Rebana Asal Gresik Menyerbu Pasar Malaysia

Proses Pembuatan Rebana

Kondisi perekonomian dunia boleh saja lesu. Malah mungkin sedang porak-poranda. Pabrik-pabrik besar kelas dunia pun dikabarkan kukut satu persatu. Banyak orang kini menganggur tak punya kerja. Banyak pemimpin negara pusing tujuh keliling. Tak sedikit buruh turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi karena pekonomian domestiknya terancam.

Namun karut marut ekonomi global ini tak sampai merembet ke produsen alat musik rebana di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Ia bukan industri besar, kategorinya juga masih UKM. Tapi nampaknya ia punya antibodi yang cukup untuk ‘melawan’ tren global yang begitu ditakuti ini.

Jika yang besar-besar pada rontok, yang kelas UKM seperti yang ditekuni Imam Bahri, 39 tahun, dari di Dusun Nongkokerep, Kecamatan Bungah, Gresik ini justru mengalami sebaliknya. Alat musik rebana bikinan UKM-nya malah lari kencang alias mampu ekspor ke negeri Malaysia dan Singapura. Ekonomi global yang memburuk sepertinya tidak mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta minat yang besar terhadap musik Islami macam Kasidah, Hadrah, dan Seni Al Banjari yang dominan memakai alat rebana.

“Brung prak prak brung… prak prak prak prak brung prak prak brung!” Demikian Imam Bahri menirukan rampak musik hadrah dengan mulutnya sembari tanggannya memeragakan menepuk rebana. Musik Hadrah seperti yang disuarakan dari mulutnya itu biasanya dimainkan lebih dari empat orang. Satu pengendang dengan rebana besar, empat atau lima orang memainkan rebana kecil dengan menepuknya secara bergantian supaya menimbulkan suara rampak. Rampak selalu diakhiri dengan suara kendang di belakang. Brung!

Imam Bahri cukup paham dengan permainan musik rebana tersebut. Sebab, puluhan tahun ia sudah bergelut dengan alat musik ini. “Ahli sih tidak, tapi bisa memainkan memang ya. Masak membikin kok tidak bisa main, nanti ditertawa-in yang beli,” katanya tertawa.

Imam Bahri, Perajin Rebana

Menurut Imam, seni islami yang tak terpengaruh lesunya ekonomi global justru memberikan peluang bisnis bagi perajin rebana seperti dirinya. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-sebaiknya, apalagi permintaan dari pemesan dari berbagai provinsi di dalam negeri maupun dari Malaysia dan Singapura tak berhenti mengalir. Dilemanya hanya satu, ia tidak bisa mengubah harga seenaknya meski semua lini bahan baku mengalami kenaikan. Untuk penyesuaian harganya ia selalu mencoba berkomunikasi intensif dengan para pemesannya.

Produksi rebana dilakoni Imam Bahri sejak dirinya lulus dari pondok pesantren pada 1998. Sementara ilmu membuat rebana diwarisi dari almarhum ayahnya. “Tidak mudah memang untuk memulainya, namun warisan ini akan mati jika ia tak meneruskannya dengan serius,” katanya.

Bahan baku rebana tidaklah sulit. Hampir semua jenis kayu bisa dimanfaatkan, hanya yang paling bagus untuk kualitas rebana ekspor adalah memakai kerangka kayu jati, nangka, mangga, mahoni, dan mimba. Adapun kulitnya menggunakan kulit kambing betina. Bahan baku lainnya guna melengkapi produk rebana adalah kencer yang dibuat dari lempengan kuningan.

“Untuk bahan baku produksi kita tidak kesulitan. Pemasok bahan baku sudah datang dengan sendirinya. Harga kayu berkisar 20 ribu hingga 70 ribu rupiah per potong. Untuk kulit kambing 50 ribu rupiah per lembar dan kencer 180 ribu rupiah per set. Satu set kencer dapat dipasang untuk 4 buah rebana,” tutur Imam.

Di tempat tinggalnya, di Dusun Nongkokerep, Imam memiliki ruang pamer yang diisi berbagai varian dan desain produk rebana. Sedangkan di bagian belakang dapat dilihat kegiatan produksi dari awal hingga akhir. Sedikitnya Imam didukung 13 orang yang mengerjakan pembubutan kayu, penyamakan kulit, pemasangan kulit hingga penghalusan rebana yang sudah siap didisplay di ruang pamer..

Harga jual rebana sipa pakai bervariasi. Bisa tergantung dari ukuran dan bahan bakunya. Ada yang 100 ribu rupiah hingga 300 ribu per buah. Di antaranya terdapat rebana yang berfungsi sebagai bas dengan harga jual hingga 900 ribu rupiah per buah.

“Sejauh ini pemesan produk rebana kami nyaris dari seluruh Indonesia. Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Jawa yang paling besar. Para pemesan dari Kalimantan yang menjadi penghubung untuk menjual lagi ke Malaysia dan Singapura. Masyarakat muslim di negara tetangga itu juga biasa mengadakan hadrahan,” tutur Imam yang enggan menyebutkan jumlah omset pastinya karena takut dikejar-kejar orang pajak yang kadang tidak rasional. (widi kamidi)

25 Komentar Pembaca

  1. Bangga sekali bahwa produk alat musik rebana asal Gresik bisa menyerbu pasar di Malaysia…. Tetapi saya takut nantinya alat musik rebana di akui oleh Malaysia….

  2. assalamu alaikum, Mas, aku butuh rebana yang 1 set 4 buah itu, ditambah 1 untuk bas… kira kira harganya berapa ya????
    saya sudah tahu kwalitas rebana Imam Bahri yang biasa digunakan untuk maulidirrasul jamaah qodiriah wan naqsha bandiyah, tapi kan tidak ada rebana nya,

  3. Ya itu yang dinamakan rizki, asal selalu berusaha dan tidak mudah menyerah, saya yakin semua orang akan sukses.

    @ Bpk. M. Akhroji : Jika anda berminat kami menyediakan set alat musik rebana, hadroh, marawis asli buatan Troso, Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah yang berkualitas tinggi, banyak diminati konsumen dari luar negeri diantaranya dari Yaman, Syria, Malaysia dan Brunei Darussalam dll. dan selain itu banyak juga yang diminati konsumen lokal diantaranya dari Papua, Bali, Sumatra dll.

    Harga yang kami tawarkan relatif murah, silahkan kunjungi toko online kami klik: Rebana Jepara

    Semoga bisa membantu
    Terima Kasih.

  4. aslm.
    Pak imam bahri saya minta no hp yang bisa di hubungi…matur suwun.
    Wslm

  5. bagaimana menentukan rebana yang terbaik

  6. Mas bahan hadrohnya asal darimana..? Ini no saya 081 325 665 158

  7. Assalamu’alaikum wr wb. Pak,saya lg nyari rebana utk anak2 TPQ,apakah ada ukuran sendiri utk anak2 ato sama saja dg yg utk dewasa,dan kira2 brapa harganya? Saya di blitar ni pak

  8. harganya brapa per set

    • 1 set 1jt

  9. Barangkali berminat dg produk rebana saya.
    Minat hub.082143420867

  10. assalamualaikum,,, saya dari madura sumenep, terus saya berkeinginan untuk membeli rebana/gendang model gresik. Masalahnya, bagaimana cara pemesanannya.? Tolong kalau bisa respon ke no hp saya 082330100051(AS), 081939080001(XL). Wassalamualaikum…

  11. Ass….saya mau beli terbang al banjari satu aj bisa ap ndak…

  12. 1 set Albanjari brapa?

  13. saya mau beli hadroh pak…..tolong kirim alamat atau nomer hp yang bisa dihubungi.trimakasih

    • hubungi saya 08330376772

      • Hub.kami di no.081336672363

  14. 085730085545 bb 5AFOBFCC

  15. Mau mau minta list harga bas habib syech gan soalnya mau beli…

    Terima kasih saya tunggu secepatnya buat balasabnya..

  16. pak saya mau beli bas habib syeh dan calti kira” berapa pak harganya..

  17. Sedia rebana konpetitif…
    Dr reabana habib syech
    Lasqy,banjari,hadroh ishari, samroh,,dan untuk tpQ
    Dll….Jika berkenan memesan dapat menghubungi di no. 081336672363
    …wa’alaikum salam…

  18. sedia berbagai macam alat music rebana dr rebana habieb syech,samroh,hadroh ishari,al banjari,dll bisa hub kmi di no.081336672363

  19. Ukuran berapa yang 100 rb an ya tolong di balas di nomor 085607029976 tolong ya

  20. alamat tokonya dimana

  21. Pak imam… saya solehuddin kembang kuning surabaya. Kok gak di kasih nmr tlp dlm profilnya… biar teman2 gampang menghubunginya…
    Tidak bisa bertemu atau hadir langsung ke tempat pak imam… kan bisa chat WA atau mesngger….

  22. Pak, apa juga melayani servis terbang banjari yg kulitnya sobek? Matur suwon

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim