Membangun Pendidikan untuk Kejayaan Indonesia 2045

Gubernur Soekarwo dalam peringatan Hardiknas di Gedung Grahadi.

Peringatan Hardiknas 2014 Jawa Timur

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh menegaskan, pendidikan bukan hanya menyelesaikan atau menjawab persoalan-persoalan yang sifatnya sangat teknis  dan bersifat kekinian. Fungsi pendidikan jelas lebih jauh dari itu.  Pendidikan pada hakikatnya adalah upaya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul.

Pernyataan Muhammad Nuh yang dibacakan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (2/5).

Menurut M Nuh, dalam dunia pendidikan ada dua hal yang sangat mendasar. Pertama, terkait dengan akses untuk mendapatkan layanan pendidikan. Akses tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan dan keterjangkauan. Beberapa kebijakan dan program seperti BOS untuk pendidikan dasar dan menengah, bantuan siswa miskin, bidikmisi, pengiriman guru untuk daerah  terpencil, terdepan dan tertinggal melalui SM3T, Bantuan Operasional untuk Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pendirian perguruan tinggi negeri baru dan sekolah berasrama merupakan sebagian dari upaya meningkatkan akses secara inklusif dan berkeadilan.

Kedua, terkait dengan kualitas yang dalam hal ini sangat dipengaruhi oleh tiga hal, yaitu
ketersediaan dan kualitas guru, kurikulum, dan sarana prasarana. Beberapa kebijakan dan program yang telah ditetapkan, antara lain, pendidikan dan pelatihan guru berkelanjutan, penerapan Kurikulum 2013, dan rehabilitasi sekolah yang rusak, baik rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan.

Melalui penerapan kurikulum 2013 secara bertahap dan menyeluruh, tahun ajaran 2014/2015 merupakan momentum untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalitas guru, kepala sekolah dan pengawas, selain juga merupakan momentum untuk melakukan penataan sistem perbukuan pelajaran

Itu semua, menurut Mendikbud, harus dilakukan lakukan dalam rangka mempersiapkan generasi emas, yaitu generasi kreatif, inovatif, produktif, mampu berpikir orde tinggi, berkarakter serta cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia. “Dengan generasi emas itulah kita membangun peradaban Indonesia yang unggul untuk menuju kejayaan Indonesia 2045,” katanya. (foto dan sumber kmf)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim