Jombang Siap Tarik Investor Lebih Banyak Di Tahun Depan

Ilustrasi

Paska mendapatkan penghargaan Investasi Award dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo tiga tahun berturut-turut, Jombang kian berbenah. Tahun depan, kabupaten yang masuk dalam kawasan industri ring dua Jawa Timur ini mengaku telah siap menerima berapa pun investor yang tertarik untuk tanam investasi disana.

Kepala Badan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Jombang, Yudhi Adriyanto mengatakan bahwa Jombang telah mengembangkan tiga kawasan industri yang telah ditetapkan dalam Perda pemerintah kabupaten nomor 21/2009 tentang tata ruang. Pertama adalah kawasan industri besar di utara Brantas seluas 889 ,87 hektar di kecamatan Ploso, kawasan industri menengah yang terbagi menjadi kawasan industri pertanian 54,76 hektar di selatan Brantas, tepatnya di kecamatan Mojowarno dan kawasan industri manufaktur non polutan di kecamatan Perak 181,66 hektar dan Bandarkedungmulyo seluas 190 hektar. Dan ketiga kawasan industri rumah tangga yang tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya kecamatan Mojoagung, Diwek, Jogoroto dan Gudo.

“Ada dua perusahaan yang telah berkomitmen untuk mengembangkan kawasan Industri besar yang terletak di Utara Berantas, Ploso dan Kudu, yaitu Intiland Group seluas 400 hektar dan PT Java Fortis Corporindo seluas 400 hektar,” tegas usai pertemuan dengan pengusaha Jatim di Graha Kadin Surabaya, Rabu (11/12/2013).

Terkait ketersediaan infrastruktur, ia mengatakan sangat siap. Mulai dari akses jalan, ketersediaan energi dan listrik hingga pengolahan limbah. Infrastruktur jalan misalnya, saat ini telah dibangun Jembatan Ploso baru dengan bentang 57 meter dari dana APBN, APBD Provinsi Jatim dan APBD Jombang dengan nilai konstruksi Rp140 miliar. Selain itu, kedepan direncanakan akan dibangun jalan tembus di kawasan industri. “Jalan Ploso-Mojokerto juga akan dilebarkan menjadi 8 meter,” tegasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik akan dipasok dari Gardu Induk Ploso dengan kapasitas 70 Kilo Volt (KV), Gardu Induk Jombang di desa Tunggorono sebesar 150 KV dan kedepan juga akan dibangun Gardu Induk di Ngimbang Ploso.

“Kalau ketersediaan gas, saya kira juga tidak akan kesulitan. Karena saat ini jalur pipa gas sudah sampai di Mojokerto, 20 kilometer dari Ploso dan rencananya akan disambungkan ke Ploso. Perusahaan Gas Negara sudah berkomitmen untuk melaksanakannya jika sudah ada permintaan dari konsumen,” ujar Yudhi.

Ketersediaan air bersih juga tidak akan menjadi kendala bagi perusahaan yang membutuhkan suplai air cukup besar. Karena di kawasan tersebut telah dibangun water treatmen plant dengan kapasitas 40 liter per detik dan akan ditambah sesuai kebutuhan.

“Karena kawasan ini kami konsep sebagai kawasan industri hijau, maka di setiap area akan disediakan fasilitas water treatmen yang memadahi,” katanya.

Terkait realisasi investasi yang masuk Jombang, ia mengatakan mengalami peningkatan yang cukup besar dalam setiap tahunnya. Pada tahun 2009, investasi baik asing maupun dalam negeri yang masuk mencapai Rp1,8 triliun, tahun 2010 naik menjadi 4,9 triliun, tahun 2011 menjadi Rp8,1 triliun dan 2012 menjadi Rp10,4 triliun.

“Tahun ini, perkiraan kami akan naik menjadi sekitar Rp13 triliun hingga Rp14 triliun. Dengan berbagai langkah yang telah kami lakukan dan upaya Jatim untuk memperluas sebaran investasi yang masuk, kami yakin akan mampu menarik investor lebih banyak lagi,” pungkas Yudhi.

(Sumber: kabarbisnis.com)

5 Komentar Pembaca

  1. Sehubungan dengan hal ini, saya pernah berusaha menggandeng orang lokal.tetapi beberapa orang lokal merendahkan dirinya dengan berkata tak mampu.dan yg mengenaskan orang2 tersebut menghina ide saya. kalo begitu kapan majunya.

  2. orang lokal gayanya sok gk mampu. Nanti kalo udah d penuhin investor luar malah koment pemerintahan yg di salahkan. Ujungnya ntar bilang ind d jajah kembali.

  3. Menurut saya, jombang itu kotanya sangat strategis. Kenapa? Ya letaknya itu lah yang bisa di katakan sangat2 strategis. Coba lihat, dari Surabaya mau ke Madiun, Kediri, Solo, Jogja, dan sterusnya pasti melewati kota jombang. Begitu pula dengan arah sebaliknya. Dari Malang mau ke Lamongan, Babat, Tuban, Bojonegoro, dan seterusnnya juga pasti melewati kota jombang, begitu dengan arah sebaliknya. Jika di pahami letak daerah ini, maka sangat menyedihkan sekali jika kota jombang ini pendapatan daerah, dan lain sebagainya kalah dengan daerah lainnya.
    Yang perlu di pikirkan adalah bagaimana jika pemda memberikan prasarana2 untuk memungkinkan pendapatan daerah jombang semakin maju, meningkat, dan masyarakatnya merasa sejahtera dalam mencari nafkah di daerahnya sendiri tanpa harus keluar dari daerahnya. Dibuatlah daerah jombang ini menjadi daerah wisata, budaya, pendidikan, perkantoran, pertokoan, pabrik, kuliner jombang “soto dok”, “tahu jombang”, “kecap jombang”, “manik-manik” dsbnya yang menarik. Dan di buatlah prasarana jalan-jalan yang mendukung / memadai untuk agar investor dari daerah lain agar mau ber investasi di kota jombang. Semoga jombang menjadi daerah yang semakin hari semakin menjadi ikon bagi jawa timur dan Indonesia pada umumnya. Selamat !

  4. Kalau Jombang memiliki daya tarik yang unik, maka akan mengundang orang-orang luar kota untuk berbisnis di Jombang. Saya berharap agar kota-kota kecil ini bisa jadi kota tujuan bagi orang-orang dari kota-kota besar. Sebab, kota-kota besar sudah mulai padat, sesak, dan ramai. Kalau Jombang sudah makmur ekonominya, maka akan dibuat bandara, LRT, monorail, kereta bawah tanah, dll. Apalagi kalau pariwisata di Jombang sudah banyak dikenal masyarakat, maka banyak orang-orang luar kota yang ingin berlibur ke Jombang. Saya juga berharap bahwa orang-orang asli Jombang perlu membuka usaha di Jombang sendiri. Sehingga Jombang ini memiliki lapangan pekerjaan yang banyak. Tidak hanya warga asli yang berbisnis di Jombang, orang-orang luar Jombang pun juga tertarik untuk berbisnis di Jombang. Selain itu, kalau Jombang sudah ada Go-Jeknya, maka masyarakat kita akan bangga punya Go-Jek di Jombang. Serta, jika industri di Jombang banyak yang tumbuh, maka kemungkinan besar akan berdirinya mal-mal, pekantoran, pusat bisnis, dll. Pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan di Jombang akan maju dengan adanya pemanfaatan teknologi untuk agrikultur, pembudidayaan massal hewan dan tumbuhan yang belum pernah diolah, dll. Saya harapkan Jombang akan maju seperti kota-kota yang lain.

  5. Kembali ke masalah birokrasi. Saya sendiri lahir dan dibesarkan di Jombang, namun sangat menyedihkan. Di kala saya dan partner memiliki konsep, tp konsep itu terealisasi di wilayah Balaraja, Tangerang – Banten. Ingin rasanya konsep tersebut bs di aplikasi d tanah kelahiran.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim