Sekdaprov Ajak Anggota KORPRI Lestarikan Ludruk

Sekdaprov Jatim Rasiyo

Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr. H. Rasiyo M.Si mengajak kepada seluruh anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) untuk melestarikan seni dan budaya asli Jatim, khususnya seni ludruk. “KORPRI selain sebagai abdi negara, pemerintah dan rakyat, diharapkan berperan serta dan ikut peduli terhadap kesenian khas dari Jatim ini. Jika bukan kita yang mencintai dan melestarikan, siapa lagi yang akan meneruskan kesenian ludruk ini,” ujarnya saat membuka Pentas Ludruk di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jl. Gentengkali No. 85 Surabaya, Kamis (3/12) malam.

Sekdaprov Jatim yang juga Dewan Pembina KORPRI Jatim menegaskan, KORPRI harus menjadi contoh bagi organisasi lainnya dalam melestarikan seni dan budaya. Kesenian ludruk ini merupakan wujud perhatian KORPRI Jatim terhadap keberadaan seniman agar bisa terus berkarir, memberikan perhatian yang tinggi serta menjaga seni budaya yang ada di Jatim. “Ini merupakan salah satu bentuk keprihatinan kita sebagai anggota KORPRI. Untuk itu, saya memberikan apresiasi kepada Sekretariat KORPRI Jatim yang telah melestarikan kesenian ludruk dalam rangka peningkatan apresiasi seni yang ada di Jatim dengan menghadirkan pertunjukan yang sangat edukatif tentang sejarah bangsa,” tegasnya.

Dikatakannya, terkadang masyarakat lupa ketika budaya tidak dilestarikan dengan baik, namun setelah beberapa tahun kemudian diklaim oleh negara lain, banyak yang menyayangkan dan turut berkomentar tanpa bisa membantu dan melestarikan kesenian ludruk dahulunya.

Lebih lanjut disampaikannya, ketika Budaya Indonesia diakui oleh budaya lain, kita nanti pasti akan menentang, turut komentar teriak-teriak dan tidak ada upaya untuk menjaganya, untuk segera di hak patenkan.  Namun, ketika budaya itu menjadi salah satu kesenian yang bernilai tinggi bagi daerahnya, tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik.

Sebagai contoh, beberapa waktu yang lalu seperti kesenian Tari Reog dari Ponorogo yang tidak segera dipatenkan, sehingga diklaim oleh Malasyia sebagai kesenian yang berasal dari Negara itu.

Sekdaprov Rasiyo menjelaskan, KORPRI harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kesenian yang ada di Jatim. Dengan kesenian ludruk ini dapat mencerminkan karakter dan etika perilaku orang. Kita sebagai anggota KORPRI harus memiliki sikap dan perilaku yang bagus..

Sekretaris Dewan Pengurus KORPRI Ardo Sahak mengatakan, tujuan di selenggarakan Pentas Ludruk Karya Budaya Mojokerto ini merupakan wujud dari upaya KORPRI dalam turut serta memberikan perhatian yang tinggi keberadaan seni dan budaya sekaligus untuk melestarikan kesenian asli dari Jatim. Pentas ludruk yang di tampilkan ini merupakan cerita mengenai sejarah bangsa tentang kehidupan Raden Said atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kalijaga.

Sinopsi Lakon “ Raden Said” berangkat dari kejengkelan dan kekesalan menyaksikan carut marutnya kemiskinan akibat ulah pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil. Maka, Raden Said selaku anak dari Adipati (Bupati) Tuban memberanikan diri berseberangan dengan bapaknya sendiri yang akhirnya berbuah pengusiran terhadap dirinya dari Kadipaten. Karena memiliki sifat yang baik dan suka menolong siapa saja yang kesulitan, akhirnya dia diangkat menjadi murid dari Sunan Bonang.

(Sumber: Humas Pemprov. Jatim/ Nif/Imam).

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim