Beri modal ke petani, PTPN X gandeng BNI

ilustrasi

PT Perkebunan Nusantara X (Persero) menjalin sinergi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) untuk membiayai para petani di lingkungan Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Mojokerto. BNI mengucurkan dana Rp25 miliar untuk petani di lingkungan PG Gempolkrep yang merupakan satu dari sebelas PG milik PTPN X.

Direktur Keuangan PTPN X, Dolly P. Pulungan, mengatakan, kerja sama dengan BNI ini merupakan bagian dari sinergi BUMN yang saat ini sedang digalakkan oleh Kementerian BUMN. PTPN X tercatat telah melakukan 16 kerja sama dengan BUMN-BUMN yang lainnya, baik dalam hal bantuan permodalan ke petani maupun operasional pabrik gula.

Pulungan menjelaskan, dana Rp25 miliar dari BNI tersebut akan digunakan oleh petani binaan PTPN X untuk melakukan budidaya tebu. Pembiayaan ini masuk dalam program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) dengan bunga flat 6 persen per tahun.

“Kredit lunak ini akan sangat membantu petani dalam membudidayakan tebu. Dalam hal ini, PTPN X menjadi avalis bagi para petani,” ujar Pulungan di sela penandatanganan kerja sama antara PTPN X dan BNI di Surabaya, Kamis (29/11/2012).

Pulungan mengatakan, kebutuhan permodalan bagi para petani di lingkungan PG Gempolkrep mencapai Rp70 miliar. Selain Rp25 miliar dari BNI, permodalan akan ditopang oleh BUMN perbankan lainnya maupun BUMN nonbank melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Kepala Bidang PKBL PTPN X, Wasis Pramono, menjelaskan, pihaknya selama ini telah dipercaya oleh sejumlah BUMN untuk mengelola dana PKBL. Tahun ini, produsen gula terbesar di Indonesia tersebut mengelola dana PKBL sekitar Rp450 miliar. Tahun depan ditargetkan naik menjadi Rp550 miliar.

“Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk bantuan permodalan petani, meningkatkan kualitas SDM petani, menguatkan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan mendorong kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat sekitar pabrik gula,” ujarnya.

Wasis menjelaskan, PTPN X secara berkelanjutan terus membantu meningkatkan kapasitas petani tebu dalam hal teknis budidaya. Berbagai pelatihan secara rutin digelar untuk meningkatkan SDM petani. Mengajak perwakilan petani untuk studi banding ke negara yang sukses mengembangkan industri gula, seperti Thailand, juga rutin diadakan.

PTPN X juga melakukan riset terpadu budidaya tebu yang nantinya bisa membantu petani meningkatkan produktivitasnya. Salah satu yang terbaru adalah pengenalan metode bud chips yang bisa memacu produktivitas tebu.

“Petani selama ini kerap dinilai terpinggirkan. Namun, di lingkungan PTPN X, petani diposisikan sebagai mitra sejajar yang harus tumbuh dan berkembang secara bersama-sama dengan pabrik gula,” jelasnya.

Menurut Pulungan, kunci sukses sebuah pabrik gula adalah dengan memperkuat kapasitas dan kesejahteraan petani. Pasalnya, sekitar 95 persen pasokan tebu ke pabrik gula berasal dari petani. Sisanya baru didapat dari kebun-kebun milik PG sendiri.

“Transparansi PG dan komunikasi yang intensif menjadi kunci. Jika petani percaya ke PG, terutama dalam hal rendemen, mereka akan senang mengirim tebunya ke PG. Itu yang akan menjamin kontinuitas bisnis PG. Karena itulah, PTPN X terus mendorong penguatan kapasitas petani, baik melalyi fasilitasi permodalan dengan PTPN X menjadi avalis maupun dengan pelatihan-pelatihan dan pendampingan,” tutur Pulungan. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim