Flyover Pasar Kembang Rp122,95 Miliar

ilustrasi: jatim.tribunnews.com

Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan fly over Pasar Kembang, Surabaya,Jawa Timur. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 122,95 miliar.

“Pekerjaan di lapangan sudah sekitar 25,% dari total proyek,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Djoko Muryanto, di sela-sela acara Media Gathering yang diadakan Ditjen Bina Marga.

Menurut Djoko, pembangunan fly over Pasar Kembang sudah sangat mendesak dilakukan. Pasalnya lalu lintas di kawasan tersebut sangat padat sehingga pada jam sibuk sering terjadi kemacetan parah.

Kalau terus dibiarkan maka kemacetan di kawasan tersebut akan semakin parah sehingga mengganggu aktifitas ekonomi di kota Surabaya dan sekitarnya. Dengan dibangunnya fly over tersebut diharapkan kemacetan akan dapat terurai.

Fly Over Pasar Kembang dengan panjang 775 meter dan lebar 17 meter itu membentang diantara Jalan Diponegoro dan Jalan Pasar Kembang, serta melewati persimpangan Banyu Urip. Bangunan bawah terdiri dari pondasi bore pile 120 cm sepanjang 45 m, pondasi CSP diameter 50 cm sepanjang 34 m dan pondasi CSP diameter 30 cm sepanjang 10 meter.

Sedangkan bangunan bagian atas terdiri dari U-girder dengan panjang 31,9 m dan box girder dengan panjang 45 m sebanyak lima bentang.

Bentuk Fly Over Pasar Kembang sendiri cukup unik, karena lintasan dan bentuknya mengikuti lengkung median jalan.Fly over akan dibangun empat lajur, dua lajur di sisi kiri dan dua lajur lagi di sisi kanan. Pembangunan jalan ini dilaksanakan oleh KSO PP-GNG-BLJ dan dilaksanakan selama 1.070 hari kalender.

Pembangunan fly over ini merupakan pekerjaan tahun jamak yang dilaksanakan melalui kontrak anak I tahun anggaran 2010 yang dianggarkan Rp 11,479 miliar, kontrak anak II TA 2011 Rp 14,0 miliar, dan kontrak anak III TA 2012 sebesar Rp 40 miliar dan kekurangan pada TA 2012 sebesar Rp 57,50 miliar.

Progres pekerjaan sampai dengan 28 Oktober 2012 telah mencapai 25,01% dari rencana 25,27%, yang berarti masih ada deviasi -0,2668% dan penyerapan anggaran terhadap kontrak induk realisasinya sudah mencapai 24,2464%.

Dirjenmengakui ada sedikit hambatan saat akan mengerjakan Fy Over Pasar Kembang, diantaranya yang cukup menyita waktu adalah adanya penyelesaian lahan yang dipergunakan yang milik PT KAI, jaringan kabel PLN, jaringan pipa PDAM dan PGN, pertamanan (yang baru selesai pada September 2012). Sedangkan dari sisi sosial, proyek terlalu dekat dengan permukiman penduduk serta padatnya arus lalu lintas didaerah tersebut sehingga pada jam sibuk terjadi kemacetan sangat parah.

(Sumber: PosKota.com)

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim