Kereta Rel Listrik Gubeng-Juanda Batal

ilustrasi

Proyek transportasi Mass Rapid Transit (MRT) berbasis kereta listrik dengan rute Stasiun Gubeng-Bandara Juanda batal dikerjakan. Pemerintah Pusat mengalihkan pendanaan proyek tersebut untuk jalur kereta double track atau rel kereta api ganda di Pantai Utara (Pantura). ”Setahu saya bukan gagal tapi batal karena dananya dipakai untuk membangun jalur ganda,” kata Nizar Zahro, Anggota DPRD Jawa Timur (Jatim), Kamis (29/11).

Dia menjelaskan, pendanaan proyek MRT itu sebenarnya berasal dari APBD dan APBN. Tetapi, karena kebutuhan untuk membangun jalur double track itu lebih mendesak, Pemerintah Pusat bersama Pemprov Jatim akhirnya menyepakati menghentikan sementara rencana pembangunan MRT tersebut. ”Doubel track itu sangat mendesak dan dibutuhkan, anggarannya sangat besar sehingga kesepakatannya harus dialihkan dulu pembangunan MRT,” tegasnya.

Dia mengatakan, selain biaya, hingga saat ini belum ada kesepakatan antara TNI AL dan PT Kereta Api (KA) Indonesia mengenai lahan yang akan dipakai untuk MRT tersebut. Masih menunggu kajian dari Pemerintah Pusat, sehingga nanti dihasilkan keputusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai sharing pembangunan MRT yang akan dilanjutkan pada tahun 2014 mendatang. ”Harus ada kesepakatan dulu antara PT KA Indonesia dengan TNI AL jadi nanti ada kajian yang jelas,” tegasnya.

Sementara, Irwan Setiawan, Anggota Komisi DPRD Jatim lainnya mengaku belum menerima pemberitahuan resmi dari Pemprov Jawa Timur mengenai pembatalan proyek tersebut. Tetapi, dia mendorong agar Pemprov Jatim segera menyelesaikannya sesuai dengan target. Pasalnya, skema pembangunan MRT sudah masuk dalam RTRW Jatim. ”Yang pasti skema MRT Juanda harus diselesaikan tepat waktu karena sudah masuk dalam RT/RW provinsi pada tahun ini,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi membenarkan pembatalan tersebut meski MRT sangat dibutuhkan untuk menunjang moda transportasi yang integreted. “Memang perlu, tapi sekarang anggaran dari APBN itu dialihkan dulu untuk menyelesaikan proyek double track yang juga program nasional,” katanya, Kamis (29/11).

Wahid juga memastikan jika ketersediaan lahan untuk double track jalur Pantura tidak ada kendala yang berarti. Ia menjelaskan, sebagian besar lahan yang akan dibangun double track merupakan lahan milik PT KA Indonesia. Untuk pengerjaan jalur ganda kereta api, kata Wahid diperkirakan akan selesai akhir 2014 meski hingga akhir 2012 masih belum ada upaya pengerjaan dari PT KA Indonesia. “Direncanakan pembangunan double track akan selesai akhir tahun 2014 dan anggaran untuk kereta bandara akan dikaji ulang,” pungkas Wahid.

Diberitakan sebelumnya, jika proyek MRT mendapatkan kucuran dana awal sebesar Rp 30 miliar dari APBN. Untuk pelaksanaan tahap awal, akan dibangun tiang pancang di jalur Aloha-Juanda. Langkah itu untuk memancing masuknya investor.

Roadmap proyek kereta api itu akan terintegrasi dengan berbagai kota di Jatim. Dan sebelumnya telah ditandatangani oleh Menteri Perhubungan saat dijabat Djuasman Syafeii Djamal dan Gubernur Jatim Imam Utomo pada 5 Agustus 2008.

Proyek itu terbagi atas dua tahap dengan total jalur yang dikerjakan mencapai panjang 110 km. Tahap I, skenarionya terdiri atas ruas Kandangan (Sby)-Surabaya-Waru-Sidoarjo sepanjang 42 km termasuk program double track dan membuat jalur rel yang ditinggikan (elevated).

Tahap ini juga termasuk perbaikan stasiun dan pembangunan sejumlah perhentian (shalter). Tahap II berupa pembangunan jaringan KA menjadi double track untuk ruas Kandangan Surabaya-Lamongan, Surabaya-Mojokerto, Waru-Sidoarjo-Porong Sidoarjo-Bangil Pasuruan. surabayapost.co.id

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim