ICF Momentum Gaet Investor Perkebunan Masuk Jatim

Potensi jambu mete. foto:ist

Even internasional yang bakal digelar di Bali bulan Oktober mendatang, Coffee Festival (ICF) ke-3, bisa menjadi magnet tersendiri untuk menggaet investor dan pengusaha agar berbondong-bondong menyerbu Jawa Timur untuk berinvestasi.

Apalagi, di dunia perkopian, Banyuwangi layak mendapat perhatian besar mengingat wilayah ujung timur Provinsi Jawa Timur ini memiliki lahan perkebunan kopi paling luas jika dibanding dengan sentra-sentra kopi lain di wilayah Jatim.

Kopi memang sedang didongkrak naik popularitasnya oleh pemerintah, namun Jawa Timur di luar dunia perkopian tetap menarik bagi investor untuk mengembangkan bisnis khususnya pada sub sektor perkebunan.

Komoditas perkebunan di Jawa Timur yang diusahakan pada perkebunan rakyat tak kalah menarik dan memiliki potensi sangat besar.  Meliputi kelapa, kakao, jambu mete, cengkeh, tembakau, tebu, kapok randu, kapas dan jarak.

Jenis ini, selain kopi tentunya, mampu menjadi komoditas utama yang mempunyai prospek bagus untuk diusahakan, dikembangkan dan dikelola untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor ke mancanegara. (idi)

  • Komoditas Kelapa :
    Sentra pertanaman di kabupaten Sumenep, Banyuwangi, Pacitan, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Jember, dan Tuban.
    Kelapa dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi beragam jenis produk, seperti bahan baku minyak, minyak kelapa murni (VCO), sabun, kosmetik, makanan dan minuman, obat-obatan, bahan bangunan, furnitur, perabot rumah tangga. Sabut kelapa diolah menjadi tali dan keset, serat dan serbuk sabut kelapa (cocodust) diolah menjadi dinding peredam suara, kayu partikel, media tanam, matras, jok mobil, dan pelapis tempat tidur pegas.
  • Komoditas Kakao :
    Sentra pertanaman kakao di kabupaten Madiun, Pacitan, Blitar, Trenggalek, Ponorogo, dan Ngawi. Kakao dapat diolah bijinya menjadi coklat sebagai bahan baku makanan, sedangkan limbah kakao dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi bahan pakan ternak.
  • Komoditas Kopi :
    Sentra pertanaman kopi arabika di kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Malang, dan Jember.
    Sentra pertanaman kopi robusta di kabupaten Malang, Jember, Lumajang, Bondowoso, Pasuruan, Blitar, Probolinggo, Pacitan, Kediri, dan Jombang.
    Kopi dimanfaatkan dan diolah bijinya menjadi bahan baku minuman.
  • Komoditas Jambu Mete :
    Sentar pertanaman di kabupaten Sumenep, Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan.
    Jambu mete dapat dimanfaatkan mulai dari akar, batang, daun, dan buahnya. Biji mete diolah menjadi kacang mete. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete, anggur mete, manisan kering, selai mete, buah kalengan, dan jem jambu mete. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna. Kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku yang kuat dan berfungsi sebagai anti ngengat. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.
  • Komoditas Cengkeh :
    Sentra pertanaman di kabupaten Pacitan, Blitar, Malang, Trenggalek, Ponorogo, Jombang, Nganjuk, Lumajang, dan Tulungagung.
    Cengkeh dimanfaatkan sebagai bahan baku tambahan untuk rokok, rempah-rempah untuk bahan makanan, bahan baku kosmetik dan obat-obatan.
  • Komoditas Tembakau : Sentra pertanaman di kabupaten Jember, Bondowoso, Lumajang, Probolinggo, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Bojonegoro, Jombang, dan lamongan.
    Tembakau dimanfaatkan sebagai bahan dasar rokok. Berdasarkan penelitian, tumbuhan tersebut mampu menjadi wadah perkembangan genetik human papilloma virus (HPV) memproduksi sel kuman yang nantinya dapat menjadi antibodi bagi virus pencetus kanker mulut rahim.
    Penelitian terbaru mengenai obat penawar kanker mulut rahim itu kini sedang dilakukan para ilmuwan dari Pusat Kesehatan Universitas Georgetown (Georgetown University Medical Center) dan Universitas North Carolina, Amerika Serikat.
  • Komoditas Tebu :
    Sentra pertanaman tebu di kabupaten Malang, Kediri, Lumajang, Jombang, Mojokerto, Jember, Sidoarjo, Ngawi, Madiun, Pasuruan, Bondowoso, dan Situbonso.
    Tebu diolah menghasilkan kristal gula, tetes molases untuk pakan ternak, limbah tebu diolah dan dimanfaatkan untuk bahan pembuatan dinding alternatif.
  • Komoditas Kapok Randu :
    Sentra pertanaman kapok randu di kabupaten Pasuruan, Sumenep, Probolinggo, Ngawi, Bangkalan, lamongan, Ponorogo, Madiun, dan Blitar.
    Kapok randu dimanfatkan untuk bahan baku pembuatan kasur, bijinya dapat diolah menjadi minyak biji kapok sebagai bahan bakar nabati atau sumber energi alternatif.
  • Komoditas Kapas :
    Sentra pertanaman di kabupaten Lamongan, Mojokerto, Pacitan, Jombang, Banyuwangi, dan Probolinggo. Kapas dimanfatkan untuk bahan dasar tekstil.
  • Komoditas Jarak :
    Sentra pertanaman di kabupaten Lumajang, Lamongan, Situbondo, Pamekasan, Nganjuk, Tuban, dan Sampang. Jarak diolah menjadi minyak lampu, biofuel sumber energi alternatif, bahan untuk pembuatan sabun dan bahan industri kosmetika.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim