Kontribusi Paling Besar Turunkan Kemiskinan

Pakde Karwo saat memberi bantuan kepada warga miskin (Foto: indiependen.com)

Dibanding provinsi lain di Indonesia, Jatim adalah provinsi yang paling potensial. Pertumbuhan ekonominya mencapai 7,24 persen pada akhir 2012. Ini bisa menjadi indikator bahwa provinsi ini perekonomiannya melesat meninggalkan provinsi lain.

Jumlah penurunan kemiskinan Jatim juga paling tinggi di Indonesia. Mencapai 3,28 persen sejak Maret 2009 hingga Maret 2012, atau 6.022.590 orang miskin menjadi 5.070.980 orang miskin. Dengan tingginya jumlah penurunan orang miskin ini tak heran jika pada Maret 2011-Maret 2012 jumlah orang miskin mencapai 285.230 orang dan menobatkan Jatim menjadi provinsi yang mampu memberikan kontribusi 32,174 persen dalam penurunan kemiskinan di Indonesia.

Begitu pula dengan penurunan jumlah pengangguran. Tren tingkat pengangguran terbuka di Jatim dari tahun ketahun selalu mengalami penurunan. Pada Februari 2009 jumlah orang menganggur mencapai 5,87 persen, Februari 2010 sebesar 4,91 persen, Februari 2011 sebanyak 4,18 dam Februari 2012 menjadi 4,14 persen atau effort selama tiga tahun mencapai 1,73 persen.

Banyaknya jumlah penurunan pengangguran ini tak bisa dilepaskan dari tingginya investasi di Jawa Timur. Berdasarkan data dari Sekdaprov Jatim, sampai dengan triwulan III 2012, jumlah proyek baru yang masuk ke Jatim mencapai 275 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp36,71 triliun. Dengan banyaknya investasi ini, mampu menyerap sebanyak 46.673 tenaga kerja baru.

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo menuturkan, Pemprov Jatim memiliki banyak program atau strategi untuk penanggulangan kemiskinan di Jatim. Di antaranya adalah mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui Jalinkesra (Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat), BOS/BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah), Jamkesmas (Jaminan Kesejahteraan Masyarakat), Ponkesdes, bedah RTLH (rumah tidak layak huni) hingga kepastian pelayanan publik.

Selain itu, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin dengan bantuan permodalan dan pelatihan ketrampilan. Kemudian mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil seperti membantu pemasaran dan chanelling. “Kita juga melakkan penguatan kelembagaan masyarakat desa melalui pelatihan RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) dan pelatihan UPK (Unit Pengelola Kegiatan),” jelas Gubernur Soekarwo.

Dari sekian banyak strategi yang diluncurkan Gubernur Soekarwo dan Wagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf, program Jalinkesra yang paling menjadi andalan. Titik nol kinerja pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan di Jatim tahun 2009, menunjukkan data penduduk miskin Jatim sebesar 6.022.590 jiwa (16,68) dan data PPLS (Program Perlindungan Layanan Sosial) tahun 2008, jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) sebesar 3.079.822 Rumah Tangga Miskin (RTM) by name by address terbagi ke dalam strata sangat miskin, sebanyak 493.004 (16 persen); miskin, 1.256.122 (41 persen); dan hampir miskin, 1.330.696 (43 persen).

Kelompok rumah tangga strata sangat miskin ini relatif belum pernah menjadi target spesifik prioritas berbagai penanggulangan kemiskinan secara eksklusif. Mereka lebih sering diposisikan sebagai kelompok sasaran yang diikutsertakan dalam berbagai program penanggulangan kemiskinan tanpa mempertimbangkan dan membedakan strata kemiskinan mereka.
Program penanggulangan kemiskinan selama ini mengalami kendala membidik strata sangat miskin secara spesifik dan tepat sasaran, karena ketiadaan basis data mengenai keberadaan mereka (by name and address). Akibatnya, kemiskinan sering diperlakukan sebagai bersifat homogen, padahal kebutuhan rumah tangga strata sangat miskin agar dapat menapaki anak tangga demi anak tangga, keluar dari kemiskinan relatif berbeda dengan strata miskin, apalagi strata hampir miskin.

Program yang dimulai sejak 2010 ini, total sebanyak 257.869 RTSM yang telah menerima bantuan program Jalinkesra. Dari jumlah itu, masyarakat yang paling banyak menerima bantuan adalah jenis peternakan yang mencapai 125.880 RTSM. Dengan rincian 2010 sebanyak 32.366 RTSM, 2011 sebanyak 45.241 RTSM dan 2012 48.273 RTSM.

“Bantuan peternakan ini diberikan kepada RTSM by name, by address, by picture. Data lengkapnya ada di Bapemas Jatim. Bentuk bantuan bantuan peternakan seperti ayam, kambing, lebah madu atau peternakan lainnya,” ujar Sekdaprov Jatim Dr H Rasiyo MSi.

Selain peternakan yang dikoordinastori Dinas Peternakan Jatim, juga ada berbagai jenis bantuan Jalinkesra lain yang dikoordinir beberapa SKPD-SKPD di lingkungan Pemprov Jatim. Seperti bantuan Jalinkesra dari Dinas Pertanian Jatim yang telah memberikan bantuan kepada RTSM sebanyak 74.160 orang, Disperindag Jatim 20.627 RTSM, Dinas Koperasi dan UMKM Jatim 7.846 Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim 13.697 RTSM, Dinas Perkebunan 147 RTSM dan Biro Kesra 12.512 RTSM. (*)

4 Komentar Pembaca

  1. Mohon maaf sebelumnya,mengenai ternak yg dibagikan waktu itu,agak kurang layak.Karena masih cempe dan berpenyakit/gudig.Sehingga blm genap sebulan banyak yg mati.Itu saja yg bisa saya sampaikan,terimakasih.

  2. dari dulu aq kok tetap miskin lho pak. lulusan sma cari kerja skr susah pak.

  3. gimana dg sektor kelautan pak de,para nelayan lahanx berkurang karena banyak pengusaha menguruk laut(reklamasi).maka pendapatan nelayan jauh berkurang,yg menyedihkan warga pribumi hanya bisa gigit jari.lahan atau telatah penangkapan ikan terdekat sdh dikuasai oleh pr investor(pengusaha)

  4. Saya sebagai Pendamping Jalin Kesra ikut bangga telah berperan aktif dalam Program Jalin Kesra ini yang merupakan implementasi APBD untuk rakyat, dan juga merupakan satu-satunya program pengentasan kemiskinan di seluruh provinsi di Indonesia.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim