Jawa Timur Mengalami Inflasi 0,19 Persen

Ilustrasi

Pada bulan November 2013 Jawa Timur mengalami Inflasi sebesar 0,19 persen. Dari 7 kota IHK di Jawa Timur, empat kota mengalami inflasi dan tiga kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kediri sebesar 0,42 persen, dikuti oleh Surabaya sebesar 0,25 persen, Malang sebesar 0,23 persen, dan inflasi terendah terjadi di Probolinggo sebesar 0,12 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 0,38 persen, diikuti Jember sebesar 0,23 persen, dan deflasi terendah terjadi di Madiun sebesar 0,09 persen.

Inflasi Jawa Timur bulan November 2013 terjadi karena lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga pada kelompok bahan perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,68 persen, dikuti oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,31 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,27 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,19 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen. Sedangkan dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami deflasi yang ditunjukan oleh penurunan indeks harga pada kelompok sandang sebesar 0,28 persen, dan kelompok bahan makanan sebesar 0,11 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi adalah tarip listrik, bawang merah, daging sapi, buah apel, kelapa, beras, rokok kretek filter, majalah dewasa, jeruk, dan kue kering berminyak.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya deflasi adalah cabe rawit, ketimun, daging ayam ras, cabe merah, emas perhiasan, telur ayam ras, tomat sayur, tongkol pindang, gula pasir, dan bawang putih.

Dari 6 ibukota provinsi di Pulau Jawa, empat kota mengalami inflasi dan dua kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Semarang sebesar 0,42 persen, diikuti oleh Surabaya sebesar 0,25 persen, Yogyakarta sebesar 0,20 persen dan inflasi terendah terjadi di Jakarta sebesar 0,14 persen. Sedangkan dua ibukota provinsi di Pulau Jawa yang mengalami deflasi terjadi di Serang sebesar 0,47 persen, dan di Bandung sebesar 0,24 persen.

Dari 66 kota IHK nasional, 38 kota mengalami inflasi, dan 28 kota lainnya mengalami deflasi. Lima kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Maumere sebesar 1,54 persen, diikuti Pematang Siantar sebesar 1,39 persen, Gorontalo sebesar 1,35 persen, Manokwari sebesar 1,07 persen dan Padang Sidempuan sebesar 0,99 persen. Sedangkan lima kota yang mengalami deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,29 persen, diikuti Tarakan sebesar 1,18 persen, Pangkal Pinang sebesar 0,88 persen, Pontianak sebesar 0,85 persen dan Makasar sebesar 0,76 persen..

Laju inflasi tahun kalender (Januari 2013 – November 2013) Jawa Timur mencapai 6,94 persen, sedangkan laju inflasi year on year (November 2013 terhadap November 2012) Jawa Timur sebesar 7,53 persen.

(Sumber: Berita Resmi Statistik BPS Jatim)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim