hingga Kabupaten Malang layak turut ambil bagian dalam even plenting tersebut. Terlebih Banhyuwangi yang memiliki lahan terluas untuk perkebunan kopi seperti sudah wajib untuk mengikuti.

Sejumlah asosiasi perkopian pun turut dilibatkan dalam ajang ini. Antara lain, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), dan Asosiasi Kopi Luwak Indonesia. (*/agm/idi)

2 Komentar Pembaca

  1. Bagaimana pendaftaran untuk menghadiri festival tersebut ?

  2. tahun berapa petani kopi sidomulyo memenangkan MDGs Awards ? soalnya dibanner kurang terlihat jelas tahunnya. trimakasih

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim