Perlu Komitmen Membangun Ekonomi Pasar

Pakde Karwo menerima penghargaan P3DN di Istana Wapres RI

Komitmen membangun ekonomi pasar yang berkompeten menjadi persoalan penting di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menekankan hal itu saat menerima penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Cinta Karya Bangsa dari Kementerian Perindustrian RI, Rabu (5/1).

Menurut Pakde Karwo, demikian panggilan merakyat Gubernur terpilih dua periode ini, produk-produk unggulan dari Jawa Timur saat ini terus berkembang secara kualitas. Bahkan produk-produk lokal Jawa Timur itu sudah mengisi pasar internasional.

NATO (North Atlantic Treaty Organization) alias Pakta Pertahanan Atlantik Utara yang dikomandani Amerika itu, untuk urusan pisau standar kebutuhan tentaranya disuplai dari Kabupaten Tulungagung. Demikian juga dengan kebutuhan kain parasut.

“Semua orang tahu, standar yang dibakukan NATO untuk kebutuhan alat pertahanan itu sangat tinggi. Namun, produk Tulungagung mampu masuk dan memenuhi standar tersebut,” kata Pakde Karwo.

Dengan seperti fenomena ini, Pakde Karwo pun yakin jika tahun 2015 nanti pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur menjadi makin diperhitungkan. Hal ini otomatis akan menyumbang pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Boleh jadi ekonomi Indonesia nanti akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Untuk itu pengembangan SDM sebagai pondasi kokoh bangsa ini harus terus menerus diciptakan. Kampanye cinta produk dalam negeri juga harus terus menerus digelorakan. Di Jakarta, penghargaan P3DN terbaik bidang industri itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI Boediono di Istana Wapres Jalan Medan Merdeka Selatan Jakarta Pusat. Penyerahan penghargaan dari Wapres Boediono itu sekaligus menandai dibukanya Rapat Kerja Kementerian Perindustrian RI tahun 2014.

Terkait dengan penghargaan P3DN yang diterima Pakde Karwo, kecintaan masyarakat Jawa Timur terhadap produk dalam negeri memang patut diacungi jempol. Dari total penggunaan produksi yang dihasilkan di Jawa Timur, 92,33 persennya merupakan produk dalam negeri yang dihasilkan di Jawa Timur. Sementara sisanya, yakni 7,67 persennya adalah produk hasil impor bahan jadi. Terciptanya iklim tersebut tak lepas dari strategi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Strategi dalam menciptakan peningkatan iklim ekonomi dan perdagangan di wilayah Jawa Timur  adalah dalam bentuk regulasi. Salah satu diantaranya adalah regulasi penggunaan produk holtikultura, produk industri dan juga produk hasil kerajinan batik. Selain itu, kebijakan yang cukup ekstrim juga diterapkan pada perlindungan, pemberdayaan pasar tradisional dan penataan pasar modern. (*/bpd)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim