Pakde Karwo Akan Bangun 200 SMK Mini di Pondok Pesantren

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. TEMPO/Fully Syafi

Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo yang lekat disapa Pakde Karwo tahun 2014 memprogramkan untuk membangun 200 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pondok Pesantren (PP) yang ada di setiap Kabupaten Kota di Jatim.

Hal tersebut disampaikan dalam paparannya seusai melantik dan mengambil Sumpah dan Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso Amien Said Husni dan Salwa Arifin Masa Jabatan Tahun 2013-2018 di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Senin (16/9).

Ia menuturkan, pembangunan 200 SMK itu nanti diharapkan dapt membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Jatim. “ Dengan dibangunnya SMK Mini agar lulusan dari PP memiliki ketrampilan yang bisa bersaing dengan sekolah formal pada umumnya.,” ucapnya.

Dengan berbekal ketrampilan, tambahnya, PP tidak hanya menghasilkan para santri yang faham tentang agama, akan tetapi juga memiliki kualitas SDM yang siap diterjunkan dalam dunia kerja di sektor industri maupun sektor yang lainnya. Sehingga para santri lulusan SMK mini siap bekerja di lingkup formal maupun informal. “ Ini salah satu upaya Pemprov Jatim mendorong agar lulusan PP bisa bekerja di lingkup formal karena memiliki kepastian hukum. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan lulusan SMK mini bekerja di lingkup informal seperti membuka lapangan usaha baru atau berwiraswasta,” ungkapnya.

Upaya-upaya tersebut tidak lepas dari kepedulian Pemprov Jatim dalam memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di PP agar bisa diakui oleh dunia internasional. Selama ini, Pemprov Jatim telah memberikan kebijakan diantaranya menyekolahkan guru Madrasah Diniyah (Madin) ke jenjang S-1 yang kemudian dilakukan sertifikasi agar bisa diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sejak tahun 2010 telah disekolahkan sebanyak 7.550 guru Madin, dan yang telah lulus sebanyak 3.370 guru. “ Ditargetkan, sampai tahun 2014, sebanyak 10.000 guru Madin disekolahkan,” paparnya.

Di Jawa Timur, jumlah Madin sangat besar. Data Kementrian Agama Jawa Timur menyebutkan terdapat sekitar 7.000 Madin di PP dari berbagai jenjang mulai Ula (setingkat SD), Wustho (SMP), dan Ulya (SMA). Sedangkan Jumlah guru Madin di Jatim mencapai 80.000 guru apabila diasumsikan setiap Madin memiliki 10-12 guru. “Angka itu belum Madin yang dikelola di luar PP, jumlahnya berkisar 63.505 buah dengan jumlah guru ratusan ribu,” tambahnya.

Pada kesempatan itu pula, Pakde Karwo memberikan masukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso terpilih agar memperhatikan dan meningkatkan produksi pertanian. Bidang pertanian, membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kab. Bondowoso yang PDRB-nya didominasi bidang pertanian. Salah satu upaya adalah dengan mengoptimalkan produksi pertanian dengan penyediaan bibit unggul, pupuk, meningkatkan pengolahan pasca panen bersinergi dengan Pemprov Jawa Timur dalam penyediaan alat pertanian seperti granulator, RMU,lantai jamur, dan mini freed.

“ Dengan bersinergi, petani akan diberikan keuntungan yang lebih besar. Petani jangan sampai mengeluarkan uang lebih banyak untuk ongkos produksi. Mayoritas penduduk. Bondowoso adalah petani. Oleh sebab itu harus diberikan fasilitas agar penduduk semakin sejahtera ,” jelasnya.

Ia berpesan agar bupati dan wakil bupati terpilih bisa membagi peran dalam memimpin Bondowoso. “Jangan sampai Wakil Bupati merasa sebagai Bupati. Terutama soal keuangan dan sejenisnya. Ini bisa menimbulkan ketidakharmonisan. Ada teh botol berasa strawberry,” tambahnya.

Ia mengingatkan agar bupati dan wakil bupati yang baru saja dilantik mengenai pengelolaan keuangan daerah. Presiden RI selaku pemegang kekuasan pengelolaan keuangan negara, pada pasal 6 ayat 1 dan pasal 7 ayat 1 UU No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, menyerahkan sebagian kekuasaannya kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota yang memiliki otoritas dan tanggung jawab atas pengelolaan keuangan daerah.“Artinya otorisator keuangan di kabupaten ini adalah bupati, yang diatur dalam konstitusi dan UU kita. Wakil bupati membantu bupati dalam rangka mengatur keuangan daerah, namun tanggung jawab pengaturan keuangan daerah dan pengambil keputusan adalah bupati, ” tegasnya

Lebih lanjut disampaikan, Bupati dan wakil bupati harus bisa merangkul semua lapisan masyarakat yang ada di Bondowoso. Imbauan tersebut bertujuan agar kondisi wilayah timur Jatim ini aman, nyaman dan stabil selalu tercipta pasca kepemimpinan yang baru. Sehingga bupati dan wakil bupati dapat membangun dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera. “Tidak bisa membangun kalau tidak aman dan nyaman, dan tidak ada kesejahteraan jika tidak membangun. Untuk itu, perlu mewujudkan suasana aman dan nyaman,” pungkasnya.

Pakde Karwo juga menekankan mengembangkan ekonomi perempuan. Perempuan yang sejahtera dalam ekonominya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ekonomi perempuan di Jatim berjalan dengan baik. Untuk itu, perlu mendorong perempuan untuk terus berkreasi.

Sebagai informasi, Amien Said Husni- Salwa Arifin sebagai pemenang pemilihan kepala daerah (pilkada). Jumlah dukungan untuk pasangan Amien Said Husni-Salwa Arifin mengungguli pasangan Mustawiyanto-Abdul Manan. berdasarkan hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU Bondowoso, pasangan Amien-Salwa meraih dukungan 302.573 suara atau 78,4 persen. Sedangkan pesaingnya, Mustawiyanto-Abdul Manan, 83.443 suara atau 21,6 persen. Kabupaten Bondowoso terdiri dari 23 Kecamatan, 219 Desa/Kelurahan dan 1003 Dusun.

Dengan demikian, Amien Said Husni yang tak lain bupati inkumben dan Salwa Arifin, mantan wakil bupati periode 2004-2009, ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso terpilih periode 2013-2018. Penetapan tersebut diperkuat oleh keputusan KPU Bondowoso Nomor 19/kpts/KPU-kab.014.239693/2013. Jumlah total suara sah dalam pilkada yang digelar Senin, 6 Mei 2013, sebanyak 386.016 suara, dan yang tidak sah 46.959 suara. Jumlah pemilih yang hadir 432.975 orang atau 73,1 persen. Warga yang tidak menggunakan hak pilihnya 159.237 atau 26,9 persen.

(Sumber: birohumas.jatimprov.go.id)

4 Komentar Pembaca

  1. Salam sejahtra buat gubenur jawa timur ..n semoga tetap sehat ..

  2. Gagasan gubernur jatim untuk mendirikan smk mini di pondok pesantren sangatlah bagus dan pasti ada manfaatnya bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian .

  3. Gagasan gubernur jatim untuk mendirikan smk mini sangatlah bagus dan pasti ada manfaatnya bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup yang lebih baik dan meningkatkan daya saing di dunia formal bagi peserta didik di pondok pesantren. semoga pakde karwo senantiasa dalam lindungan tuhan.

  4. Alhamdulillah, insyaallah sangat bermanfaat sekali untuk para santri dan masyarakat jawa timur pada program bpk gubernur dlm mendirikan smk di pondok-pondok sejawa timur ini dan semoga di tahun depan pondok kami juga bisa merasakan dari program ini sehingga pondok kami juga punya pendidikan smk untuk santri dan masyarakat di sekitar kami

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim