Rakor Pengendalian dan Evaluasi Pembagunan Tahunan

Kabid. Statistik Pelaporan Bappeda Jatim Ir. Miswan Hadi saat memberikan sambutan

Capaian-capaian pembangunan sebuah wilayah dapat diukur dari dokumen perencanaan yang sudah terprogramkan. Di dalam capaian-capain tersebut terdapat pengendalian dan evaluasi. Terkait dengan hal tersebut, untuk mewujudkan Provinsi Jawa Timur/Jatim agar menjadi lebih baik, Bappeda Jatim menggelar Rapat Pembahasan Hasil Pengendalian dan Evaluasi Rencana Pembangunan Tahunan Kabupaten/Kota Semester 1 Tahun 2013.

Rapat koordinasi/Rakor tersebut berlangsung dua hari (27-28/8) di Hotel The Alana Jalan Ketintang Baru, Surabaya. Peserta rapat adalah seluruh Bappeda dari 38 kabupaten/kota di Jatim, Tim Evalualusi dari provinsi Jatim, Direktorat Otonomi Daerah Bappenas, dan Direktorat Perencanaan Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Rakor dibuka oleh Asisten Administasi Umum Provinsi Jawa Timur Dr H Ahmad Sukardi MM.

Dalam sambutannya Ahmad Sukardi mengatakan, rakor ini tak lain adalah untuk mewujudkan Jatim yang lebih baik. Pengendalian dan evaluasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari manajemen pembangunan. Evaluasi juga merupakan unsur penting dalam proses perencanaan, karena perannya berpengaruh besar terhadap kualitas produk perencanaan. Evaluasi juga merupakan capaian dari suatu program yg dihadapkan pada target perencanaan yang memang harus dicapai.

Masih menurut Ahmad Sukardi, pengedalian harus dilakukan agar program dapat terlaksana sesuai dengan rambu-rambu atau syarat yang sudah ditetapkan dalam perencanaan. Sementara evaluasi adalah instrumen dalam membantu pengendalian. “Jadi mindset harus diubah, jangan merasa takut dievaluasi agar aturan main bisa terukur.”

Pengedalian tidak hanya pada tahap pelaksanaan tetapi juga tahap perencanaan agar sejak awal dapat diwujudkan kosistensi pembangunan daerah. Dapat juga diwujudkan kesuaian dan indikator yang telah ditetapkan. “Banyak perencanaan yang tidak dilaksanakan. Demikian juga sebaliknya. Itu sekarang tidak bisa. Sebab semuanya harus sinkron. Pelaksanaan pembangunan, lanjut dia, bisa bagus jika ada perencaan sejak awal,” kata Ahmad Sukardi

Sementara itu Kepala Bidang Statistik dan Laporan Bappeda Provinsi Jatim, Ir Miswan Hadi, yang menjadi panitia rakor mengatakan rakor ini adalah sebagai upaya mewujudkan pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan kabupaten/kota. Sebagai upaya juga untuk meningkatkan peran gubernur, bupati dan walikota untuk capaian sasaran prioritas pembangunan nasional seperti yang telah ditetakan dalam RKB 2013.

“Jatim mungkin adalah provinsi pertama yang memulai ini meski belum ada petunjuk dari pusat. Tahap awal, uji petik sudah dilakukan tim evalusi di beberapa kabupaten/kota. Memang baru pertama, ada yang memuaskan dan belum memuaskan. Namun di semester 2 ke depan bisa diperbaiki. Hingga saat ini 55 persen kabupaten/ kota telah mampu menyusun hasil evaluasi, sedang kan 45persennya belum. Jadi yang 45 persen tersebut harus belajar ke yang 55 perwen yang sudah dinilai baik tanpa pengecualian,” kata Miswan Hadi. (*)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim