Jatim Berencana Membangun Kerjasama Dengan Asian Trade Area

Gubernur Jatim Soekarwo

Menjelang Komunitas ASEAN tahun 2015 yang mencakup tiga hal yaitu political and security community di ASEAN, Asean Economy Community, Social and Cultural Community, Jatim mulai tahun ini berupaya untuk menaikkan kualitas produk yang dihasilkan.

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo seusai menerima delegasi Thailand di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (11/1).

Pemasalahan di bidang ekonomi, imbuh Gubernur, nantinya akan sangat menonjol daripada bidnag lainnya. “Oleh karena itu kita harus terus berupaya untuk menaikkan kualitas produk yang dihasilkan. Kita akan mengalami kerugian yang besar jika kita hanya jadi penonton dan sebagai tempat pemasaran saja,” ujar Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jawa Timur.

Sementara masalah sosial budaya termasuk di dalamnya bidang jasa, jika kita tidak transparan dan akuntabilitas terhadap biaya maka tidak lama lagi para ahli dari luar negeri akan menyerbu Jatim. “Saya usulkan kepada dokter, notaris dan arsitek agar transparan menentukan tarifnya.

Sehingga terjadi persaingan yang sehat dengan para ahli dari luar negeri,” imbuh pakde Karwo.
Jika ditilik, import kita hanya sekitar 6 persennya berupa barang jadi sedang 86 persen adalah bahan baku sedang 8 persenya peralatan modal. “Ini menunjukkan bahwa import barang jadi sangat rendah serbuan terhadap barang jadi hanya 6,6 persen hal ini sangat rendah dibawah 15 persen.

“Untuk mengatas hal tersebut hendaknya barang jadi didatangkan dari Indonesia,” ujarnya.

Untuk membangun kemandirian ekonomi Jawa Timur, pihaknya telah bekerja sama dengan Jateng dan DIY untuk menyiapkan bahan baku industri di Jatim, termasuk dari Sultra yang baru saja ditandatangani untuk menyiapkan mangan, bijih besi dan tembaga.

Mengenai kerjasama dengan Thailand saat ini para pengusaha Thailand mengalami kegelisahan penyebabnya ada;ah anarkisme buruh serta keadaan wilayah yang selalu ditimpa banjir. Oleh karena itu mereka mulai melirik Jawa Timur untuk mengalihkan investasinya, khususnya di bidang UMKM.

Di hadapan para delegasi, Gubernur mengemukakan adanya jaminan pemerintah terhadap para investor asing diantaranya berupa perijinan untuk PMA hanya 17 hari dan PMDN hanya 11 hari, buruh yang terlatih, ketersedian listrik yang surplus 3000-4000 megawatt, serta lahan industri yang tersedia begitu luas.

Dengan terjalinnya kerjasama dan investasi diharapkan akan lebih banyak lagi investor yang berinvestasi di Jawa Timur, sehingga dapat meningkatkan nilai eksport dan import antara dua negara, harap Pakde Karwo.

Sementara itu Direktur Promosi Investasi dan Kerjasama, Badan Investasi Thailand Mr. Audsitti Sroithong yang datang bersama dengan para pebisnis dari berbagai sektor seperti agro industry, sector mamin, industri kimia. mengatakan maksud kedatangannya ke Jawa Timur untuk menjajaki kemungkinan untuk mengadakan kerjasama bisnis dan peluang investasi di Indonesia.

“Untuk langkah awal kami menjajaki Surabaya untuk memperoleh beberapa informasi yang kami butuhkan. Kami mencari investor yang dapat investasi di berbagai sektor serta kami juga membutuhkan pasar untuk memperluas area bisnis kami. Dengan harapan arus perdagangan antara Thailand dan Indonesia dapat meningkat di kemudian hari,” ungkapnya.

Pihaknya berencana akan kembali ke Surabaya dalam waktu enam atau delapan bulan kedepan untuk merealisasikan kerjasama dan investasi serta menjajaki kemungkinan akan membangun sister province,” ujarnya.

(Sumber: Humas Pemprov Jatim)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim