Tersisa 2 Bulan, 300 Ribu Warga Belum e-KTP

ilustrasi

Program e-KTP di Surabaya hingga mendekati akhir tahun 2012 masih belum kelar. Sampai saat ini sekitar 300 ribu warga kota belum melakukan perekaman e-KTP. Meski Pemkot melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) melakukan jemput bola, masih sebagian warga kota tak antusias mengikuti program tersebut.

“Kami akui kondisi itu. Memang target pemerintah e-KTP harus tuntas di akhir tahun ini. Namun, sampai sekarang sebanyak 300 ribu warga belum mengikuti e-KTP. Kami masih terus berjuang untuk menyelesaikan program tersebut,” kata Suharto Wardoyo, Kepala Dispendukcapil Surabaya, Senin (5/11).

Menurutnya, masih banyaknya warga kota yang belum mengikuti e-KTP karena kesibukannya, karena sedang berada di luar negeri, ada pula yang sedang sakit atau bekerja di luar kota. Tapi, bagi warga kota yang masih berada di dalam kota dan malas mengurus e-KTP dia harapkan agar segera mengurusnya. Peling tidak menyempatkan diri ke kelurahan, ke kecamatan atau di mal yang sedang ada program e-KTPnya.

“Kami tentu tak mau dikatakan lamban dalam mengejar target penyelesaian e-KTP, fakta penghalangnya banyak,” ungkap Suharto Wardoyo.

Sejumlah mal, lanjutnya, sudah menyediakan pojok smart office yang juga melayani e-KTP. Selain di Royal Plasa, layanan e-KTP juga digelar ITC Mega Grosir dan BG Juntion. Layanan e-KTP di ketiga pusat perbelanjaan ini melayani proses e-KTP selama November ini dalam memperingati hari Pahlawan. Tak hanya itu, bagi pengunjung Taman Bungkul yang kebetulan belum melakukan e-KTP, Dispendukcapil juga akan membuka layanan di sana pada 13 November nanti.

“Kami minta warga yang belum mengikuti e-KTP bisa ikut di tempat-tempat tersebut. Bahkan di hari libur dan cuti bersama kami tetap memberikan layanan di sana,” katanya.
Pejabat yang akrab dipanggil Anang ini mengaku, tidak ada kerugian bagi warga yang telah melakukan perekaman data. Nantinya, e-KTP-nya tidak akan disalahgunakan orang lain. “Sekali lagi, kalau KTP manual memang rawan penipuan dan pemalsuan dan KTP ganda, tapi e-KTP, tidak mungkin ada pemalsuan seperti itu,” tegasnya.

Mantan Kabag Hukum Pemkot Surabaya ini menjelaskan, dengan penggunaan e-KTP bisa meminimalisir adanya data ganda karena hanya akan dipegang oleh pemiliknya. Program e-KTP itu kalau digunakan selain pemiliknya akan langsung ketahuan karena sidik jari sampai iris mata akan diteliti sehingga tidak mungkin dipalsukan. Jadi warga tidak akan dirugikan dengan perekaman data e-KTP.

“Di tiga mal kami juga melayani pengajuan akte kelahiran dan kematian, termasuk legalisirnya dan e-KTP,” kata Suharto.

Khusus di tiga pusat perbelanjaan tersebut, lanjut dia, untuk Senin-Jumat, petugas yang ada khusus melayani perpanjangan KTP dan e-KTP, serta mereka yang mengurus surat keterangan pindah dan datang.
Selain itu, lanjut Suharto, mulai 5-8 November 2012, Dispendukcapil juga membuka layanan akte kelahiran dan kematian berikut legalisirnya di Taman Bungkul. “Kami juga melayani perpanjangan KTP, Kartu Penduduk Musiman (Kipem) maupun surat keterangan tempat tinggal,” imbuhnya.

Sementara itu, Baktiono Ketua Komisi D DPRD Surabaya mengatakan, seharusnya Dispendukcapil tetap melibatkan RT/RW, lurah dan camat. Karena mereka ini yang paling tahu soal penduduknya. “Ini penting, jangan remehkan tugas mereka, mereka tahu pasti siapa penduduknya yang sudah melakukan perekaman e-KTP dan siapa yang belum,” jelasnya singkat. surabaya post online

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim