Pakde Karwo Santuni Korban Longsor Jombang

Pakde Karwo meninjau langsung lokasi longsor

Pakde Karwo memberikan santunan kepada para korban longsor di Dusun Kopen Desa Mutersari Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Santunan yang diberikan Gubernur tersebut sebesar Rp50 juta kepada 5 KK korban yang tertimpa musibah, Selasa (28/1). Dengan keharuan mendalam Pakde Karwomengatakan, bantuan ini hanya sementara untuk membantu korban yang tertimpa musibah tanah longsor. “Ini ada bantuan sedikit, tolong dipergunakan sebaik mungkin, jangan sampai warga yang tertimpa musibah terlantar. Ini hanya awal yang diberikan oleh pemerintah. Ke depan kami akan berkoordinasi dengan Pak Bupati terkait perbaikan paska musibah. Kami ikut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya,” ungkap Pakde Karwo di kepada keluarga korban.

Pakde menjelaskan, bencana longsor ini diakibatkan curah hujan yang tinggi, sehingga menyebabkan debit air yang turun mencapai 500 milimeter/detik. Ini artinya curah hujan yang terjadi berubah ubah dan tidak bisa diprediksi. Pemerintah sebenarnya telah mereboisasi hutan yang gundul di sekitar pebukitan dan sekitar area hutan. “Kami minta perhutani setempat untuk memetakan wilayah mana saja yang rawan longsor. Reboisasi yang dilakukan oleh pemerintah sudah berhasil, namun pohon yang ditanam belum sepenuhnya kuat terutama akarnya belum sampai ke dalam tanah, sehingga jika hujan turun, tanahnya masih rawan longsor,” jelasnya.
Untuk merelokasi warga bukan solusi utama, melainkan mengajak bicara masyarakat agar mengambil keputusan. Jangan keputusan diambil hanya dari kebijakan pemerintah saja. Setelah ada musyawarah antara masyarakat hingga perangkat desa, baru bisa dijadikan rumusan. Jangan sampai itikad baik pemerintah itu menjadi keliru karena sebelumnya mereka juga perlu penjelasan lebih lanjut.

Pakde Karwo menyerahkan santunan

Prinsip dasarnya bencana adalah bagian yang harus diprioritaskan bahkan bisa menghentikan belanja negara untuk kepentingan bantuan korban bencana. Pakde Karwo mengusulkan, agar dibentuk gladi posko bencana dengan tujuan untuk melibatkan peran dari tiap-tiap daerah dalam mepersiapkan segala kemungkinan apabila terjadi bencana seperti ini.
Dalam tinjauanya, diperkirakan ada 16 orang yang tertimbun longsor. Saat ini evakuasi telah dilakukan, tim penanggulangan bencana menemukan 7 orang dalam kondisi meninggal dunia. Di lokasi kejadian terdapat relawan dan sejumla tim dari BPBD, TAGANA, TNI, POLRI dan dibantu warga sekitar melakukan evakuasi dan terus melakukan pencarian korban. Evakuasi korban akan terus dilakukan. Jika hari telah larut maka akan dilanjutkan pada esok hari karena medan perbukitan dan rawan longsor jika hujan terus turun.

Proses evakuasi korban

Sementara itu, Bupati Jombang Nyono Suherli menyebutkan, korban longsor yang telah ditemukan sebanyak 7 jenazah dari perkiraan sebanyak 16 orang yang tertimbun. Sedangkan 2 orang sudah diketemukan dalam keadaan selamat. Pencarian masih terus dilakukan sampai 7 orang yang belum diketemukan.
Menurut Bupati, terjadinya longsor diakibatkan curah hujan yang tinggi dan tipe tanah di pegunungan yang gundul sehingga erosi akan terjadi secara besar-besaran.
Ditambahkan, darurat bencana yang ditetapkan oleh Bupati Jombang yakni di 5 kecamatan antara lain Bareng, Wonosalam, Mojoagung, Sumobito dan Planggaan. Namun yang paling parah adalah Mojoagung yang merendam 7 desa yakni di daerah kebun dalem dengan jumlah penduduk sekitar 14.500 jiwa. “Salah satu desa yang terkena bencana banjir setinggi 3 meter meliputi 180 rumah dan hingga sore hari ini (28/1) terpantau surut sehingga ada beberapa warga desa yang sudah bisa kembali kerumah. (bpd)

* Sumber Humas Setdaprov Jatim

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim