Malang Alokasikan Rp5 Miliar Untuk Bencana Alam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Pemerintah Kabupaten Malang mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar yang berasal dari APBD untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi di wilayahnya.

Bupati Malang H. Rendra Kresna mengatakan pihaknya juga telah mengintruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan camat dijajarannya untuk waspada.

“Mengingat dalam beberapa hari terakhir bencana banjir, tanah longsor, puting beliung, dan air pasang telah terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Malang,” katanya, Sabtu (12/1).

Menurutnya, camat yang merupakan ujung tombak di daerah telah diminta untuk selalu siaga dan segera mengambil langkah koordinasi jika terjadi bencana alam di wilayahnya.

Selain itu, pemkab juga telah memetakan daerah mana saja di Kabupaten Malang yang rawan terjadi bencana sekaligus untuk melakukan evakuasi bagi warga di daerah terjadinya bencana.

Wilayah Kabupaten Malang dalam beberapa waktu terakhir sudah mengalami bencana berupa ombak tinggi yang berlangsung di perairan pantai Malang selatan, pohon tumbang, longsor, dan angin puting beliung.

“Wilayah kabupaten yang berada di pegunungan memang rawan terhadap longsor dan angin puting beliung. Sedangkan yang berada di pesisir pantai rawan terhadap terjadinya ombak tinggi kendati bukan terhadap ancaman tsunami,” ujar dia.

Peristiwa pohon tumbang yang terjadi di Kabupaten Malang juga mengakibatkan dua korban meninggal dunia dan satu luka berat. Sedangkan akibat hujan dan angin kencang mengakibatkan dua rumah milik warga roboh.

Selain itu mobil dinas milik Camat Gondanglegi Kabupaten Malang berikut puluhan sepeda motor milik staf kecamatan juga rusak menyusul atap parkir yang roboh diterjang hujan dan angin kencang.

Dua desa di Kabupaten Malang yakni Desa Tumpakrejo Kecamatan Kalipare dan Desa Klepu Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga tidak luput dari terjangan banjir dan tanah longsor.

“Sedangkan gelombang air pasang yang menerjang perkampungan nelayan di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan menyebabkan sejumlah perahu milik nelayan rusak akibat hantaman ombak,” jelasnya.

Ketinggian ombak yang mencapai 5-7 meter hingga radius 50 meter dari bibir pantai membuat nelayan juga tidak melaut. Akibat bencana yang menerjang di sejumlah wilayah tersebut Pemkab Malang melalui Dinas sosial (Dinsos) telah memberikan bantuan berupa makanan kepada warga yang menjadi korban banjir termasuk 62 kepala keluarga (KK) di perkampungan nelayan di Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

“Pemkab juga memberikan bantuan berupa peralatan dan juga dana untuk memperbaiki dua rumah warga yang rusak akibat disapu angin puting beliung,” tutur dia.

(Sumber: Bisnis-Jatim.com)

Komentar Pembaca

  1. Apa yang dilakukan oleh pemerintah Malang dengan menganggarkan dana sebesar 5 Milyar akan membuat kota Malang menunju Kota Tangguh Bencana. Untuk membentuk kota tangguh, ada 10 tahapan dan tahapan ke-2 adalah
    Menyiapkan Anggaran. Penyiapan anggaran dalam upaya pengurangan risiko bencana dan penguatan kapasitas masyarakat, lembaga pendidikan, kesehatan dan lain-lain. Kesediaan anggaran memungkinkan terlaksananya kegiatan seperti penguatan kapasitas masyarakat, penguatan kapasitas pihak sekolah, percepatan proses recovery kawasan yang terkena bencana, percepatan rehab-rekon kawasan bencana dan beberapa kegiatan lainnya

    Artikel lengkapnya ada di http://www.ibnurusydy.com/10-kiat-menuju-kota-yang-tangguh-menghadapi-bencana/

    Salam Siaga,
    Wassalam,
    http://www.ibnurusydy.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim