Potensi Gunung Wilis Dikelola Bersama Enam Daerah

Gubernur Jawa Timur Soekarwo Menandatangani Naskah Kerjasama Antara Daerah dim Wilayah Selingkar Gunung Wilis Tunggal Mandiri, di Pendopo Kab. Trenggalek

Untuk mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki, maka Gunung Wilis akan dikelola oleh enam daerah yang yang terletak disekitarnya. Enam daerah tersebut yakni Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, dan Madiun.

Pelaksaan kerjasama tersebut diresmikan melalui penandatanganan naskah Kerjasama Antar Daerah di Selingkar Gunung Wilis” TUNGGAL ROGO MANDIRI” yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Trenggalek, Rabu (11/6) siang.

Gubernur Jawa Timur Dr.H.Soekarwo, yang juga ikut menandatangani naskah kerjasama tersebut mengatakan, kerjasama itu bertujuan mengurangi kesenjangan masyarakat antar daerah. Caranya adalah dengan memaksimalkan potensi Gunung Wilis untuk kesejahteraan masyarakat. Gunung Wilis, kata pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu, berpotensi sangat besar. Dan karena terletak di antara enam kabupaten itu, maka dibuatlah kesepakatan bersama untuk menjalin kerjasama dalam mengelola potensi yang ada.

Hal ini perlu dilakukan, agar di kemudian hari tidak timbul masalah dalam pengelolaannya. “Untuk itu, di kesempatan yang baik ini saya selaku Gubernur dan Pemimpin di Jawa Timur mengingatkan pada semua Kepala Daerah yang telah menandatangani kerjasama, agar terus menindaklanjuti setiap perjanjian yang telah dibuat dan disetujui. Karena, setiap perjanjian itu syarat yang harus dibuat dan dimaknai dalam perencanaan dan kesepakatan serta pelaksanaan,” tegasnya

Pemerintah, kata Pakde Karwo, tidak akan bisa melaksanakan perjanjian yang telah dibuat bila tidak mendapat kesepakatan dari DPRD. Karena yang namanya pemerintahan itu adalah satu paket yakni Kepala Daerah ( Kepala Pemerintahan ) bersama DPRD. Oleh sebab itu, dalam penandatangan kerjasama hari masing- masing daerah harus menghadirkan DPRD dan Forpimda untuk hadir sebagai saksi agar memahami apa saja yang tercantum dalam naskah perjanjian dan kerjasama dimaksud.

Langkah selanjutnya yang harus segera dilakukan adalah pemetaan dan mencari tahu apa saja potensi yang ada di masing- masing daerah atau wilayah. Baru kemudian membuat klaster sekaligus solusi apa yang dibutuhkan di daerah itu. “Kalau memiliki potensi pertanian, maka dibuatlah perencanaan dan bantuan apa yang cocok dan dibutuhkan untuk mengembangkan pertanian, agar masyarakat di daerah tersebut dapat dan bisa lebih baik kesejahteraannya. Demikian juga untuk potensi lainnya, “Ujarnya.

Di depan bupati dan forpimda enam daerah tersebut, ia juga menjelaskan tiga konsep pembangunan yang perlu diperhatikan. Yakni konsep kewilayahan, konsep sektor dan konsep kelompok bawah. Kalau ketiga konsep ini bisa dibuat dengan rapi dan runtut serta dapat dilaksanakan insyaalah semua masalah akan selesai. “Selama ini permasalahan yang sering muncul dan yang selalu menjadi kendala di pembangunan adalah masalah ketidakadilan dan kesenjangan sosial. Dan karena ketidakadilan serta kesenjangan sosial inipun yang memicu disparitas tinggi di masyarakat,” jelasnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah infrastrukturnya. Infrastruktur seperti jalan rusak harus segera diperbaiki. Ini agar masyarakat pinggiran atau perbatasan di masing-masing wilayah tidak terisoalasi dan dapat merasakan pembangunan yang sekaligus meningkatkan kesejahteraannya.

Menyingung soal kemudahan berinvestasi, Pakde Karwo minta agar Pemerintah Kabupaten/Kota mempermudah ijin investasi. Tetapi perlu juga diberi syarat tambahan agar tenaga kerja kasar atau non skill harus mengambil dari daerah setempat. Akan lebih baik lagi, bila daerah tersebut juga dapat menyediakan tenaga-tenaga terampil yang dibutuhkan oleh perusahaan yang akan dibangun.

“Tetapi, bila tidak tersedia maka perusahaan itu harus mau membantu untuk mendirikan Sekolah Keterampilan atau Kejuruan untuk memenuhi kebutuhan tenaga di waktu mendatang,” pungkasnya ( Humas Pemprov. Jatim/dilla,Asikin, bramono)

(Sumber: http://birohumas.jatimprov.go.id/)

6 Komentar Pembaca

  1. Saya camat sawahan kabupaten nganjuk, pada saat ini sedang menyiapkan proposal pembangunan lingkar wilis nganjuk, madiun, (NGADIPONO) dengan harapan sesuai rpjm propinsi jatim pembangunan akses NGADIPONO bisa terwujud hal ini sangat ditunggu masyarakat kecamatan sawahan secara umum kab nganjuk

  2. Wah ide bagus, cuma 1 kendalanya yakni PERUM Perhutani, selalu kita kesulitan disitu dengan aturan-aturan kompeninya

    • iya btul mas,,,,,,nah dsinilah peran intervensi pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mempermudah pengijinan lokasi….msac pemerintah kalah sama perhutani
      sangat tidak logis…pdahal jalan adalah untuk kepentingan umum, ,masyarakt,dan negara…sangat ironis pembangunan jalan terhambat karena ulah salah satu PERUM

  3. Saya sangat berharap jalan lingkar Wilis ini benar-benar terwujud,dan segala hal yang diimpikan seperti Agropolitan benar2 terealisai,sebagai warga Nganjuk ingin juga menikmati suasana akses jalan ke Trenggalek,Ponorogo,Kediri,Tulungagung,Madiun via Gunung Wilis yang mempunyai pemandangan alam yang indah.

  4. seperti jalur lintas selatan mangkreg krena ulah PERUM perhutani, yang belum mengijinkan pembngunan, karena tukar guling penggantian belum teratasi…semoga lingkar wilis tidak bernasib sama

  5. semoga bukan hanya jadi acara simbolik saja kami warga nganjuk sawahan di kph sugihan sangat berharap dapat terealisasi dengan baik acara ini kususnya bagi kami yang sudah menanam cengkeh di lereng wilis nganjuk

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim