Jatim all-out Dukung Swasembada Daging

ilustrasi

Provinsi Jawa Timur (Jatim) all-out mewujudkan program swasembada daging sapi berkelanjutan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Maskur menuturkan, Jatim merupakan produsen populasi sapi terbesar nasional. Populasi sapi di Jatim mencapai 4,8 juta ekor atau berkontribusi 32% dari total produksi sapi nasional.

Maskur menegaskan, surplus populasi sapi ditaksir sebesar 1 juta ekor. Sementara stok sapi siap potong tahun ini sebesar 750.000 ekor.

Dari jumlah sebesar itu, menurut Maskur, jumlah sapi potong yang didistribusikan khusus di Jatim sebesar 550.000 ekor. Adapun kuota sapi yang didistribusikan di luar pasar Jatim seperti Jakarta sebesar 158.000 ekor.

“Hingga pekan keempat November ini, kuota untuk pasar di luar Jatim baru sebesar 129.000 ekor sapi,” ujar Maskur kepada kabarbisnis.com di Jakarta, Rabu(28/11/2012).

Karena itu, Maskur menambahkan, masih ada sisa kuota sapi lebih 30.000 ekor untuk pasar luar Jatim yang belum terserap. “Jangan khawatir, kita juga komitmen membantu stabilisasi pasokan sapi dan daging pasar Jabodetabek. Kenyataannya pasokan kita mencukupi,” terang Maskur.

Adapun stok sapi Jatim siap potong hingga akhir tahun ditaksir mencapai 68.000 ekor. Sementara kebutuhan konsumsi Jatim berkisar 1.000-1.200 ekor per hari.

Atas hal itu, menurut Maskur, tidak ada alasan bagi penjagal dan pedagang daging yang meminta pemprov melarang sapi ke luar Jatim. Dalam percaturan perdagangan dalam negeri antardaerah, apabila suatu daerah dinilai surplus maka akan memasok daerah yang minus.

Menurut Maskur, dinamika harga daging sapi yang menjadi keberatan para pejagal dan pedagang pasar di Jatim semestinya dijawab dengan merenegosiasi harga di tingkat bandar atau peternak. “Ini kan fenomena perdagangan biasa. Faktanya, populasi sapi di Jatim sangat mencukupi. Bahkan surplus,” terang Maskur.

Maskur menambahkan, komitmen pemerintah mewujudkan program swasembada sapi berkelanjutan yang menginginkan kuota impor hanya 10% dari kebutuhan itu telah menggairahkan usaha tani di tingkat peternak. Harga bobot sapi hidup saat ini berkisar Rp 32.000 per kg sampai Rp 34.000 per kg untuk kelas super.

“Bandingkan 3-4 bulan lalu, harga sapi hidup dari peternak dihargai Rp 26.000 per kg. Insentif harga itu kita harapkan akan terus memacu para peternak yang mayoritas skala kecil untuk terus memperbaiki usaha agrobisnis ternaknya,” pungkasnya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim