Pisang Mas Kirana Tembus Market Luar Negeri

Pisang mas siap kirim

Dipupuk Limbah Etawa, Ditanam dengan Sertifikasi Eropa.

Dilihat sepintas Pisang Mas Kirana dan Pisang Agung memang tidak berbeda jauh dengan jenis pisang lainnya. Namun, bila ditelusuri asal-usulnya pisang jenis ini hanya dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di sekitar kaki Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Lokosi yang tepat juga berada di Kecamatan Senduro, Pasrujambe dan Gucialit.

Pemerintah pusat melalui Menteri Pertanian sudah mengeluarkan keputusan dengan Nomor : 516/Kpts/SR.120/12/2005 yang menyatakan bahwa Pisang Mas Kirana sebagai varietas unggul di Kabupaten Lumajang dan sudah mendapat sertifikasi.

Pisang Mas Kirana dan Pisang Agung hingga saat ini masih jadi andalan. Kualitas kedua jenis pisang ini tidak hanya diakui konsumen dalam negeri tetapi juga sampai Eropa.

Dari Kecamatan Senduro, Pasrujambe dan Gucialit, sedikitnya setiap tahun bisa dihasilkan pisang mas kirana sebanyak 216.515 kuintal per hektarnya. Bentuk buahnya yang cukup cantik dan rasa manis yang dimiliki mas kirana, memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumen.

Belum lagi kandungan gizinya. Kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 mg, serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, vitamin B 0,08 mg, vitamin C sebanyak 3 mg dan air 72 gram.

Salah satu sentra Pisang Mas Kirana di Kecamatan Senduro adalah Desa Kandang Tepus. Sebagian besar warga Desa Kandang Tepus menjadi petani Pisang Mas Kirana. Mereka menanam Mas Kirana selain faktor geografis, juga karena harganya yang lumayan dibanding menanam komoditas lainnya. Pohon pisang bisa panen usia 11 bulan, per batang pohon sekali panen menghasilkan 8 sampai 18 kg buah pisang atau 1 tandan berisi 7 sisir.

Luas kebun pisang Mas Kirana di Kecamatan Senduro sekitar 425 hektar dan 75 persen di antaranya dari Desa Kandang Tepus, dengan produksi sekitar 250 ton per tahun. Menurut Sochibul Fattah (34), Sekretaris Kelompok Tani Raja Mas Desa Kandang Tepus, sebelum tahun 2000 Pisang Mas Kirana sebetulnya sudah ditanam penduduk Desa Tepus, berbaur dengan jenis pisang lainnya.

“Tahun 2005 mulai dikembangkan dengan bimbingan penyuluhan dari UPT BPP Kecamatan Senduro. Sebetulnya tahun 2004 sejumlah pisang seperti pisang jenis Mbok, Rojo Nongko dan Ambon sudah dikonversi. Dulu bermacam-macam pisang campur, sekarang hanya Pisang Mas Kirana saja atau monokultur,” kata Sochibul Fattah.

Chotib Fattah (tengah) dan Kamtur (kanan), penyuluh UPT BPP Kec. Senduro.

Mengajak penduduk Desa Kandang Tepus menanam pohon pisang Mas Kirana awalnya agak susah. Tetapi melihat hasilnya, barulah mereka banyak yang menanam mas kirana. Sebagai perbandingan, dengan mempunyai lahan setengah hektar, pisang Mas Kirana bisa dipakai gantungan hidup. Belum lagi di sela-sela pohon pisang dapat ditumpangsari dengan kopi dan rumput gajah.

“Dalam kondisi alam normal, dengan luas setengah hektar saban minggu akan bisa dipanen sedikitnya 18 kartun, sedangkan saat hujan atau musim angin hanya dapat dipanen 8 kartun,” kata Sochibul Fattah. Masing-masing kartun berisi 11 kg pisang mas kirana. Adapun harganya, untuk yang Grade A Rp 5 ribu/kg dan grade B Rp 2 ribu/kg. Petani dengan luas 1 hektar diperkirakan dalam satu tahun bisa meraup penghasilan Rp 32 juta.

Selain harganya yang bagus, petani juga tidak ragu-ragu menanam pisang Mas Kirana karena ada jaminan pemasaran pasca panen. Pisang Mas Kirana dari Desa Kendang Tepus dipasarkan oleh distributor, yaitu CV Sewu Segar Nusantara di Tangerang dan PT Mulya Raya di Jakarta, selanjutnya didistribusikan ke sejumlah pasar swalayan di sejumlah daerah. Sementara itu distributor dari Lumajang sendiri yaitu Alam Indo dan Kirana.

Perawatan pisang Mas Kirana tidak terlalu sulit. Sebelum berbuah anak pisang harus diatur yakni maksimal tiga anak pisang dalam satu induk. Pohon pisang dipupuk dengan menggunakan pupuk kandang dan dalam waktu tiga bulan. “Untuk budiadaya, awal musim tanam kami harus menyiapkan bibit. Rumpun dipupuk satu tahun 3 kali lalu keluar anak. Sedangkan pupuk kandang yang kami pakai adalah limbah kambing etawa,” kata Sochibul.

Beriringan dengan penyuluhan dari UPT BPP, petani juga mulai membrongkos . “Dulu tidak dibrongkos, sekarang begitu buang jantung langsung dibungkus menggunakan higro. Selain menghindari sengatan serangga, juga untuk meningkatkan mutu, berat pisang dan menambah nilai tawar karena besar,” kata Sochibul. Pohon pisang usia 8 bulan umumnya sudah keluar montongnya.

Cara bercocok tanam petani pisang Mas Kirana di Desa Kandang Tepus sudah diakui oleh dunia internasional. Petani di Kandang Tepus tahun 2013 memperoleh sertifikat penerapan GAP (Good Agricultural Practices) dari Eropa. Tim penilaian melakukan penilaian secara menyeluruh, mulai dari GAP, WC penduduk hingga pembuangan limbah domestic milik penduduk. Yang juga dinilai oleh tim ini, kata Sochibul, adalah juga administrasi. “Tiap hari kegiatan apa saja harus dicatat. Bahkah untuk bersih-bersih kebun saja harus dicatat dalam satu buku tersendiri,” kata Sochibul.

Hanya saja yang menjadi tantangan petani, selain ulat daun, adalah hujan dan angin. Tidak jarang curah hujan yang deras menyebabkan pohon pisang doyong, atau angin yang kencang menyebabkan pohon pisang roboh. Puting beliung yang pernah melanda Desa Kandang Tepus mengakibatkan ratusan pohon pisang roboh.

Guna perluasan pasar, Kelompok Tani Raja Mas sekarang tidak terlalu bergantung ke distributor. Mereka sudah menjalin hubungan dengan Supermarket Tiara Dewata di Bali. Satu minggu sdua kali Gapoktan Raja Mas mengirim ke Bali, sedangkan sekali kirim mencapai 20 kartun pisang mas. “Ini kami lakukan biar kami bisa langsung berhubungan dengan pembeli,” kata Sochibul. Selain mas kirana juga dikirim pisang agung dan kelapa muda.

Petani pisang mas kirana di Lumajang melakukan kemitraan dengan PT BNI 1946 sejak tahun 2009 dengan cara pemberian kredit lunak kepada petani di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Senduro, Pasrujambe, dan Gucilalit. Jumlah debitur yang sudah ada sebanyak 76 orang petani dan modal yang sudah diberikan oleh BNI mencapai Rp1,547 miliar dengan bunga 0,5 persen atau 6 persen per tahun. Jangka waktu kredit selama tiga tahun dan rata-rata petani mendapatkan pinjaman sebesar Rp 10 hingga Rp 30 juta. (widi kamidi)

14 Komentar Pembaca

  1. Wah usaha yang bagus. Saya sangat cocok kalau seluruh petani dijawa diarahkan semacam ini

  2. sedikit nimbrung, dimana kami bisa cari informasi budidaya plsang mas kirana dan memesan bibitnya ?

  3. Maaf Pak,
    saya dari papua tertarik ingin menanam pisag kirana.
    Bisakah kami mendapatkan kontact person untuk emesanan bibitnya? kami sedang menggalakan pertanian untuk masyarakat lokal papua diantaranya dengan mengintensifkan budidaya pisang.

    terima kasih
    salam,
    Ima

  4. saya arif, dari jember, untuk ikut menjadi mitra menanam pisang emas kirana bisa tidak untuk luar daerah lumajang, saya punya lahan di kalibaru, dengan ketinggian tempat sekitar 500 dpl.

  5. Saya tertarik dengan perkebunan pisang, kebetulan pada saat ini saya punya lahan persawahan dan perkebunan cukup luas, lokasinya di daerah pupuan Tabanan, pisang mas kirana apa cocok disana?, daerahnya sejuk dan kadang2 dingin. terima kasih

  6. Kebetulan saya suka bercocok tanaman khusus pisang mas nandi d pisang nangka buat keripik , klu boleh beli bibitnya pohon pisang kirana menghubungi siapa ?

    • wah kebetulan mas/pak sodirin saya pingin tau banyak tentang pisang raja nangka pingin menanamnya,,,
      kalo boleh tau umur sampai panen berapa bulan njih…..?

  7. Saya mengembangkan pisang mas lokal di sukabumi jawa barat apa bedanya pisang mas kirana dan pisangmas lokal apa kendala yang dihadapi petani pisang mas kirana

    • Assalamualaikum Wr.Wb…
      Saya tertarik membudi dayakan pisang kirana, di mana saya bisa memperoleh bibitnya…saya rencana buka lahan di daerah Mojokerto…bagaimana prospeknya…cocok apa tidak, mohon sarannya…terima kasih..

      salam petani

    • Pisang Mas Kirana itu rasanya lebih manis, dagingnya punel, warna kulit terang cemerlang dan lebih tahan lama. makanya sebagai komoditi export andalan

  8. Assalamualaikum Wr.Wb…
    Saya tertarik untuk membudi dayakan pisang kirana, di mana saya bisa mendapatkan bibit asli dengan kualitas yang unggul ? Kalau di kembangkan di daerah mojokerto apakah bagus hasilnya ? Mohon saran dan masukannya, terima kasih…

    Salam dari kami petani.

  9. Jika 425 ha 75% (318 ha) produksi hanya 250 ton maka 250/318, produktivitas per ha hanya 0,7 ton/ha. jika harga rata-rata all grade 4500-5000, jika 5000 saja, maka laba per ha Rp 5000×700 kg yaitu Rp 3.500.000,-… Bagaimana bisa dikatakan petani laba 32 juta/ha sedangkan perhitungan bisnis nya hanya 3,5juta/ha/tahun????

  10. ditempat saya pisang mas banyak sekali bibitnya,kalu cuma 10-20bibit aja saya gratis,,masalahnya orang2nya kurang begitu tertarik,,kalau mau cari bibit pisang mas bisa contak 085608247427

  11. assalamualaimlkum
    saya tertarik dengan usaha ini.
    mungkin dari pihak BAPPEDA JATIM bisa kerja sama di desanya saya…?

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim