Selasa, 28 Maret 2017

Bandar Udara Notohadinegoro Jember April Dioperasikan

Ilustrasi

Bupati Jember, Ir. H. MZA Djalal, MSi, mengatakan Bandar Udara Notohadinegoro dalam waktu dekat akan segera dibuka.

Menurut rencana, maskapai Garuda Indonesia yang akan memulai nganyari mendaratkan pesawatnya di runway sepanjang 1500 meter tersebut. Rutenya adalah Jember-Surabaya dengan kapasitas penumpang sebanyak 70 orang.

“Informasi yang saya terima, April pesawat baru datang. Kami suah siapkan runway 1500 meter, dan tahun ini kita sudah memperpanjang menjadi dua kilometer untuk bisa didarati pesawat sejenis jet,” kata Bupati MZA Djalal.

Bandar Udara tersebut terletak di Kecamatan Ajung, dan jarak tempuhnya hanya tujuh kilometer.  Kendati tak begitu jauh dari pusat kota transportasi pendukung dari dan ke Bandar Udara masih terlihat belum maksimal.

Untuk itu Dinas Perhubungan Jember sudah menyiapkan taksi sebagai salah satu ‘feeder’ transportasi untuk mendukung bandara. Namun, pelayanan taksi masih harus diperbaiki. Saat ini, sudah ada dua perusahaan taksi di Jember dengan total 60 unit armada. Sayangnya, masih ada laporan adanya sopir taksi yang enggan menyalakan argometer. Padahal peraturan daerah mengharuskan penggunaan argo.

Sementara itu Ketua Komisi C DPRD Jember yang mebidangi transportasi, Moch. Asir, mengatakan, masih perlu ada evaluasi berkala terhadap keberadaan taksi di kota Jember, termasuk jumlahnya. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah jumlah taksi di Jember ideal atau tidak. Harus ada kajian juga mengenai berapa rata-rata jumlah penumpang per bulan, berapa jumlah armada sesungguhnya. Bahkan kalau terlalu banyak armada taksi bisa merugikan taksi itu sendiri. (ist/bpd)

156 Komentar Pembaca

  1. Kebutuhan itu pasti ada tingkat urgensinya… ada kebutuhan mana yang prioritas.. mana yang masih bisa di tangguhkan…. masalah jauhnya tempuh ke surabaya dan kota lainya dari jember maka bandara banyuwangi adalah salah satu satu solusi… memang masih ada jarak tempuh dari jember ke banyuwangi tapi paling tidak.. mengurangi setengah waktu perjalanan ke surabaya….

    kebutuhan akan adanya pembukaan bandara notohadi negoro logikanya bukan suatu kebutuhan primer.. dan tidaklah sangat urgent…. apa lagi sampai menelan dana yang sangat besar itungan milyaran…..

    alangkah arifnya… dana itu.. di bantukan ke pada saudara2 kita rakyat jember yang sekarang lagi kekurangan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lain2 yang sifatnya lebih urgent,… kita yakin masih banyak sekali saudara2 kita dalam kondisi seperti itu di jember…

    teman dan sudaraku masyarakat jember….
    janganlah kita terlalu mengedepankan ambisi untuk suatu hal yang di luar jangkauan kita.. sementara kita melupakan saudara2kita,…. rakyat kita di depan mata kita yang kekurangan…. yang mungkin mereka tidak akan pernah merasakan naik pesawat terbang walaupun nantinya bandara jember sudah di buka…

    • Sepakat pendapat diatas.
      Saya mantan praktisi penerbangan , militer maupun sipil setelah purna tugas. Moda transport udara memang sangat bergengsi. Kalau satu kota/daerah punya bandar udara …akan naik gengsinya ..namun perlu di ingat bahwa itu bukan hal yg sepele dan mudah.
      Banyak sekali aspek yg perlu di perhitungkan.
      PERLU DI KAJI ULANG DENGAN SANGAT SERIUS ….!!!!…

    • @sedih: Anda ini ndas watu kan yg di berita http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/04/22/operasikan-bandara-jember-minta-pusat-gelontor-rp-80-m/ ???
      Coba dibaca koment saya di link berita di atas!!!

    • @sedih: Bandara blimbingsari tdk bisa jadi solusi atas lamanya jarak tempuh Surabaya – Jember. Mengurangi setengah waktu perjalanan ke Surabaya bagaimana? Dari Jember ke blimbingsari anggaplah 2,5 jam, itupun kalo gak jalan merayap di gumitir(bisa2 sampe’ 3 jam kalo kena macet). Trus naik pesawak ke Juanda stngah jam, jadi total 3 jam. Kan lebih baik naik travel/monil langsung ke Surabaya sama2 3 jam. Bandara blimbingsari tdk bisa menjangkau daerah Jember. Buktinya, saya berikan contoh. Dari bulan november 2013 – februari 2014, Universitas Jember dikunjungi oleh pejabat2 negara spt. Dahlan Iskan, Hatta Radjasa, Marzukie Ali, dan Wiranto – Hari Tanu. Dari beberapa pejabat yg datang tersebut tdk ada yg menggunakan bandara Blimbingsari terbang dari Juanda utk menuju Jember. Mereka dari Juanda langsung naik mobil ke Jember. Bukti lainnya, saya tdk pernah mendengar ada pejabat/dosen PTN di Jember yg melakukan kunjungan ke luar provinsi/ke luar negeri atau PTN di Jember menerima kunjungan tamu dari luar negeri menggunakan bandara Blimbingsari utk menuju/dari Juanda. Mereka smua naik mobil utk menuju/dari Juanda karena memang dirasa lebih cepat dan efisien serta lebih murah. Dan juga pada promosi JFC pada bagian “How Go To Jember”, disitu dijelaskan bahwa cara menuju Jember dari Jakarata adalah dgn cara naik pesawat dulu ke Surabaya, lalu dari Surabaya ke Jember naik bis, bukan dari Surabaya naik pesawat ke Blimbingsari lalu naik bis ke Jember..! Dan yg menyelenggarakan JFC itu kan pemkab Jember, termasuk yg menjelaskan cara pergi menuju Jember, berarti pemkab Jember pun mengakui bahwa bandara Blimbingsari tidak bisa menjangkau wilayah Jember.

  2. Semoga benar-benar terealisasi, dan masyarakat Jember bisa menggunakan bandaranya kembali.

    • Bener cak Hans, nek muleh kampung beno cepet numpak pesawat. Btw pean arek Papua yoo??? Aku arek pulau terujung barat Indonesia alias Sabang NAD :-D

  3. kalau memang pembukaan bandara bisa memajukan perekonomian jember… sudah pasti… tidak serta merta langsung begitu di buka bandara langsung ekonomi meningkat…

    semua itu butuh waktu… butuh proses… butuh banyak hal yg harus di lakukan menarik investor, proses perijinan, pembukaan perusahaan, dan polemik2 yang lain yang butuh waktu yang panjang dan belum tentu bisa sukses langsung… …. Nah apakah saudara2 kita rakyat yang kekurangan bisa menunggu sekian lama… semntara kelaparan itu… ketidak sejahteraan itu… sakit itu terjadi sekarang… apakah kita tega….

    bandara yang sudah di bangun sekarang bukan berarti.. kita bengkalaikan…. tetapi tunggu saat kita ekonomi jember sudah membaik… kemiskinan sudah teratasi… kesehatan sudah terpenuhi…. dan pendapatan PAD sudah meningkat dan cukup untuk melanjutkan pembangunan… baru itu suatu tindakan yang arif dan bijaksana…

    mudah-mudahan penjelasan ini bisa memberikan sedikit keterbukaan di hati kita….

    terimakasih

    • Di suatu wilayah tempat atau kota dimana terdapat universitas atau perguruan tinggi yg maju di situ pula mulai tumbuh dan berkembang perekonomiannya. Surabaya ,Malang dan Jember merupakan barometer pendidikan di wilayah jawa timur.sudah saatnya jember memiliki kampus swasta seperti Universitas Pelita Harapan (UPH) yg sedang di bagun di superblok lippo mall gajah mada jember, karena letaknyaaaaa yg sangat strategis di pusat kota jember. Jadi bisa di jangkau mahasiswa dari Probolinggo, lumajang, bondowoso dan situbondo.ya mungkin di banyuwangi pada thn 2030 akan di bangun kampus yg serupa,biar sekolah dulu yg pinter di jember aja jangan jauh jauh…

      • AJR@ klau kamu tau riwayat unej yg kmu banggakan tak mgkin raimu ngrendahno banyuwngi. Warga jember koyo raimu iku eroe koyo wedus nang jero kandang. Madiun,kediri,gresik,sidoarjo gak tau mbading2no kota terbesar termegah,padahal jember mek sak upil,,

        • @arief: Sak upil dari sisi sejarahnya aja, tapi kalo dari kemajuan kotanya, SALAH BESAR kalo sampeyan bilang Jember itu sak upil!!! Trus memangnya knp kalo tahu riwayat Unej?? Saya paham betul riwayat Unej.

    • Bagi saya ini pencerahan sekaligus penyesatan. Ok kita memang wajib membantu saudara/i yang mungkin masih kekurangan masalah kesejahteraan di Jember, tapi apa kita juga harus *mengesampingkan* hal yang juga bisa mengangkat kesejahteraan perekonomian masyarakat Jember.
      Seperti bandara yang mungkin kita sudah tahu berapa lama bandara di Jember ini terbengkalai tahunan. Dan apakah sebagai orang yang arif dan bijak kita akan terus membiarkan masalah tersebut. bukannya bangunan tersebut kalo dibiarkan berlarut akan merusak bangunan tersebut ?? Dan tentu juga akan merugikan pembiayaan pembangunan bandara tsb.
      Memang setelah baru dibukanya bandara tidak akan langsung merubah perekonomian masyarakat secara langsung dan cepat, tapi ini baru memulai menujuh kearah sana yang lebih baik dari sekarang.
      Jadi bagi saya gak ada salahnya melanjutkan mempercepat pengoperasian bandara di Jember yang sudah hampir sepuluh tahun terbengkalai.
      Terima kasih.

    • @sedih: Ekonomi Jember sudah lama membaik. Buktinya di jember banyak lahan2 usaha seperti pertokoan, mall, restoran, hotel, usaha rumah kost, dll. Coba baca artikel ini: http://www.titik0km.com/jember-layak-jadi-tujuan-investasi.html

  4. setujuh dengan saudara/i sedih,.
    marilah…. ileng2 dulur.. ojo’ terlalu mekso ngunu yo rek,…
    mengko dadi loro wak dewe…

    wes ta lah…
    nek wah iso mbangun yo mbangun… lek wektune wes pas…

  5. Apakah bandara internasional

  6. April nanti bandara Notohadinegoro akan beroperasi sudah saatnya bandara yg di nantikan para pengguna pesawat yg mereka berasal dari jember serta daerah lain spt probolinggo timur, lumajang, bondowoso dan situbondo

  7. Begini lho dulur2… Apa yang njenengan (sdr sedih Dll) maksud dg membantu rakyat yg Membutuhkan dan mengentaskan kemiskinan?
    Apa dengan menghentikan operasi dan memberikan uang kepada masyarakat miskin?
    Apa ini benar2 solusi?
    Saya pikir tidak. Justru ini akan memberikan dampak lebih buruk. Mental masyarakat akan menjadi rusak (pemalas,peminta2, tdk mau berusaha). Justru dengan adanya bandara, lapangan kerja semakin banyak. Dan ini yang bisa mengentaskan kemiskinan dan tidak merusak mental. Mungkin seperti itu…

    • Kpd smua laros2 Banyuwangi: Dirungokne kuwi pendapate Kang Jam Il. Opo iyo lek mbatalne pengoperasian bandara bener2 dadi solusi pengentasan kemiskinan???

      • ananda@ mukamu muka badak ya..,jgan sara ya bray !
        LAROS kamu sebutin itu melukai prasaan pdhal di banyuwangi itu pluralis.
        maklum wong jember iku koyo wedus njero kandang, eroe meng mangli,ajung,arjasa.
        coba deloken luar kota,
        pasti jelas wong jember iku koyo keong ke idek ban truk gandeng. Hahaha

        • @arief: Kamu itu yg lebih sara!!! BODOH!!!Liat komen2mu yg mengolok2 Jember dgn kata2 kotor alias mesoh!!! Termasuk komenmu yg diatas ini, kamu sudah sangat – sangat melukai perasaan warga Jember!!! Dasar gak iso instropeksi diri kowe iku!!! Saya cuma bilang laros, tapi tak pernah saya mengeluarkan kata2 kotor kpd bwi…!!!

  8. saya sependapat dengan yang diatas mudah2han saja tidak tertunda terus soalnya capek banget perjalanan dari surabaya ke jember

  9. Bukan soal gengsi skrg gak ada istilah gengsi cak..kebuthan seperti bandara tidak cuma di kota kecil spt jember tengoklah banyak kalangan dokter,pengusaha,masyarakat umum serta mahasiswa yg ingin menjangkau jember membutuhkan wktu yg ckp lama. Dengan dibukanya kembali bandara di jember jangan tunggu 1 thn lg jember sudah menasional bahkan mendunia.

  10. Kota tetangga niru jember yo gak popo cak..tapi jok kabeh di jaluk..koyok JFC wis akeh sing niru, kampus yo pingin koyok jember malah jaluk onok Kedokterane pisan. Pingin maju yo maju la wong podo2 wong wetan.Nek wis dwe bandara la Pak Mochtar Riady (group lippo) Pak Eka Tjipta (sinar mas group) tolek lemah gw bisnise cak gak percoyo entenono..
    He..he

  11. Dulur bener… cobak di buka link ngisor iki…
    iki bukti jember gurung saate mbukak mandara re…

    http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/03/24/jumlah-warga-miskin-jember-meningkat/

    mbok danane kui di hibahno nyang wong seng gak ndue.. di gae modal usaha karo di ajari carane usaha ambek pemerintah… luih okeh manfaate rek..

    dari pada mbangun bandara yen jek iso nggae bandara banyuwangi.. laopo mbangun maneh ndek jember… nggae milyaran duike maneh… ojo egois,… ojo mabisi.. ojo dumeh pengen gagah… eleng dulur seng gak due sek….

    • @jumina: Coba’ sampeyan moco’o komentku seng ndek duwur dewe no. 3, lan buka’en link web.e !!!

    • @jumina: Bandara Jember kuwi wes ono’, saking wes suwi gak beroperasi, guduk bandara bangun anyar..!! Lek nggae bandara Banyuawangi sek keadoh.en seko Jember. Delok’en kuto Malang sing cedek karo Suroboyo saiki wes duwe bandara internasional loro karone. Dadi mbangun bandara iku didelok seko kepentingan kutone, guduk didelok seko cedek opo gak’e karo kuto liyane seng duwe bandara… Ngono loo… jumina….

      • @jumina: Ambekno bandara Jember kuwi umure luwih tuek seko bandara Banyuwangi, dadi Jember seng disik’i mbangun bandara…

      • ananda@ sejak kapan malang duwe bandara internasional,
        coba kamu datang ke pakis malang,pasti kmu akan tercengang dengn berita hoax dari kabar medi cetak,kmu itu lho taunya cuma di jember coba kamu keluar kota bakal keok nyalimu jdi wong jember..
        lha wong bndra abd.shaleh durung resmi inter kok di kabarno inter, pendusta kau ananda wong jember..,bangsaaaattt

        • Ini berita dari bappeda jatim seputar bandara Abd. Rahman Saleh yg akan jadi bandara Inter. Apakah menurut sampeyan ini masih merupakan berita hoax?? http://bappeda.jatimprov.go.id/2012/04/11/abdulrahman-saleh-malang-siap-jadi-bandara-international/
          Saya kemaren lusa hari minggu habis pergi dari luar kota lewat Malang yg notabene adl. kota yg lebih besar dari Jember. Tapi nyali saya nggak keok seperti apa yg km katakan. Karena Malang jadi kota besar karena letaknya yg cukup dkt dgn ibukota provinsi yg sekaligus merupakan pusat pertumbuhan ekonomi jatim. Sedangkan kota Jember tdk sebesar Malang karena letak Jember yg lumayan jauh dari ibukota provinsi. Tapi walau bagaimanapun, Jember adlh kota yg berkembang maju, dan termasuk salah satu kota penting di jatim. Maka dari itu nyaliku nggak pernah keok spt. kata sampeyan kalo pergi ke luar kota!!!

  12. wis talah gk usah gede2 omong sing penting jember menungsane akeh teko banyuwangi sing sekolah nok jember, sakno cak…cak nganti bupatine sekolahe yo nok SMA 1 jember ealah loro2ne bupati banyuwangi yo sekolahe nok jember. jember umure jek enom cak tapi yo buktine iki lo..enteni ae wis ta tiruen ae opo sing onok nok jember..grrr..grrr

  13. breaking news…mariki nok banyuwangi kate buka universitas airlangga CABANG banyuwangi..la koyok bank la’an onok cabange…kuruk..ketekurr…

  14. memajukan wilayah memang tidak mudah. banyak aspek yang harus diperhatikan. salah satunya infrastruktur dan daya tarik. lihatlah malang, banyak investor masuk karena infrastruktur dan daya tarik di wilayah ini. jika ingin maju, investor harus masuk ke jember. nah yang punya uang banyak orangnya kan ada di kota-kota besar (jakarta, surabaya dsb). kalau orang jember mah…….begitu2 saja. jadi orang2 kaya harus di datangkan ke jember biar bangun apa saja… pertanian, agroindustri, perdagangan, olah raga, pendidikan, pariwisata, kesehatan dsb yang penting pengelolaannya saja diatur biar memberi manfaat pada masy. luas dan gol ekonomi lomah. kalau tidak begitu, sampai 100 tahun jember tidak akan maju, kalau yang ngelola orang jember saja. bahkan tertinggal…jelas. nanti orang jember akan kaget kalau ke surabaya, malang, kediri, wah…wah…wah…kok sudah maju punya ini, itu…jember kok tambah ngenes… bandara dan infrastruktur lainnya itu salah satu daya tarik si kaya mau datang ke jember. jadi begitu lah.. jangan terlalu kuatir, karena zaman memang sudah menuntut demikian….

  15. Kebutuhan itu pasti ada tingkat urgensinya… ada kebutuhan mana yang prioritas.. mana yang masih bisa di tangguhkan…. masalah jauhnya tempuh ke surabaya dan kota lainya dari jember maka bandara banyuwangi adalah salah satu satu solusi… memang masih ada jarak tempuh dari jember ke banyuwangi tapi paling tidak.. mengurangi setengah waktu perjalanan ke surabaya….

    kebutuhan akan adanya pembukaan bandara notohadi negoro logikanya bukan suatu kebutuhan primer.. dan tidaklah sangat urgent…. apa lagi sampai menelan dana yang sangat besar itungan milyaran…..

    alangkah arifnya… dana itu.. di bantukan ke pada saudara2 kita rakyat jember yang sekarang lagi kekurangan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lain2 yang sifatnya lebih urgent,… kita yakin masih banyak sekali saudara2 kita dalam kondisi seperti itu di jember…

    teman dan sudaraku masyarakat jember….
    janganlah kita terlalu mengedepankan ambisi untuk suatu hal yang di luar jangkauan kita.. sementara kita melupakan saudara2kita,…. rakyat kita di depan mata kita yang kekurangan…. yang mungkin mereka tidak akan pernah merasakan naik pesawat terbang walaupun nantinya bandara jember sudah di buka…

    kalau memang pembukaan bandara bisa memajukan perekonomian jember… sudah pasti… tidak serta merta langsung begitu di buka bandara langsung ekonomi meningkat…

    semua itu butuh waktu… butuh proses… butuh banyak hal yg harus di lakukan menarik investor, proses perijinan, pembukaan perusahaan, dan polemik2 yang lain yang butuh waktu yang panjang dan belum tentu bisa sukses langsung… …. Nah apakah saudara2 kita rakyat yang kekurangan bisa menunggu sekian lama… semntara kelaparan itu… ketidak sejahteraan itu… sakit itu terjadi sekarang… apakah kita tega….

    bandara yang sudah di bangun sekarang bukan berarti.. kita bengkalaikan…. tetapi tunggu saat kita ekonomi jember sudah membaik… kemiskinan sudah teratasi… kesehatan sudah terpenuhi…. dan pendapatan PAD sudah meningkat dan cukup untuk melanjutkan pembangunan… baru itu suatu tindakan yang arif dan bijaksana…

    mudah-mudahan penjelasan ini bisa memberikan sedikit keterbukaan di hati kita….

    Dulur bener… cobak di buka link ngisor iki…
    iki bukti jember gurung saate mbukak mandara re…

    http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/03/24/jumlah-warga-miskin-jember-meningkat/

    mbok danane kui di hibahno nyang wong seng gak ndue.. di gae modal usaha karo di ajari carane usaha ambek pemerintah… luih okeh manfaate rek..

    dari pada mbangun bandara yen jek iso nggae bandara banyuwangi.. laopo mbangun maneh ndek jember… nggae milyaran duike maneh… ojo egois,… ojo mabisi.. ojo dumeh pengen gagah… eleng dulur seng gak due sek….

    PENDAPAT2 DI ATAS INI SUDAH SANGAT JELAS… APALAGI YANG HARUS KITA DEBATKAN….

    MONGGO DI CERNA SENDIRI…..

    • Halah… seng jeneng.e sedih karo sekali lagi iki kok koment diulang2 yo?? wes kalah omong ta???

  16. jember – banyuwangi podo wae,seh apik kutoku JOGJA,,bandara yo internasional,kampus njaluk sg model piyee akeh,wisata opo maneh..wes ra usah tukaran,ngko malah koyok israel – palestina…dulor dewe tukaran..ra oleh dab!!

  17. Kebutuhan itu pasti ada tingkat urgensinya… ada kebutuhan mana yang prioritas.. mana yang masih bisa di tangguhkan…. masalah jauhnya tempuh ke surabaya dan kota lainya dari jember maka bandara banyuwangi adalah salah satu satu solusi… memang masih ada jarak tempuh dari jember ke banyuwangi tapi paling tidak.. mengurangi setengah waktu perjalanan ke surabaya….

    kebutuhan akan adanya pembukaan bandara notohadi negoro logikanya bukan suatu kebutuhan primer.. dan tidaklah sangat urgent…. apa lagi sampai menelan dana yang sangat besar itungan milyaran…..

    alangkah arifnya… dana itu.. di bantukan ke pada saudara2 kita rakyat jember yang sekarang lagi kekurangan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lain2 yang sifatnya lebih urgent,… kita yakin masih banyak sekali saudara2 kita dalam kondisi seperti itu di jember…

    teman dan sudaraku masyarakat jember….
    janganlah kita terlalu mengedepankan ambisi untuk suatu hal yang di luar jangkauan kita.. sementara kita melupakan saudara2kita,…. rakyat kita di depan mata kita yang kekurangan…. yang mungkin mereka tidak akan pernah merasakan naik pesawat terbang walaupun nantinya bandara jember sudah di buka…

    kalau memang pembukaan bandara bisa memajukan perekonomian jember… sudah pasti… tidak serta merta langsung begitu di buka bandara langsung ekonomi meningkat…

    semua itu butuh waktu… butuh proses… butuh banyak hal yg harus di lakukan menarik investor, proses perijinan, pembukaan perusahaan, dan polemik2 yang lain yang butuh waktu yang panjang dan belum tentu bisa sukses langsung… …. Nah apakah saudara2 kita rakyat yang kekurangan bisa menunggu sekian lama… semntara kelaparan itu… ketidak sejahteraan itu… sakit itu terjadi sekarang… apakah kita tega….

    bandara yang sudah di bangun sekarang bukan berarti.. kita bengkalaikan…. tetapi tunggu saat kita ekonomi jember sudah membaik… kemiskinan sudah teratasi… kesehatan sudah terpenuhi…. dan pendapatan PAD sudah meningkat dan cukup untuk melanjutkan pembangunan… baru itu suatu tindakan yang arif dan bijaksana…

    mudah-mudahan penjelasan ini bisa memberikan sedikit keterbukaan di hati kita….

    Dulur bener… cobak di buka link ngisor iki…
    iki bukti jember gurung saate mbukak mandara re…

    http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/03/24/jumlah-warga-miskin-jember-meningkat/

    mbok danane kui di hibahno nyang wong seng gak ndue.. di gae modal usaha karo di ajari carane usaha ambek pemerintah… luih okeh manfaate rek..

    dari pada mbangun bandara yen jek iso nggae bandara banyuwangi.. laopo mbangun maneh ndek jember… nggae milyaran duike maneh… ojo egois,… ojo mabisi.. ojo dumeh pengen gagah… eleng dulur seng gak due sek….

    PENDAPAT2 DI ATAS INI SUDAH SANGAT JELAS… APALAGI YANG HARUS KITA DEBATKAN….

    MONGGO DI CERNA SENDIRI…..

  18. Wong bandara wes onok gari nggawe kok yo sek ngeyel dijarno, daripada dadi tempat mesum, kandang pitek, balapan ra nggenah, judi doro, mbok yo gek ndang cepet dibuka ae bandarae lak akeh manfaate. Wes ojo ngerungokno wong seng ra seneng kotane maju, paling iku yo duduk wong Jember paling juga tonggo teparone Jember. Aku ae seng duduk wong Jember ndukung Jember cepet maju.

    • betul cak q setuju karo pndptmu iku wong seng g sneng jmbr due bndr. wes jo d rungokne rek seng pntng bndr beroprsi rkyt clik iso teratsi preknmiane yo mugo2 wrga jmbr tmbh mkmur seng pntng dungane yo niate dlur2.

  19. @AJR: kenpa kamu bawa2 nama banyuwangi,mata kamu buta ya post di atas berisikan apa?? Jancuk kamu cak…,
    jgn membawa isu sara & rasis.
    Walaupun anda pontang panting koar2 kayak murau,
    nasional juga tau nama jember itu sudah terkubur suri.
    Lha wong anang hermansya buka klab karaoke aja di malang.
    Tunjukin cinta daerah.
    Bukan mulut busuk macam kamu..
    Fuck you !

    • @Arief: Apa buktinya nama Jember di nasional mati suri???? Ayolah pak jgn asal ngomong!!!!! Jgn metao’ !!! Kalo Anang Hermansyah buka klub karaoke di Malang, ya kan karena Anang bikin rumah di Malang karena udaranya sejuk… Itu terserah kemauan dia….

      • @Ananda: kamu jgn bawa2 laros,lihat yg koment semua adakah yg membawa atas nama banyuwangi.
        Kamu itu bocah taikucing..,cok jancok,gatel koen iku

        • @Arief: Anda gak terima?? bukannya itu sebutan kebanggaan Banyuwangi??

          • Ananda: jancuk kamu lihat di atas ada kah koment2 teman dari banyuwangi yg menjatuhkan harga diri jember. Matamu picek jancok !!
            Belum tentu yg koment menolak bandara jember wong banyuwangi.jancok..
            Logika ae jancok wong banyuwangi gak mgkn ngurusi bandarane wong jember,bah ate matek,bah ate njungkel.

  20. Sebagian koment di atas terlihat jelas dari dua kubu yg mencolok ndeso itu yg blok jember..,bukan warga tp pemerintah pusat scara tidak lgsung menyarankan bandara banyuwangi tuk di pakai bersama bukan tuk warga banyuwangi,kan itu dana dari APBN ..,
    yg pake bawa2 jfc lah gedung tingkat lah,
    lippo bank lah.

    Terlihat gobloknya dialah yg suka membanding2kan.

    Kalau jember bisa bukankah dulu bandar jember lebih awal oprasinya ! Kenapa sekarg mangkrak ??

    Bandara banyuwangi dulu di awali perintis perlahan bisa berkembang.
    Disitu jelas di lihat pasar mana & sbrapa besar tingkat kebutuhan masarakat
    Yg lebih potensial.

    Salam bonek jagir_

    • @Arief: Kalo orang2 Jember bawa2 nama JFC, gedung tingkat, Lippo bank, wajarlah. Karena itu semua merupakan bukti kemajuan Jember, dan jika Jember maju, berarti Jember nggak ndeso seperti kata sampeyaaann!!! Apa anda iri karena mungkin di Banyuwangi gak banyak gedung2 tingkat ya??? Dari koment anda di atas terlihat bahwa anda adalah orang yg iri sama kemegahan Jember…
      Anda juga mengatakan pada koment anda di yg di atasnya lagi bahwa (maaf) AJR itu orang g.bl.k, janc.k, lah anda sendiri Pak/Mas Arief juga orang goblok, buktinya anda juga suka membanding2kan Banyuwangi dgn Jember, yg pada koment di berita http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/04/22/operasikan-bandara-jember-minta-pusat-gelontor-rp-80-m/#comment-71093, Anda ngatain daya beli masyarat Jember rendah-lah, pusat ekonomi jatim bag. timur akan berpindah ke Banyuwangi-lah, di tempat lain gak ada kampung Jember-lah, itu sudah menunjukkan bahwa sebenarnya anda itu kurang goblok gmn??? Saya terpaksa koment dgn kata2 kasar seperti ini, karena saya sudah terlanjur marah kpd Arief!!!

      • @Ananda: kamu mau makan gedung beton.,
        ya monggo !! Hahaha

        lihat bali gak ada gedung menjulang toh mereka gak songong macem wong jember, PTN,INDOMLARAT,apalagi ya ! Suruh wong banyuwangi sekolah yg pinter,lhawong jember termasuk warga miskinya terbanyak.
        Wong munafik itu wong JEMBER

        • @Arief: Apa buktinya warga miskin Jember terbanyak??? Kami nggak songong, kami hanya menepis anggapan anda yg katanya Jember itu miskin…Eh pak, anak2 Banyuwangi banyak yg pinter jadi sarjana, sampek2 bisa memajukan daerahnya, itu Jember juga kan yg mendidik…!! Ingat ya pak ada buaanyak sekali anak2 Banyuwangi yg kuliah di Jember meski di Banyuwangi udah adaPTN Poliwangi… Tolonglah pak.. jgn menyepelekan Jember, toh orang2 yg tinggal di Jember kota juga banyak yg berasal dari Banyuwangi… Mana rasa hormat anda terhadap Jember..?? Kalo anda menyepelekan Jember, sedangkan anak2 Banyuwangi sendiri banyak yg kuliah di Jember, berarti siapa yg munafik??? monggo sampeyan introspeksi diri…

        • @Arief: Apa hubungannya warga miskin Jember sama suruh sekolah yg pinter di Jember?? emangnya yg mendidik para mahasiswa di Jember itu orang2 miskin??? Asal tau ya pak, gak ada satupun kota pendidikan di Indonesia yg warganya 100% sejahtera apalagi di kota pendidikan yg merupakan metropolitan, tambah banyak lagi warga miskinnya, juga semakin lebar kesenjangan sosialnya…

    • @Arief: Ada warga Banyuwangi yg koment menjatuhkan Jember. gak usah jauh2, contohnya sampeyan sendiri. Di berita sebelumnya, sampeyan ngatain kalo daya beli masyrakat jember itu kecil, boleh jadi jember pusat ekonomi sbelah timur tp itu dulu, itupun dulu juga warga luar jember yg beli.
      Tp skrg akan berbalik. Terus di berita ini, sampeyan ngatain kalo nasional juga tau nama jember itu sudah terkubur suri, blok Jember ndeso lah, wong jember termasuk warga miskinya terbanyak lah, wes lebih buktine lek sampeyan koment nge-lugurno harga diri Jember..!! Lek ngono sopo seng motone PICEK, haah…???
      Emang belum tentu yg koment menolak bandara Jember itu wong Banyuwangi, tapi aku yakin sebagian besar yg nolak bandara Jember itu wong Banyuwangi, soalnya bandara luar kota terdekat dari Jember itu bandara Banyuwangi..
      Terus jare sampeyan: “logika ae, wong Banyuwangi gak mungkin ngurusi bandara Jember”, lah terus lek ngono logikane laopo sampeyan karo wong2 Banyuwangi liyane koment2 nolak bandara Jember??? jare gak kate ngurusi bandara Jember??? yo’opo seh??? karepe kon iki loh opo??? Logikamu iku loh gak bener…
      Mas/Pak Arief gak usah lah koment pake’ kata2 jorok/mesoh..!!! gak ada gunanya buat saya… Lagian motone sampeyan iku gak ndelok ta, iki website opo?? Gak sopan lek koment mesoh2 nang website tek’e pemerintah… opo maneh berita iki didelok wong akeh… trus lek pejabat pemprov ngerti website resmine diisi karo koment2 mesoh yo’opo?? Kan iso2 jeneng kabupatene sampeyan seng elek… Terakhir, dengan kata2 mesoh yg anda lontarkan, itu menunjukkan kalo anda adlah orang yg tdk berpendidikan tinggi… Wes monggo dipahami dewe komentku iki…!!!

      • @Ananda: kamu aja pake nama gak cukup satu,mau pamer koment terbanyak.
        Mau cari dukungan..dari kab.tetangga iya !!
        Mau ngundang2 kab tetangga ya.
        Munafik sekali kamu.
        Saya bukan orang banyuwangi cak..
        Ngapain aq ngurusi banyuwangi.

        • @Arief: Emang km bisa bukti’in saya mau pamer koment terbanyak?? Lagian ngapain juga’ saya nyari’ dukungan dari kab. tetangga… Toh kalo emang ada orang dari kab. tetangga yg nge-dukung bandara Jember beroperasi kembali, ya karena mereka emang setuju gak ada embel2 saya minta dukungan ke kab. tetangga… Ndak usah ngatain saya munafik deh.. toh sampeyan juga’ (maaf), munafik… liat aja koment2ku di atas… Lagian sampeyan nanggapi koment2ku isinya menyimpang dari koment saya… Trus gmn sampeyan nanggapi koment2ku yg di atas ini..???

        • @Arief: Kalo udah jelek2in Jember aja ngaku2 bukan orang Banyuwangi padahal aslinya bangga2in dan tinggal di Banyuwangi.. huuuhh… dasar beraninya lempar batu sembunyi tangan…

          • Heh Arief, perkataanmu itu nggak konsisten ya… katanya gak mau ngurusi Banyuwangi, tapi knp kamu di berita sebelumnya bangga2in Banyuwangi??? Trus kalo ada koment2 yg menurutmu melecehkan Banyuwangi, kenapa kamu nggak terima??? katanya “ngapain aq ngurusi Banyuwangi?” lah.. tapi buktinya udah ada.. gimana sih???!!!

  21. Kok ada yang kebakaran jenggot ???? :-D
    Awas kena stroke !!!!

    Sudahlah gak usah berdebat, BIARKANLAH MASYARAKAT JEMBER MEMILIH JALAN MASA DEPANYA SENDIRI !!

    Yang gak suka / gak setuju bandara Jember dibuka dan beroperasi dan lebih suka menggunakan bandara Banyuwangi ya monggo silahkan. Dan nanti jika bandara Jember beropersi yg gak setuju, ya gak usah menggunakan bandara Jember. Simple kan ?????

    Wes ngono ae…
    Salam para pendatangers Jember dari seluruh Indonesia

    • Tetep aja pilih bandara Jember noh aku hahahahaha
      Semoga kelak ada penerbangan Jember-Bandung ;-)

      • Aku juga mendukung pembukaan kembali Bandara Jember !!
        Semoga Jember lebih Go International lagi

        Salam pendatang Jember juga
        I Made Oka Setyana Dewa

    • Mannnntaaaaap……..

  22. hussh…ramai aja kayak anak TK..makanya saudara jangan sok tau menilai daerah yg blm pernah saudara tahu. Mau ada ini kek mau ada itu kek semua sudah ada yg mengatur. Memangnya saudara suka memberi komentar, saudara akan mendapatkan upah atau gaji.!? MAU MISKIN MAU MAKMUR MAU BANGUN INI ITU BUKAN URUSAN SAUDARA,JADI SAUDARA NGGAK PERLU MEMPERDEBATKAN MASALAH KONYOL INI, URUS RUMAH TANGGA ANDA SENDIRI. TERIMA KASIH.

  23. Wah ga sabar kepengen melihat dan tentu menggunakan Bandara Notohadinegoro Jember. Semoga ada penerbangan Jember-Bali
    Aseeeeeekkkkk…….

  24. Memang cuapek banget perjalanan darat dari Surabaya menuju Jember, harusnya Bandara Jember sudah harus ada sebelum saya masuk kuliah ke kota Jember. apalagi jelang penerimaan mahasiswa baru. Bandara Jember wajib beroperasi sesuai rencana atau maksimal pada pertengahan 2014

  25. Wah mantaf kali,,, Bandara Jember mau operasi kembali..

    • Saya walau asli Lumajang, mendukung banget Bandara di Jember segera dibuka untuk penerbangan komersial.

      • Weh saya juga asli anak bondowoso alias tetanggane jember sering bolak balik surabaya-bondowoso juga mendukung deh bandara jember dibuka hehehe…. kalo ke banyuwangi jauh sih.. deketan di jember…

  26. Alhamdulillah ada sedikit kepastian pembukaan bandara jember…

    Kebetulan kerja di jakarta beristri org jember…sejak nikah paling banyak ke jember 2 x setahun, krn masalah transportasi..kasihan anak-istri hrs menempuh waktu lama dlm perjalanan (ini jg yg jd keluhan temen2 yg berasal dr jkt dan sekitarnya),, kl bandara jember jd dibuka bersyukur banget bs memangkas waktu jkt-jember, bisa sering2 pulang, hehe

  27. daerah dgn banyak potensi..sayang masih tertinggal krn masalah transportasi bikin enggan org luar utk masuk. Jember mempunyai potensi pasar yg paling bagus di jatim bagian timur dibanding kab/kota disekitarnya… bandara sudah mau beroperasi, momen tepat utk invasi, hehe
    saatnya investasi dikota ini, JEMBER I’M COMING….

  28. jember merupakan kota transit pasti kota2 tetangga mendukung adanya pengoprasian bandara. tidak hanya itu universitas2 yg ada d jmbr sdh maju bhkn RS di jember yg awalx mlik jmbr skrng sdh brbh mlik RS prop. jd pst bxk klngan ats yg mmbthkn air transport. mdh2n dengan adax pengoprsian ini mmbnt warga jmbr mnngktkn pereknmian. amiiin…

  29. Aku dari ambulu jember, kalau saya lihat koment di bawah ini,.. saya terus terang setuju,.. termasuk masyarakat ambulu terutama di daerah · Andongsari · Karang Anyar · Pontang · Sabrang, perlu mendapatkan perhatian lebih… kami masih membutuhkan bantuan pemda,.. rakyat kami lebih memerlukan bantuan modal buat usaha yg bisa mensejah terakan,… itu yang kami minta dan kami pikir lebih di utamakan dari pada dana yg sekian besar tidak mengenai sasaran,…. kami masih butuh bantuan buat makan, berobat dan pendidikan,.. agar kami tidak usah susah2 bersusah payah bertarung dengan peluh untuk mencari.. sebutir emas di Gunung manggar yang kadang sebulan pun kami tak mendapatkanya… tolong bagi yg bukan warga jember hormati hak kami berbicara)

    saya setuju dengan pendapat di bawah ini:

    Kebutuhan itu pasti ada tingkat urgensinya… ada kebutuhan mana yang prioritas.. mana yang masih bisa di tangguhkan…. masalah jauhnya tempuh ke surabaya dan kota lainya dari jember maka bandara banyuwangi adalah salah satu satu solusi… memang masih ada jarak tempuh dari jember ke banyuwangi tapi paling tidak.. mengurangi setengah waktu perjalanan ke surabaya….

    kebutuhan akan adanya pembukaan bandara notohadi negoro logikanya bukan suatu kebutuhan primer.. dan tidaklah sangat urgent…. apa lagi sampai menelan dana yang sangat besar itungan milyaran…..

    alangkah arifnya… dana itu.. di bantukan ke pada saudara2 kita rakyat jember yang sekarang lagi kekurangan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan dan lain2 yang sifatnya lebih urgent,… kita yakin masih banyak sekali saudara2 kita dalam kondisi seperti itu di jember…

    teman dan sudaraku masyarakat jember….
    janganlah kita terlalu mengedepankan ambisi untuk suatu hal yang di luar jangkauan kita.. sementara kita melupakan saudara2kita,…. rakyat kita di depan mata kita yang kekurangan…. yang mungkin mereka tidak akan pernah merasakan naik pesawat terbang walaupun nantinya bandara jember sudah di buka…

    kalau memang pembukaan bandara bisa memajukan perekonomian jember… sudah pasti… tidak serta merta langsung begitu di buka bandara langsung ekonomi meningkat…

    semua itu butuh waktu… butuh proses… butuh banyak hal yg harus di lakukan menarik investor, proses perijinan, pembukaan perusahaan, dan polemik2 yang lain yang butuh waktu yang panjang dan belum tentu bisa sukses langsung… …. Nah apakah saudara2 kita rakyat yang kekurangan bisa menunggu sekian lama… semntara kelaparan itu… ketidak sejahteraan itu… sakit itu terjadi sekarang… apakah kita tega….

    bandara yang sudah di bangun sekarang bukan berarti.. kita bengkalaikan…. tetapi tunggu saat kita ekonomi jember sudah membaik… kemiskinan sudah teratasi… kesehatan sudah terpenuhi…. dan pendapatan PAD sudah meningkat dan cukup untuk melanjutkan pembangunan… baru itu suatu tindakan yang arif dan bijaksana…

    mudah-mudahan penjelasan ini bisa memberikan sedikit keterbukaan di hati kita….

    Dulur bener… cobak di buka link ngisor iki…
    iki bukti jember gurung saate mbukak mandara re…

    http://bappeda.jatimprov.go.id/2011/03/24/jumlah-warga-miskin-jember-meningkat/

    mbok danane kui di hibahno nyang wong seng gak ndue.. di gae modal usaha karo di ajari carane usaha ambek pemerintah… luih okeh manfaate rek..

    dari pada mbangun bandara yen jek iso nggae bandara banyuwangi.. laopo mbangun maneh ndek jember… nggae milyaran duike maneh… ojo egois,… ojo mabisi.. ojo dumeh pengen gagah… eleng dulur seng gak due sek….

    PENDAPAT2 DI ATAS INI SUDAH SANGAT JELAS… APALAGI YANG HARUS KITA DEBATKAN….

    MONGGO DI CERNA SENDIRI…..

    • Masyarakat Ambulu akan lebih setuju jika pengoperasian bandara segera dilakukan. Saya juga termasuk orang Ambulu. Keluarga kami juga dari keluarga petani, tapi petani yang ingin maju, termasuk mendukung pembukaan Bandara Jember :-D

  30. Perjalanan darat surabaya – tanggul (jember) 4 jam, Banyuwangi – tanggul 3,5 jam.. Daripada naik pesawat Surabaya-Banyuwangi, mending ngesot ae teko seroboyo neng jember!

  31. dalan ngarep omahku rosak kabeh…. teko deso kemuning lor karo deso kamal Arjasa,… wayah di perbaiki cak…. ngunu yo arep mbangun bandara… piye iki ojok moh korban segelintir orang kita di daerah di korbankan….

    • @imam mahpud: Kalo jalan rusak di desa sampeyan itu tanggung jawabnya pemerintah kecamatan Arjasa, karena itu kan jalan penghubung antar desa, jadi itu tanggung jawabnya kecamatan. Lagian jalan yg rusak bukanlah alasan yg tepat utk menolak pengoperasian kembali bandara. Coba lihat daerah NTT&NTB hampir di setiap kabupaten memiliki bandara sekalipun jalan dalam kotanya dan antar kabupatennya msh byk yg perlu perhatian, namun bukan menjadi tolak ukur jalan dalam kota tdk baik sehingga blm layak ada airport di suatu kabupaten tetapi dgn adanya bandara jg dapat mempermudah segala sisi sperti bisnis dll-nya. Terima kasih. :)

  32. Mudah2an cpt beroprasi demi kpntgn kt brsm,

  33. Pembuka’an bandara jember memang harus secepatnya di laksanakan, mengingat sudah berkali kali di adakannya even internasional Jember Fashion Carnaval yg penontonnya banyak dari luar kota dan luar negeri. . .
    Sukses buat pembuka’an bandara. . !

  34. sama saja warga desa karang duren kecamatan balung, paleran dan desa wringin telu, kecamatan puger………..

    banyak yang rusak parah.. perlu prioritas dan perhatian lebih…
    perlu di utamakan… untuk mempermudah laju ekonomi jangka pendek…

    dana perenovasian bandara bisa di tangguhkan…. infrastruktur jalan adalah jantung ekonomi sehari2…. perlu di utamakan..

    • Begini, kebutuhan akan pengoperasian kembali bandara bisa dibilang adalah hal yg mendesak, karena Jember memiliki 3 PTN dan merupakan pusat regional jatim timur yg semakin lama perkembangannya semakin pesat, ditambah lagi adanya event internasional JFC. Pengoperasian kembali bandara juga didasari oleh karena semakin menasionalnya PTN di Jember sebut saja UNEJ dan POLIJE. Semakin banyak mahasiswa dari luar Jatim dan luar Jawa yg kuliah di 2 PTN tersebut, dan bandara akan digunakan utk sarana mereka pulkam ke kampung halamannya yg jauh, juga untuk menarik investor dari kota2 besar.

  35. Aku mendukungmu Jember, segeralah buka bandara Notohadinegoro. Aku kapok numpak gledekan (***) tekan Suroboyo

  36. gae JSG mandek, Gae Bandara gak beroprasi sui, bar ngene gae gedung tertinggi di dunia, terus gae opo maneh,…. nganti entek duike,…

    iki stadion kesayangan warga jember perlu di delok…

    REPUBLIKA.CO.ID, JEMBER — Ketua Umum Persid Jember Sunardi mengeluhkan kerusakan Stadion Notohadinegoro Jember, Jawa Timur, yang cukup parah. Lantaran tidak adanya perawatan dari pemerintah kabupaten (Pemkab) Jember.

    “Dalam APBD tahun ini tidak ada anggaran untuk perawatan Stadion Notohadinegoro karena pihak Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) tidak mengusulkannya,” kata Sunardi yang juga anggota Komisi C DPRD Jember, Senin (24/2).

    Menurut Sunardi, Persid yang masuk dalam Divisi Utama Indonesia Super League 2014 terpaksa mendaftarkan stadion kebanggaan masyarakat Jember yang rusak parah itu sebagai kandang home base karena tidak ada pilihan stadion lain.

    “Pembangunan Stadion Utama Jember Sport Garden (JSG) molor dari batas waktu yang ditentukan eksekutif. Sehingga kami tidak bisa menggunakan stadion tersebut dan terpaksa menggunakan Stadion Notohadinegoro yang sebenarnya tidak layak,” ujarnya.

    Sunardi berharap semua pihak, terutama PSSI Jember yang selama ini menggunakan Stadion Notohadinegoro untuk menggelar berbagai kompetisi sepak bola.

    “PSSI masih bisa menggunakan dana APBD, sedangkan Persid Jember sudah tidak diperbolehkan menggunakan dana yang bersumber dari kas daerah,” katanya.

    Sunardi menyayangkan tidak adanya biaya perawatan stadion yang maksimal, padahal stadion tersebut sering digunakan untuk kegiatan konser atau kegiatan yang digelar oleh pihak event organizer yang menghasilkan uang.

    • @suporter persid: Tenang mas, JSG wes 90% rampung kok.. :D

  37. Memang sudah seharusnya tuh Bandara Notohadinegoro Jember segera dioperasikan kembali. Walau di Kab Banyuwangi sudah ada Bandara Blimbingsari yang sudah lama beroperasi, namun Jarak antara Blimbingsari-Jember dirasa sangatlah jauh karna beda sedikit dengan perjalanan Jember- Surabaya. Dan Jember sendiri juga sangat membutuhkan sarana yang satu ini, apalagi Bandara sudah lama tersedia namun mangkrak.
    Bahkan selain Jember sendiri, masyarakat di Kabupaten tetangga Jember seperti Lumajang timur dan Bondowoso juga pasti akan sangat dekat menuju Notohadinegoro dari pada Blimbingsari…

    • Wah jadi nggak sabar ingin segera naik pesawat via Bandara Notohadinegoro Jember :-) Harusnya sudah dari dulu2 Bandaranya dioperasikan. Denger2 pesawat ATR 72-600 bakal segera menghiasi langit Jember tiap hari.

  38. Wah mantep tenan ki rek, bandarae wes kate buka’ maneh..
    Mugo2 tambah maju daerahku…

    #GO BANDARA NOTOHADINEGORO JEMBER

  39. pembangunan boleh… maju teruss… mudah2an setiap pembangunan tidak di jadikan ladang korupsi oknum… yang bisa menyengsarakan rakyat….

    sumber:…

    http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=pembangunan%20jember%20menyimpang%20dari%20rtrw%20pemprov%20dan%20nasional&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0CE8QFjAF&url=http%3A%2F%2Fgresiknews1.blogspot.com%2F2014%2F03%2Fketua-lsm-gempar-jember-terima-surat.html&ei=WrFDU7bUFIn4rQf5vYDoBg&usg=AFQjCNHL92F9ruwaDLhoRuLMH2RyhOlsjA

    LAPORAN KASUS –KASUS KORUPSI RATUSAN MILYAR DI KABUPATEN JEMBER”
    “KETUA LSM GEMPAR JEMBER TERIMA SURAT TANGGAPAN DARI KPK Nomor : R-4404 / 40-43 / 12 / 2013 , ATAS LAPORAN KASUS –KASUS KORUPSI RATUSAN MILYAR DI KABUPATEN JEMBER”
    Written By Arifin Zakaria on Selasa, 18 Maret 2014 | 21.37
    Sepuluh macam kasus dugaan Korupsi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Indonesia Belum tersentuh oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Jember, GTN.com _(www.garudatimurnews.com) Selasa ,(7/ 1 / 2014) pukul 13.00 WIB, Ketua : R-4404 / 40-43 / 12 / 2013 tertanggal 23 DESEMBER 2013”. Yang ditandatangani atas nama Pimpinan Plt.Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Msyarakat yakni Sdr.Annies Said Basalamah.

    Bahwa surat tersebut menerangkan sehubungan dengan Pengaduan LSM GEMPAR Jember yang disampaikan secara Langsung tanggal 22 Oktober 2013 kepada KPK dapat di Informasikan bahwa Pengaduan tersebut menjadi bahan informasi untuk kegiatan KOORDINASI dan SUPERVISI atas Penanganan kasus dimaksud .
    Menurut ketua LSM Gempar Jember Desak KPK usut tuntas Dugaan KORUPSI di kabupaten Jember dan/ atau KPK segera SUPERVISI Kejaksaan Agung RI, Kejati Jatim dan Kejari Jember.

    LSM GEMPAR Jember saat melapor di KPK

    1. Bahwa adapun dugaan korupsi dimaksud adalah sebagai berikut:PROYEK(JSG)Jember,Rp 200 Milyar diduga RAWAN KORUPSI

    “ KORUPSI PEMBANGUNAN JEMBER SPORT GARDEN(JSG)=Korupsi pembangunan Hambalang jilid II”.
    JemberLSM Gebrak,Lsm Sakera yang tergabung dalam wadah GEMA TIPIKOR
    NUSANTARA(GTN),(Gabungan Elmen Masyarakat Anti Tindak Pidana
    Korupsi)kembali mendatangi gedung komisi pemberantasan korupsi (KPK)RI di Jakarta ,diwakili juru bicara Gema Tipikor Nusantara ketua LSM Gempar(Anshori)setelah di terima oleh KPK dan menyerahkan satu bendel LAPORAN ,Nomor ;03/III/GTN/O13,PERIHAL ;Laporan Dugaan Adanya tindak pidana
    Korupsi pembangunan Jember Sport garden (JSG)di Kabupaten Jember ,Jawa Timur .dan disertai rekaman VCD.

    gambar proyek Jember Sport Garden(JSG)

    Lsm Gempar.Jember desak KPK(Komisi Pembeantasan Korupsi) segera lakukan lidik, periksa dan tahan para tersangka korupsi dana pembangunan proyek multi years dan / proyek tahun jamak mulai bulan oktober 2012–sampai dengan bulan Desember 2013 yakni: proyek pembangunan JSG (Jember sport Garden) senilai Rp. 200 Milyar. yang dibangun diatas tanah bengkok milik Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates seluas 9 Ha. Yang terletak di desa Ajung,Kecanatan Ajung , Kab. Jember, status tanah pertanian.bahwa dalam pembangunan JSG tersebut diduga terjadi adanya penyimpangan sebagai berikut:
    (1). Bahwa tanah bengkok tersebut yang semula berstatus tanah pertanian telah di alih fungsikan menjadi tanah kering untuk didirikan bangunan JSG dimaksud tanpa ada rekomendasi dari Kementrian pertanian dan Mendagri.
    (2). Bahwa atas persetujuan DPRD II Jember proyek dimaksud dianggarkan pada APBD Jember Tahun 2012 dan tahun 2013 senilai Rp.200 milyar,yang rencana semula untuk pengembangan fasilitas JSG di atas tanah seluas 9 Ha,yakni meliputi tanah bengkok Kelurahan Mangli,Kecamatan Kaliwates seluas 9 Ha,tanah bengkok Sempusari ,Kecamatan Kaliwates seluas 8 Ha,yang mana kedua tanah bengkok tersebut terletak di Desa Ajung,Kecamatan Ajung, Jember dan membebaskan tanah pertanian produktif milik masyarakat seluas 33 Ha dalam rangka untuk memenuhi target Tanah seluas 50Ha.

    (3). Bahwa berdasarkan temuan dilapangan ternyata dana APBD tahun 2012 yg sudah dikucurkan sementara hanya terserap +- Rp.40 milyar dari Rp.100 milyar dan hanya dipergunakan untuk biaya pembangunan fasilitas JSG diatas tanah seluas 9 Ha,yakni tanah bengkok Kelurahan Mangli,Kecamatan Kaliwates,Kabupaten Jember, terletak di Desa Ajung,Kecamatan Ajung,Jember.

    (4). Bahwa di duga pada bulan April 2013 akan dikucurkan dana untuk pembangunan JSG dimaksud dari APBD tahun 2013 sebesar Rp.160 milyar sebagai memenuhi target pembiayaan pembangunan JSG sebesar Rp. 200 milyar

    (5). Bahwa Tanah bengkok yang diatasnya didirikan bangunan JSG dimaksud belum diterbitkan sertifikat oleh BPN Jember,karena diduga tidak ada Perda RT RW dan tidak ada rekomendasi dari Kementrian Pertanian dan Mendagri

    (6). Bahwa surat keputusan analisa dampak lingkungan AMDAL atas tanah tersebut belum diterbitkan.
    (7). Bahwa IMB(Ijin Mendirikan Bangunan) atas pembangunan JSG tersebut tidak ada atau belum diterbitkan ,sehingga patut diduga melanggar” Permendagri No.32 tahun 2010 tentang pedoman pemberian Ijin mendirikan bangunan(IMB) BAB. III pasal, 4 yang berbunyi:Bupati dalam menyelenggarakan pemberian IMB harus berdasarkan pada perda RTRW(Rencana Tata Ruang Wilayah)”karenanya jika IMB diterbitkan ,sebelum ada PERDA RTRW ,maka IMB tersebut tidak sah,karena diterbitkan secara melawan Hukum. Namun Ironisnya pembanguna JSG tersebut sudah dilaksanakan sejak Bulan Oktober 2012 ,karenanya berdasarkan permendagri No:32 tahun 2010 BAB .V tentang penertiban IMB pasal .19 berbunyi:”bangunan yang sudah terbangun sebelum adanya RTRW dan tidak memiliki IMB,yang bangunan tidak sesuai lokasi ,peruntukan atau penggunaan yang ditetapkan RTRW dikenakan SANGSI administrasi berupa perintah “Pembongkaran Bangunan Gedung”.

    (8).Bahwa Tanah Yasan milik masyarakat setempat yang berbatasan antara tanah bengkok,Kelurahan Sempusari,Kecamatan Kaliwates ,Kabupaten Jember dan tanah “BENGKOK” Kelurahan Mangli ,Kecamatan Kaliwates,Kabupaten Jember .yang di atasnya akan didirikan bangunan JSG.Belum Dibebaskan .karenanya pembangunan JSG tersebut diduga melanggar peraturan kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI) Nomor. 3 tahun 2007 BAB.V tentang tata cara pengadaan tanah Paragraf .6 Pasal .34 berbunyi ;Musyawarah rencana Pembangunan untuk kepentingan umum dilokasi tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal .31ayat (1) huruf a .dianggap telah tercapai kesepakatan ,apabila paling sedikit 75%dari .(a) Luas tanah yang di perlukan untuk pembangunan telah diperoleh atau (b).jumlah pemilik tanah telah menyetujui bentuk dan /atau besarnya ganti rugi

    Bahwa sebagaimana peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia (BPN RI) No.3 Tahun 2007 paragraf 1. tentang pembentukan panitia pengadaan tanah Pasal .14 ayat (2)berbunyi: Keanggotaan panitia pengadaaan tanah Kabupaten /kota paling banyak 9 orang dengan sebagai berikut. (a)sekretaris Daerah sebagai ketua merangkap anggota (b). pejabat dari unsur perangkat daerah setingkat ESLON II, sebagai wakil ketua merangkap anggota. (c). Kepala kantor pertanahan Kabupaten/kota atau pejabat yang ditunjuk sebagai sekretaris merangkap anggota (d)Kepala/Dinas/Kantor /Badan di Kabupaten / Kota yang terkait dengan pelaksanaan pengadaan tanah atau pejabat yang ditunjuk sebagai anggota .

    Bahwa ironisnya sebagian dana ABPD untuk pembangunan tersebut senilai Rp.50 milyar sudah dikucurkan dan pembangunan JSG dilaksanakan sejak Bulan Oktober 2012, Bahwa sebagaimana tersebut dalam peraturan pemerintah Republik Indonesia No.15 tahun 2010 Pasal.33 huruf (e)tentang penyelenggaraan penataan ruang : “bahwa peraturan Daerah Kabupaten tentang wacana tata ruang wilayah Kabupaten yang di tetapkan sebelum mendapatkan persetujuan substansi dari Mentri, dapat dibatalkan oleh Mentri dalam Negri “.

    Bahwa menurut hemat LSM GEMPAR Jember lokasi tanah tersebut Tidak Layak untuk didirikan bangunan JSG karena (1). BAHWA TANAH TERSEBUT BERBATASAN DENGAN DAERAH ALIRAN SUNGAI .(2).Pembangunan JSG dimksud akan berdampak mengurangi tanah pertanian sekitarnya seluas 33 Ha , milik masyarakat setempat yang akan dibebaskan untuk memenuhi target pembangunan seluas 50 Ha.

    Bahwa perda RTRW Jember ,baru dibahas dalam rapat di DPRD II Jember ,sejak tanggal .12 maret 2013, Namun sampai dengan saat ini Januari 2014 Perda RTRW dimaksud Belum Selesai. gerutu Anshori saat wawancara pada tim Garudatimurnes.com Sedangkan pembangunan JSG sudah dilaksankan sejak Bulan Oktober 2012, bahwa kasus dugaan korupsi pembangunan JSG adalah Merupakan kasus Korupsi proyek pembangunan Hambalang jilid 2. Bahwa dengan hanya terserapnya dana APBD tahun 2012 sebesar Rp.50 milyar yang seharusnya terserap Rp.100 milyar, maka patut diduga perencanaan proyek pembangunan JSG tersebut direncanakan kurang matang /asal-asalan dan untuk serap dana senilai Rp.200 milyar diperkirakan pembangunan JSG yang seharusnya Selesai pada akhir Desember tahun 2013 tahun, Namun tidak selesai dan Pembangunan JSG tersebut hanya terealisasi 60% karenanya Pelaksana Proyek JSG tersebut mengajukan Adendum (tambahan waktu) selama 50 hari yakni sejak 1 Januari 2014 sampai dengan 20 Pebruari 2014. , Oleh karenanya hal tersebut tidak sesuai dengan rencana semula yang mana pembangunan JSG dimaksud dilaksanakan selama 2 tahun yakni tahun 2012 s/d tahun 2013 .

    Bahwa untuk menentukan plafon harga pembebasan tanah harus dilaksanakan oleh “konsultan Independen” ,dengan melalui lelang yakni KJPP (Kantor Jasa Pelayanan Publik )dan untuk ijin perubahan peruntukan tanah harus ada IPPT(Ijin Perubahan Peruntukan Tanah}yang dilakukan oleh : (1)untuk ijin perubahan peruntukan status tanah seluas maksimal 1 Ha s/d 5 Ha .dilakukan oleh IPPT,Badan Pertanahan Nasional Daerah .(2). Untuk ijin perubahan peruntukan status tanah seluas 5 Ha sampai 10 Ha ,dilakukan oleh IPPT BPN Kanwil.(3). Untuk ijin perubahan peruntukan status tanah seluas 10 Ha s/d SETERUSNYA DILAKUKAN OLEH IPPT BPN Pusat .,tegas sang ketua LSM Gempar Jember,Jawa Timur menyakinkan media:Garudatimurnews.com

    Menurut ketua LSM Gempar Jember bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut diatas LSM Gempar himbau KPK SEGERA TURBA ke Jember untuk Lidik,ke TKP ,PERIKSA DAN DAN BORGOL PARA TERSANGKANYA hal ini perlu dilakukan sebelum para tersangka MEREKAYASA dan / atau Menghilangkan barang bukti (BB) , hal ini sebagai Implementasi janji KPK “Bahwa KPK akan memberatas Korupsi gemuk di DAERAH “ .

    LSM GEMPAR Jember di KEJATI JATIM

    II. Dugaan Korupsi Penyalah Gunaan Wewenang Penjualan Asset Pemkab Jember eks tanah Brigif.9 senilai Rp.20 Milyar yang diduga dilakukan oleh Bupati Jember Ir.MZA Djalal sebagaimana tersebut dalam SK Bupati Nomor: 188.45/130/012/2008 Tentang Penghapusan dan Pelepasan Tanah eks Brigif.9 Jember, Bahwa Penjualan Asset tersebut tidak ada persetujuan dari DPRD II Jember, Penjualan Asset tanah Pemkab Jember tersebut tidak dilelang karnanya melanggar Keppres No 80 Tahun 2003 .Bahwa asset tanah Pemkab tersebut tidak disertifikat dan tidak tercatat kedalam Daftar Inventaris barang milik Daerah, Bahwa harga penjualan asset tanah pemkab jember tersebut tidak mempertimbangkan harga pasar atau harga pembebasan tanah dalam wilayah yang sama , bahwa penjualan asset tanah pemkab Jember tersebut lalai dalam melakukan pelaporan atas keuangan Daerah. Bahwa uang hasil penjualan asset tanah pemkab tersebut Rp.20 milyar dimasukkan ke Kas Daerah hanya Rp. 11 milyar. Bahwa berdasarkan hasil Audit BPKRI Perwakilan Provinsi JATIM nomor: 56/R/XVIII. JATIM/06/2010 ditemukan kerugian Negara Rp.11 Milyar.

    Bahwa dalam kasus yang sama yang melibatkan anak buah Bupati Jember Ditangani Kejati Jatim yakni (1). Drs.Djoewito (mantan sekda ) perkara Nomor: PDS-05/JEMBER/08/2011. (2). Sudiyanto SH.perkara Nomor: PDS-06/JEMBER/08/2011. (3). Drs. Hasyi Madani , Perkara Nomor: PDS-07/JEMBER/08/2011. Bahwa berdasarkan Putusan Mahkamah Agung .RI ,Drs.Djoewito divonis bersalah dengan sangsi penjara selama 6 Tahun. Namun sampai dengan saat ini terpidana tersebut Belum di eksekusi. Bahwa untuk putusan perkara Kasasi atas nama terdakwa Sudiyanto SH dan terdakwa Drs.Hasyi Madani sampai dengan saat ini Belum Turun.Bahwa kasus tersebut dilaporkan ke KPK nomor: 25/GLK/JBR/10/2013 ,tertanggal 21 Oktober 2013 dan sebagaimana tanda bukti penerimaan Laporan / Informasi dugaan tindak pidana Korupsi nomor agenda : 2013-10-000138, nomor informasi : 64097 tertanggal 22/10/2013.

    TKP tanah eks Brigif .9 dikelilingi pagar warna hijau
    Ironisnya Aset pemkab Jember ,tanah eks Brigif .9 yang masih bermasalah tersebut sejak bulan Januari 2014 di dirikan bangunan dan Tempat Kejadian Perkara (TKP) tanah eks Brigif .9 dikelilingi pagar warna hijauyang rencananya di bangun pertokoan bertingkat 7 (tujuh) Lantai yang mana surat IMB (Ijin Mendirikan bangunan )nya sudah diterbitkan dan/atau ditanda tangani oleh Kadis P.U.Cipta Karya Kabupaten Jember

    Bahwa oleh karenanya LSM GEMPAR Jember desak Kejati Jatim maupun Kejari Jember selaku JPU(Jaksa Penuntut Umum) dalam Penanganan Perkara Dugaan Korupsi Penjualan Asset Pemkab Jember ,Dimaksud Rp.20 Milyar untuk segera menghentikan Pembangunan Pertokoan tersebut dan Periksa yang diduga menerbitkan IMB nya , hal ini demi tegaknya Hukum yang Adil dan Berkeadilan .

    Anshori saat di KEJAGUNG RI
    III. Dugaan Korupsi Pembangunan PJU (Penerangan Jalan Umum) Di Dinas PU.Cipta Karya (Dahulu Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup) Kab.Jember Tahun 2007 – Tahun 2008 Rp.82.725.707.000 Milyar yang Diduga Merugikan Negara Rp.30.655.724.000 Milyar.
    Adapun Bukti-bukti dugaan korupsi Dimaksud yakni berupa :( 1) Rencana Anggaran Biaya (RAB) (sebagaimana terlampir). (2) Surat Perintah Kerja (SPK) Nomor : 602.1/852/KTR/436.312/2007 tertanggal 14 Desember 2007 (sebagaimana terlampir). (3) Kerangka Acuan Kerja Penataan dan Pembangunan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Tahun Anggaran 2007 – Tahun 2008 Di Kab.Jember.(4) Penawaran dan Realisasi Harga Pabrik Tiang PJU dan Aksesoris .(5) Buku II Hasil Audit BPKRI Perwakilan Di Surabaya Nomor : 122/R/XVIII.SBY/06/2008 tertanggal 19 Juni 2008 tentang Laporan Atas Kepatuhan
    Dalam Kerangka Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Jember Untuk Tahun Anggaran 2007. (6) Hasil Audit BPKRI Perwakilan Provinsi Jawa Timur Nomor : 56/R/XVIII.JATIM/06/2010 Tentang Laporan Atas Kepatuhan Dalam Kerangka

    Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2009 Di Jember tertanggal 23 Juni 2010. Adapun Kronologinya adalah sebagai berikut ,Bahwa Penganggaran dan Realisasi Pembiayaan Pengeluaran pada Belanja modal di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Rp.30.655.724.000 Milyar adalah Tidak Sesuai Ketentuan. Bahwa adapun rincian Pembayaran tahun 2009 adalah sebagai berikut :( 1)pada tanggal 11 Mei 2009 Pencairan Rp.6.126.603.000,- (2)pada tanggal 17 Juli 2009 Rp.9.189.905.000,- (3). pada tanggal 17 Juli 2009 Rp.7.658.254.000,- (4). pada tanggal 02 Desember 2009 Rp.22.708.000,- (5). pada tanggal 23 Desember 2009 Rp.7.658.254.000,-

    Bahwa dalam Perjanjian Kontrak Pekerjaan Penataan dan Pembangunan Lampu PJU sebagaimana tersebut dalam Surat Perjanjian Pemborongan Nomor : 602.1/851/KTR/436.312/2007 tanggal 14 Desember 2007 antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan Kontraktor Pelaksana PT.SDM (Sarana Dwi Makmur) diketahui pada Perjanjian pasal.8 ayat(1) mengenai Jangka Waktu Kontrak dan Pemeliharaan : Menerangkan bahwa jangka waktu Pelaksanaan Pekerjaan sampai Selesai 100% Dihitung mulai tanggal 14 Desember 2007 sampai dengan 13 Oktober 2008. Dalam Perjanjian tersebut juga diatur Cara Pembayaran pada pasal.7 ayat(1) mengenai cara pembayaran: menerangkan bahwa Pembayaran dari jumlah harga borongan dilakukan secara Angsuran Selama 3 (tiga) Tahun Anggaran (Tahun 2007, Tahun 2008, Tahun 2009). Bahwa Fisik Pembangunan Penataan dan Pembangunan Lampu PJU di Kabupaten Jember Sudah Diselesaikan pada Tahun Anggaran 2008, sehingga

    Penganggaran Angsuran pada Tahun 2009 pada Belanja Modal adalah Tidak Benar, Karena pada Tahun 2009 Pemerintah Daerah Kabupaten Jember Hanya Tinggal Membayar Sisa Kewajiban Daerah kepada Rekanan PT. SDM (Sarana Dwi Makmur). Bahwa Pembayaran Kewajiban Pemerintah Daerah Seharusnya Dianggarkan pada Pos Pembiayaan Pengeluaran Pembayaran Hutang di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah sebagai Satuan Kerja Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Jember. Bahwa dalam Pelaksanaan Pembangunan Pengadaan Lampu PJU Dimaksud Diduga terjadi: (a)mark up harga Tiang dan Aksesoris Lampu PJU tiap Tiang Lampu Rp.7.000.000,- / lebih,

    Sedangkan Tiang Lampu PJU yang terpasang di Kab.Pasuruan dengan Kwalitas yang sama tiap Lampu PJU harganya Rp.3.000.000,- (b).Diduga Ketebalan Tiang Lampu PJU Tidak Sesuai Bestek / Kontrak yakni di dalam Kontrak bahwa Ukuran Ketebalan Tiang PJU 3 mm dan 3,3 mm Namun di lapangan terpasang ukuran ketebalan Tiang PJU 2,8 mm. (d) Pembangunan Tiang Lampu PJU Diduga Tidak Dilelang, Melanggar Keppres Nomor 80 Tahun 2003. (e). Diduga Melakukan Pembukuan dengan Modus mendua kalikan Pembayaran PPn. (f) Mark Up Jumlah Tiang dan Aksesoris Lampu PJU sebagaimana Laporan Pemkab Jember, bahwa Jumlah Tiang Lampu PJU sekabupaten Jember berjumlah 9.718 Tiang Namun Kenyataan dilapangan disebutkan dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) berjumlah 8.678 Tiang Lampu PJU.

    Contoh: (1) Di Jalan Moch.Yamin dalam Kontrak / RAB Tercantum 58 Tiang PJU Namun di Lapangan terpasang 30 Tiang PJU. (2) Di Jalan Mastrip – Tidar dalam Kontrak tercantum 92 Tiang PJU Namun terpasang 77 Tiang PJU. (3) Di Jalan Lumba-lumba – Windu – Bandeng dalam Kontrak tercantum 92 Tiang PJU Namun dilapangan terpasang 58 Tiang PJU. (4) Di Jalan Tawangmangu dalam Kontrak tercantum 43 Tiang PJU Namun terpasang 38 Tiang PJU dan lain-lain. Dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI nomor : 03/Gempar /X/2013 tertanggal 3 Oktober 2013 dan Dilaporkan ke KPK nomor : 05/KLS/JBR/X/2013 tertanggal 21 Oktober 2013 sebagaimana tanda bukti penerimaan Laporan / Informasi dugaan tindak pidana korupsi nomor agenda : 2013-10-000140, nomor informasi : 64099 tertanggal 22/10/2013.

    Ketua LSM GEMPAR & SAKERA di Kejati Jatim
    IV. Dugaan Korupsi Dana APBD Jember Tahun 2006 yang tidak tersedia atau tidak cukup tersedia dan/atau mendahului PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) senilai Rp. 115 Milyar tidak ada persetujuan DPRD II Jember. dilaporkan ke Kejati Jatim Tahun 2008 namun sampai dengan saat ini tidak ada Jluntrung nya.

    LAPTER Noto Hadi Negoro Jember

    V. Dugaan Korupsi Uang Sewa Pesawat Lapter (Lapangan Terbang) Noto Hadi Negoro JemberTahun 2008 senilai Rp.5 Milyar, ditangani Kejari Jember dan sudah di tetapkan tersangkanya yakni: (1). Drs. Sunarsono (mantan Kadis Perhubungan Jember) sebagaimana surat perintah nomor: Print-41/0.5.12/Fd.1/06/2011, tertanggal 15 Juni 2011. (2). Syafril Jaya SH.MH (mantan kepala PDP Jember) sebagaimana surat perintah nomor: Print-42/0.5.12/Fd.1./06/2011, tertanggal 15 Juni 2011. (3). Raymon Malaikai (Direktur PT AERO ekspres Internasional) sebagaimana surat perintah nomor: Print-43/0.5.12/Fd.1/06/2011, tertanggal 15 Juni 2011. Bahwa sampai saat ini 3 tersangka tersebut tidak ditahan, perkaranya belum di Gelar dipersidangan dan Bupati Jember Ir. MZA Djalal yang patut diduga Menyalahgunakan Wewenang sampai dengan saat ini yang bersangkutan Belum diperiksa oleh Kejari Jember karenanya perkara tersebut terkesan Digantung .

    Bupati Jembewr NGUNDUH MANTU di pendopo

    VI. Dugaan Korupsi Penyalahgunaan Uang KONI (Komisi Olah Raga Nasional Indonesia) Kabupaten Jember Tahun 2012 yang dipakai untuk biaya kegiatan BBJ (Bulan Berkunjung ke Jember) senilai Rp.6,5 Milyar yang Tidak Sesuai Peruntukannya, ditangani oleh Kejari Jember yang mana sampai dengan saat ini masih dalam tahap Penyidikan dan belum ditetapkan Tersangkanya .
    Bahwa kasus tersebut dilaporkan ke kejaksaan Agung RI nomor : 01/Gempar/VII/2012 tertanggal 04 Juli 2013 dan ditindaklanjuti dengan Surat Laporan nomor : 04/Gempar/X/2013 tertanggal 21-10-2013.

    VII. Dugaan Korupsi Dana Bansos (Bantuan Sosial) Program Nasional di Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Tahun 2011 senilai Rp. 33 Milyar, dilaporkan ke Kejari Jember dan sampai dengan saat ini Belum Dilakukan Lidik. Bahwa dalam kasus dugaan korupsi tersebut terjadi adanya markup, Pelaksanaannya tidak sesuai dengan Juklak, Juknis dan tidak sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya)semisal dalam RAB ditetapkan ukuran Galvalum 0.75 mm, namun Pelaksanannya dipakai galvalum ukuran 0.55 mm, dan untuk bahan bangunan kayu ditetapkan nomor 2 namun dipakai kayu nomor 4.

    Kantor DISPENDIK Jember

    VIII. Dugaan Korupsi DAK (Dana Alokasi Khusus) di Dispendik Jember Tahun 2011 senilai Rp. 40 Milyar, yang mana telah terjadi adanya mark up, Pelaksanaanya tidak sesuai Juklak ,Juknis dan tidak sesuai dengan RAB(Rencana Anggaran Biaya). Bahwa kasus tersebut Belum ditangani oleh Kepolisian maupun Kejaksaan karnanya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) harus Lidik, Sidik dan Tahan para tersangkanya .

    IX. Dugaan Korupsi Raibnya Getah Karet Olahan PDP (Perusahaan Daerah Perkebunan) Parahiyangan Kab.Jember Tahun 2012 seberat: 159.106 ton senilai Rp.3,8 Milyar akibat adanya Kerjasama Operasional (KSO) antara Direktur PDP dan PT.Nanggala Mitra Lestari Surabaya selama 20 Tahun terhitung sejak …. Bahwa KSO dimaksud mendapatkan Persetujuan Prinsip dari Bupati Jember Ir.MZA .Djalal nomor: 500/193/35.09.1.21/2013 ,tertanggal 19 Maret 2013 . bahwa pada tanggal 22 Maret 2013 PDP Jember diduga telah menyerahkan Stok akhir Produksi Karet olahan kepada PT.Nanggala Mitra Lestari Surabaya seberat 159.106 ton senilai Rp.3,8 Milyar.Bahwa pada bulan……Bupati Jember Ir.MZA Djalal dengan secara sepihak telah Membatalkan Perjanjian KSO tersebut dan diduga Getah Karet Olahan seberat 159.106 ton senilai Rp.3,8 milyar yang diserahkan PDP Jember dan sudah diterima oleh PT. Nanggala Mitra Lestari Surabaya Belum dibayar. Bahwa perkara tersebut dilaporkan ke Polres Jember oleh para buruh PDP pada tanggal 04 Maret 2013 yang mana sampai dengan saat ini Belum ditetapkan para Tersangkanya.

    LOGO LSM GEMPAR JEMBER

    X. Dugaan Korupsi Puluhan Milyar Rupiah yang tersebar di 14 Rekening Liar yang tidak dilengkapi SK (Surat Keputusan) Bupati Berdasarkan LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK RI tahun 2011, Bahwa perkara tersebut Belum ditangani Oleh Kepolisian maupun Kejaksaan , karenanya KPK harus Lidik bersama PPATK untuk dilakukan Sidik dan Tahan para tersangkanya .

    Dukumen Saat Anshori Desak KPK, Supervisi Kejati Jatim

    Bahwa bilamana Kejaksaan Agung RI, Kejati Jatim maupun Kejari Jember tidak mengindahkan Supervisi dimaksud maka KPK wajib mengambil alih penanganan kasus-kasus dugaan Korupsi dimaksud sebagai melaksanakan Pasal 8 dan Pasal 9 Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi .

  40. Semoga kelak bandara jember menjadi bandara yang besar ramai maju dan terbaik. melayani penerbangan internasional juga.

  41. Yang ane tunggu2 dari dulu tuh pembukaan Bandara Notohadinegoro Jember dengan penerbangan perdana oleh maskapai Garuda Indonesia..

  42. Sepertinya yg koment2 menolak pengoperasian kembali bandara Notohadinegoro itu orang2 di sblah timur kab. Jember. Trus apa karena bandara Notohadinegoro akan beroperasi lantas bandara Blimbingsari (maaf) takut kehilangan banyak penumpang?? Kalo nggak percaya monggo dibaca berita di link saya ini http://surabaya.tribunnews.com/2013/09/12/calon-penumpang-terpaksa-pilih-bandara-blimbingsari-banyuwangi

    • Mungkin juga… Saya sebagai orang Lumajang malah mendukung segera dibukanya Bandara Jember. Habis kalau ke Banyuwangi jauh sekali dari Lumajang, malah hampir sama perjalanan darat Lumajang-Surabaya. Kayaknya orang Bondowoso mungkin juga sependapat dengan saya agar segera dibuka Bandara Jember.

      • Memang betul, kalau bandara Jember sudah dibuka, maka bandara tsb. juga akan mudah menjangkau wilayah Lumajang dan Bondowoso. Selain itu perekonomian kab. Jember dan kedua kab. tsb. juga akan meningkat.

        • Semoga penerbangan perdana Garuda Indonesia di Jember pada 1 Juni menjadi tonggak sejarah awal dari maju dan berkembangnya Bandara Notohadinegoro Jember.

      • @Syarif: lucu ya orang lumajang mau ke sby hrus ke jember dulu,
        berani taruhan aku bro,klau kamu bakal naik pesawat mau ke sby via lapter jember..,
        hahaha

        • @Arief: Tapi setidaknya kalo dari Lumajang mau ke Sby via bandara Jember bisa mengurangi setengah waktu perjalanan. Buktinya dari Lumajang ke Jember 1 jam, dari Jember ke Sby 30 menit naik pesawat, jadi total 1,5 jam. Bandingkan dgn perjalanan darat dari Lumajang ke Sby 2 jam 15 menit (blum ditambah kalo kena macet di porong). Mana yg lebih cepet? Justru yg lucu itu kalo dari Jember ke Sby via bandara Blimbingsari… kejauhan… mending langsung perjalanan darat dari Jember ke Sby. kalaupun emang ada itu berarti terpaksa…

    • Berita bohong itu , data dari mana.
      Trus penumpang 60% sisanya dari situbondo,bondowoso,&jembrana juga banyuwangi.
      Brarti masing2 kabupaten menyumbang penumpang 15% saja,trmasuk banyuwangi.

      Logika ..logika.. Logika…logika..

  43. Saya orang Bondowoso mendukung 100% dibukanya bandara Jember, daripada ke bandara banyuwangi masih jauuuuuh lewat hutan gumitir lg, cpk deh……..

  44. @Arief: Udah, nggak usah mengelak, itu udah ada buktinya di link yg saya cantumkan. Knp masih nggak percaya sih??? Apa karena berita itu menurunkan harga diri bandara kebanggananmu?? Itu berita dari situs web resmi lho mas.. Kalo sampeyan emang mau protes, ya protes aja ke admin di berita itu, jgn ke saya.. Trus bisa aja yg 40% emang bener2 dari Jember yg pengen ke Bali, kan belum tentu 1 kab. yg lain juga’ menyumbang 15% penumpang. Trus data yg smpeyan dapet kalo masing2 kab. menyumbang 15% penumpang dari mana?? tolong kasih data yg sumbernya jelas.. jgn asal tulis aja…

  45. @Arief He..he.. Mas Arief lucu kenapa mas? Saya tinggal di Lumajang Timur dan langsung berbatasan dengan Jember jadi wajarlah jika saya ke Surabaya via udara melalui Jember bukan Banyuwangi. Kalo suruh milih pergi ke Surabaya antara perjalanan udara via Banyuwangi atau darat dari Lumajang, Saya milih yang terakhir mas.

    • iya betul itu, kalo dari Lumajang ke Sby via bandara Jember setidaknya bisa mengurangi setengah waktu perjalanan, terutama dari Lumajang bag. timur. :)

  46. Jika nanti bandara Jember sudah buka, saya yakin orang Bondowoso, Situbondo, Lumajang dan jember sendiri memilih bandara Jember ketimbang bandara banyuwangi, mungkin karena jarak tempuh yang mudah ketimbang lewat gumitir dan jalan berkelok – kelok

  47. Lha terus kapan bandarane dibuka’??? iki wes mlebu juni, jare April dibuka’???
    Ayooo ndang dibuka’, wes gatel iki ate numpak montor maburr…. hahahaha….

    • sek golek dino apik mas bro

    • Menurut info yg saya baca di koran radar Jember tgl 1 Juni 2014, pada tgl 31 Mei masih dilakukan penebalan aspal bandara sehingga bandara dipastikan beroperasi pada minggu ke-4 bulan Juni dgn landasan pacu sepanjang 1650m. Dan pagar bandara sudah rampung 70% pada tgl 31 mei. Jadi mohon maaf pembukaan bandara tertunda. Namun optimis aja bandara pasti dioperasikan. :)

  48. Alhamdulilllah, kemarin bandara Notohadinegoro sudah didarati pesawat rombongan Mahfud MD yg akan menuju Bondowoso. Selengkapnya baca di http://m.indopos.co.id/2014/07/pilot-kanada-puji-bandara-jember.html#comment-2485

    • Hmmm.. Siap-siap mudik ke Jember naik pesawat

  49. Wah asik tuh sekarang ada dua moda transportasi darat dan udara menuju Jember
    Selamat atas pembukaan bandara Notohadinegoro Jember Jawa Timur. Semoga dengan dibukanya bandara, Jember tambah maju

  50. Iih sngx,saya org jember jg tp di samarinda…btw klo dr balikpapan bs lgsg kw bandara jember ga ya…mklm lm ga pulkam.

  51. Alhamdulillah, setelah tertunda beberapa bulan akhirnya bandara Notohadinegoro yg ditunggu2 masyarakat Jember beroperasi juga. Semoga dgn kembali beroperasinya bandara Notohadinegoro bisa memperlancar mobilitas para pebisnis, akademisi, dan para wisatawan yg akan berwisata di Jember. Juga semoga bandara ini juga dpt meningkatkan perekonomian kab. di sekitar Jember spt. Lumajang dan Bondowoso. Maju terus Jember jaya..!!! Selengkapnya lihat di http://www.beritasatu.com/food-travel/197128-garuda-mendarat-mulus-di-bandara-jember.html

  52. dengan di bukanya bandara Notohadinegoro Jember secara pelan tapi pasti mereduksi bandara Blimbingsari Banyuwangi

    • Hehe.. btw, mereduksi ini dalam artian apa ya? :D

      • Semoga Bandara Jember segera membuka rute Jember (JBB) – Soetta(CGK) Sultan Hasanuddin (UPG) Ngurah Rai (DPS) Sultan Aji Muhammad Sulaiman (BPN) dan Kuala Namu (KNO)
        Syukur2 bisa jadi bandara Embarkasi-Debarkasi Haji.

  53. permisi mas tou mbk.
    untuk di bndara jember udah buka
    lowongan kerja blm?.berhubung saya
    lulusan dri ground handling dan pernah
    kerja di merpati di bali dan jakarta.
    saya ingin kembli bekerja di bandara.
    mohon ifonya yah

  54. Alhamdulilllah…

    Bandara Jember udah operasi. Mau komen sejak tgl 16 Juli lupa terus…

    Load factornya 100% utk 2 hari pertama (PP)
    Dan tanggal 1,2,3 Agustus tiketnya jg sudah ludes terjual (PP).

    Para pengusaha travel Lumajang jg sdh mulai memburu. Kemarin ada travel lumajang yg udah nyoba.

    Ga usah nunggu lama, sebentar lagi Notohadinegoro Airport bakalan jadi Bandara besar. Garuda segera buka rute Jkt-Jbr dan Dps-Jbr (sumber: NET.TV). Dan Maskapai Susi Air juga sudah ancang2 mau buka Rute Sby-Jbr.

    • Moga2 Garuda cpt buka’ maskapai citylink yg merupakan anak perusahaannya di Jember yaa.. Soalnya harganya miring… hehe.. :D

  55. Yang bikin saya WOW dan سُبْحَانَ اللّه itu ya mas… Load factornya lho kok sampek 100%. Antusiasme masyarakat benar2 lebih dari apa yg diharapkan pihak Garuda.

    Garuda aja yg mahal (segmen menengah ke atas) sering 100%. Apalagi Citilink yang notabene lebih murah. Bisa2 sehari ada 7 penerbangan PP.

    Wings Air sepertinya juga harus masuk ni mas. Tapi beritanya baru Susi Air.

    Sebentar lagi jg runwaynya bakal diperpanjang jd 2000 m. Tendernya sudah selesai. Tinggal pengerjaan

    MARI KITA SAMBUT DERASNYA INVESTASI KE JEMBER

    • Saya harap tdk hanya Jember yg merasakan derasnya investasi, tapi juga 2 kabupaten tetangganya yaitu Lumajang dan Bondowoso. Dan juga semoga kunjungan wisata ke ke-2 kab. tsb. akan meningkat.

      • Situbondo jg mas…

        • Ya, boleh2.. Btw, apa sampeyan ini tinggal di luar Jember?

    • Setelah terjadi komentar pro-kontra pembukaan kembali bandara Jember di atas, akhirnya secara perlahan tapi pasti bandara Jember beroperasi kembali dengan ditandai penerbangan komersial perdana oleh Garuda Indonesia.

      • Komentar yg kontra itu lho mas seng megelno… Koment yg kontra itu cuma pengen bandara kab. sebelah biar gak kalah saing sm bandara Notohadinegoro… #Kemungkinan besar itu penyebabnya..

        • Ha ha ha iso ae pean iku..
          Ancene Jember iku strategis kok

          • Iyo mas, denger kabar kalo Puger bakal jadi pelabuhan transit internasional. Skrg aja udah banyak investor yg melirik pansela Puger.

        • ananda jancok

  56. Mantap benar bandara Jember sudah beroperasi dengan diawali oleh maskapai Garuda Indonesia, semoga kedepanya bandara Jember tambah maju dan berkembang pesat menjadi bandara internasional ketiga di Jawa Timur dan menjadi jalan pembuka investasi besar-besaran di Kab Jember dan sekitarnya

  57. Iyaa mas… Saya di Malang. Tp lahirnya di Jember…
    Tepatnya di Kepel Ampel Wuluhan…
    ‎​☺hë•⌣•hë•⌣•hë•⌣•hë☺

    • Btw, akun FBnya sampeyan namanya Kang Jam Il kan? :D Saya sebenarnya udah tau tempat tinggal sampeyan dari akun FBnya sampeyan.

      • ‎​Нå. нå. нå. нå.

        Benar sekali…
        Jangan2 FB kita sdh berteman lama mas…

  58. آمِّينَ يَا ر بَّ‎​ الْعَالَمِين

    Semoga segera terealisasi. Soalnya yg jadi acuan investor2 besar itu garuda. Kalo Garuda masuk suatu daerah, hampir
    bisa dipastikan daerah itu punya potensi yang besar.

    Sekarang di Bandara Notohadinegoro jg sdh dilayani travel resmi yg menghubungkan bandara menuju tempat2 penting di Jember (kota).

    Sekadar info : utk beberapa hari mendekati event JFC tiket Garuda ke Jember jg sdh ludes terjual… :)

    • Wahh..,, bagus itu istimewa sekali… Jadi nggak sabar pengen liat Jember jadi kota besar…

      • Iyaa mas… Kuncinya, pembangunan harus disebar ke kecamatan2 pinggiran atau setidaknya di kecamatan yg berbatasan dg sumbersari, patrang, dan kaliwates. Pembangunan di 3 kecamatan itu padet bgt.

        Kalo di Malang (kota) itu kayaknya kotanya ada 5 kecamatan lebih. Jd kotanya besar. Pembangunan pun merata.

        • Nah, maka dari itu saya sbg. anak Jember menyetujui wacana pemekaran Jember menjadi kotamadya dan kabupaten agar distribusi pendapatan lebih adil dan merata serta agar pembangunan tdk hanya terpusat di wilayah kota saja. Seperti Malang kalo misalkan hanya pakai satu pemerintahan saja (tanpa ada kotamadya) maka pasti pembangunannya tdk merata karena Malang raya itu kan wilayahnya luas dan penduduknya banyak. Pastinya kalo cuma pakai 1 pemerintahan saja yaa pasti kerepotan dong pemdanya.. hehe..

  59. ^^ wahh, kang jamil anda sudah lama tidak aktif di SSCI Jember namun sepertinya sering mantau berita di SSCI Jember ya…

    monggo mas ananda dan kang jamil… silakan digeser diskusi jembernya di trit [JEMBER] Projects & Development, mari kita ramaikan bersama diskusinya.

    Semoga memang benar sesuai harapan bersama, bahwa JBB menjadi pintu gerbang masuknya investasi dan kunjungan wisata di Kab. jember dan Kab.2 sekitarnya.

    • Saya sudah chat FB dgn Kang Jamil kok mas Yuri Putra. Ya.. diskusi dan sharing2 tentang Jember gitu.. :)

  60. wis poro dulu2 ga ush saling debat apa lg membanding bandingkan masalah daerah Kota jember dgn yg lain itu ga bagus hehehe..
    intinya saya cm mau nanya kira2 ada lowongan ga di bandara noto hadi negoro jember
    Pengalaman saya di bandara ngurah rai bali kurang lebih sdh 7 thn

  61. Asyiiiiiik bandara notohadinegoro udah Di buka , sebagai arek jember asli yg tinggal Di LN sy sangat bangga Dan seneng banget Ada bandara Di Kota kelahiranku jd Kalo pulang kampung cepet nyampe , biasanya males pulang kampung krn perjalanan yg me makan waktu lama, bravo Kota jember . I’m coming to see u .

  62. Semoga bandara jember semakin jaya maju dan berkembang pesat.. btw bandaranya sebelah mana yaa ?? hehe maklum sy orang jambi, sekali doang ke jember naik KA itupun seputaran kota aja.

    • Bandaranya terletak di desa Wirowongso, kecamatan Ajung, di selatan Jember kota.

  63. Mantaaaappp

  64. masih ada lowongan gak ya di bandara notohadinegoro ini??kalo ada tolong info dong.Terimakasih

  65. cak teguh@ coba kamu tuliskan sejarah unej..,

  66. Yes setelah garuda indonesia sekali sehari pp sub-jbb, tgl 29/12 bakal 2x sehari pp sub-jbb

    • Dan peluncuran penerbangan 2x sehari Sby – Jbr sudah dimulai hari ini.. Selamat buat bandara Notohadinegoro Jember.. (y) Semoga kedepannya bisa dibuka rute2 penerbangan ke kota2 lainnya.. :)

  67. Menurut ane selain SUB-JBB seharusnya Garuda segera membuka rute CGK-JBB, UPG-JBB, BPN-JBB.

    • Utk rute selain SUB – JBB, rencananya akan dibuka rute JBB – DPS dulu. yaahh.. impiannya sih semoga segera buka rute JBB – CGK.. :)

      • Landasan bandara Jember harus diperpanjang lagi minimal 2000m, tapi sayang Jember masih seperti anak tiri yg bandaranya tidak didukung APBN :-)

        • Ya, utk bisa didarati pesawat kalo gak salah sekelas boeing, panjang landasan min. 2000m. Kabar yg sudah ada sejak bandara baru beroperasi, landasannya mau diperpanjang sampai 2000m. Tapi kenyataan di lapangan masih 1650m ya? Dan memang iya kalo bandara JBB tdk pernah didanai APBN, entah pemkab Jember yg kurang bisa melobi pusat, atau Jember yg memang dianak tirikan oleh pusat, saya tdk tahu..

          • Yaa semoga tahun 2015 ini Pemkab Jember dapat memperpanjang landasan bandaranya mjd minimal 2000m walau pakai APBD, karna bandara Jember satu2nya bandara di Indonesia yang dibangun dg kekuatan APBD setempat.

      • @ ananda, serius nih mas, ada sumber info resmi gak, saya domisili denpasar skr, sangat senang sekali kl ada direct flight jbr-dps pp, terutama saat mudik lebaran, smoga segera terealisasi aamiin

        • Memang rencananya akan dibuka rute JBB – DPS, rencananya mau dibuka tahun ini setelah pembukaan rute JBB -SUB sebanyak 2 kali penerbanngan dalam sehari, tapi masih belum tahu kpn bulan pastinya pembukaan rute JBB – DPS.

    • Ya, kita semua berharap pemerintahan kab. Jember setelah Pak Djalal dapat menganggarkan dana utk perpanjangan landasan bandara.

  68. Ada yang bisa kasih info, berapa kira-kira ongkos taksi dari terminal Arjasa ke bandara? Kalau ada yang tau, please info ya…terima kasih.

  69. Lak buka tenan, ono rute jogja-jember yo enak lak mudik, gk kesuwen ng dalan. kan mas2, yu2.

  70. padahal sudah jelas di jember msh 1x flight oleh garuda dan itu sdh bagus.sedangkan di banyuwangi sudah 4x flight oleh garuda dan wings air di tambah april depan sriwijaya air buka rute jakarta banyuwangi dan ini juga sudah bagus.jadi gak perlu ribut” lagi,krn sdh jelas mana yg lbh prospek dan tidak.hehehe

    • @Dewa; selain krn potensi wisata Bwi yg lebih besar daripada di jember, lahan JBB statusnya msh KSO (kerja sama operasional) dgn PTPN, yg mana hal itu yg kdi penghambat pengembangan JBB. Sebenarnya prospek JBB lbh besar daripada yg terlihat saat ini, walaupun prospek yg sebenarnya pun tdk sebesar prospeknya BWX.

  71. Ananda@ jember jg besar kok mas potensinya.tapi sepertinya belum digarap.sepertinya cuma fokus ke jfc.andai jember mau mungkin bisa mengajukan ke pemkab banyuwangi untuk ikut jadi tuan rumah tour de banyuwangi ijen mas.
    kalau jember serius kelola wisatanya pasti bandaranya jg bisa ramai dan brkembang kayak bwx mas.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim