Jawa Timur Jadi Duta Indonesia di MUBA Trade Fair 2013 Swiss

Dubes Indonesia untuk PBB di Genewa memberikan cinderamata kepada penyelenggara Muba Fair 2013 Swiss, Jumat (22/2).

Jawa Timur mendapatkan kesempatan emas dalam rangka mengembangkan TTI (trade, tourism dan investment) guna menarik investor dan memasarkan komuditas ke Eropa. Basel merupakan kota dagang dan keuangan Eropa karena disinilah keputusan ekonomi dunia diambil. MUBA Trade Fair 2013 di Basel Swiss, adalah pameran terbesar di Eropa yang berskala internasional.

Presiden Swiss Ueli Maurer tepat pukul 09.00 membuka pameran dagang internasional itu, dan seusai open ceremony presiden beserta seluruh kementrian menuju ke anjungan Indonesia dan disambut oleh Dubes RI untuk Swiss Djoko Susilo, Duta Besar RI di PBB Genewa, Dirjen Kemendag Gusmardi Bustami dan Tim Ekonomi dan Kebudayaan Jatim yang dikpimpin oleh Ir. Hadi Prasetyo

Mereka tampak sangat antusias mencari tahu apa saja yang dipamerkan. Mulai dari pariwisata, batik, kuliner hingga handicraft produk UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) Jatim. Diantara mereka bahkan ada yang memborong produk yang dipajang, seperti batik dan handicraft yang kualitasnya sudah tak perlu diragukan lagi.

Suasana pameran diarena Indonesia terasa lebih meriah saat Presiden Swiss Ueli Maurer dan Wakil Presiden Swiss serta jajaran kementrian Swiss mengunjungi dan melihat-lihat produk UMKM Indonesia. Mereka tampak sangat terkesan dengan produk-produk yang telah dihasilkan.

Kedubes Indonesia di Swiss mengatakan, baru kali ini ada negara yang secara khusus mempersiapkan agar pameran lebih tampak meriah dan ekspresif. Biasanya, meski negara itu ditunjuk sebagai negara yang paling ditonjolkan dalam MUBA Trade, mereka membuat stage yang biasa saja dan tak semeriah tahun ini.

Hal itu juga diakui Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Gusmardi Bustami, yang secara khusus datang dalam acara itu mewakili pemerintah Indonesia. Gusmardi mengatakan meski Indonesia baru pertama kali mengikuti pameran ini, tapi Indonesia yang Jatim menjadi province of charm sangat membawa suasana sangat berbeda di MUBA Trade kali ini.

“Jawa Timur kita pilih menjadi province of charm karena provinsi ini pertumbuhan ekonominya sangat tinggi, yaitu 7,22 persen pada 2012. Selain itu, di provinsi ini juga tumbuh banyak industri yang berskala besar dan bisa mempresentasikan Indonesia,” katanya, disela-sela pembukaan MUBA Trade, Basel Swiss, Jumat (22/2).

Selain itu, lanjutnya, penduduk Jatim yang jumlahnya mencapai 38 juta atau lima kali lipat dari jumlah penduduk negeri Swiss serta luas provinsinya sama dengan luas Negara Swiss juga jadi pertimbangan lainnya. “Jumlah touris di Jatim juga berasal dari berbagai negara di dunia. Makanya kita ingin perkenalkan Indonesia lewat Jawa Timur. Kita sangat optimis akan sukses,” jelasnya.

Menurut dia, Swiss menjadi satu-satunya negara Eropa yang negaranya tak begitu terkena imbas dari krisis ekonomi global. Itu artinya pengelolaan makro ekonominya sangat bagus. Dan MUBA Trade ini menjadi salah satu pameran terbesar di Eropa dan Swiss.

“Ini merupakan satu kehormatan bagi Indonesia yang diberikan tempat khusus untuk mengikuti pameran ini. Kita dipandang sebagai land of opportunity, makanya kita akan pergunakan kesempatan ini dengan baik. Karena Swiss menjadi negara penghubung antara negara-negara Eropa lainnya seperti Jerman dan Perancis,” ungkapnya.

Sementara itu, Asistem II Sekdaprov Jatim Hadi Prasetyo menambahkan, MUBA Trade ini merupakan pameran yang skalanya sangat besar. Jumlah pengunjungnya setiap hari mencapai 30 ribu orang dengan rata-rata spendingnya sebesar 1.200 Euro atau Rp15 juta.

“Ini merupakan sebuah kesempatan emas untuk Jawa Timur, karena telah dijadikan sebagai province of Charm. Tapi target kita bukan pada berapa banyak transaksi yang kita peroleh, tapi berapa banyak jaringan atau networking yang diperoleh. Sebab jika jaringan ini sudah dibangun, manfaatnya akan terasa lebih besar disbanding hanya jual beli,” paparnya.

Dalam pameran itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jatim itu, luas pamerannya mencapai 2 ribu meter persegi. Khusus untuk Indonesia, diberikan stage khusus yang jauh lebih besar dibanding stage dari negara-negara lainnya. “Makanya seperti yang saya bilang tadi, ini adalah kesempatan emas untuk Jawa Timur,” pungkasnya.

(Sumber: Biro Humas Pemprov Jatim)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim