Pemprov Jatim Usulkan Situs Mojopahit sebagai Situs Dunia

Gubernur Soekarwo disambut warga yg ikut menyaksikan Festival Sendra Tari Peringati HUT Jatim ke 68 di Taman Candra Wilwatikta

Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mengusulkan Situs Kerajaan Majapahit seluas 11 x 11 km di daerah Trowulon Mojokerto sebagai situs dunia.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo saat memberikan sambutan pada pagelaran sendratari “Penobatan Raden Wijaya”, di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan, Sabtu (19/10) malam.

Pemprov. Jatim menginginkan agar Situs Kerajaan Mojopahit tidak hanya sebagai tempat pusat informasi sebagaimana yang dilakukan Direktorat Jendral Pariwisata dan kebudayaan, tetapi mempunyai makna lebih lengkap dan lebih luas lagi.

Tujuannya adalah, agar penerus bangsa dapat mengetahui bahwa ada kerajaan besar yang berhasil mempersatukan NKRI untuk pertama kalinya. Sehingga mereka bisa mewarisi jiwa besar yang tidak mudah menyerah, selalu menang dalam kesulitan, mampu meningkatkan kesejaheraan. Selain itu, agar di dalam diri mereka tertanam jiwa bangga akan budaya bangsa yang adi luhung daripada budaya asing.

“Kerajaan Mojopahit merupakan kerajaan yang pertama kali berhasil mempersatukan NKRI, bahkan daerah kekuasaannya mencapai wilayah Semenanjung Malaka,” ujar pria yang lekat dengan sapaan Pakde Karwo itu.

“Pertama kali yang dilakukan Pemprov. Jatim adalah merestorasi 296 bangunan rumah di Desa Bejinjong agar menyerupai bangunan rumah di jaman Mojopahit. Biayanya sebesar Rp. 20 juta – Rp 25 juta/bangunan rumah,” jelasnya lebih lanjut.

Pada kesempatan itu, Soekarwo juga menyatakan Tahun 2014 sebagai tahun budaya. Ini karena, budaya merupakan akar dari moral dan etika. “Budaya dapat membasuh moral dan etika bangsa yang tidak bagus,”jelasnya.

Sebagai implementasintasinya, di Tahun 2014 semua budaya setiap bulan secara teratur akan digelar di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Lamicitra Nusantara Tbk Laksmono Kartika, sebagai pendukung pagelaran sendratari “Penobatan Raden Wijaya” menyampaikan bahwa kekuatan akar budaya merupakan akar pengikat yang kuat dalam menjalin kerukunan berbangsa dan bernegara. Yang padaakhirnya dapat digunakan untuk membangun ekonomi bangsa

“Kita masih mempunyai komitmen dan tekad atas pelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa sebagai kekuatan nafas pembangunan di Jawa Timur,” jelasnya. (humas provjatim/dw/wempy foto).

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim