Habitat Karang Laut Pulau Sepanjang Mulai Rusak

ilustrasi: surabaya post online

Pemandangan alam laut di deretan pulau-pulau kecil Sumenep memang terlihat masih perawan. Termasuk alam bawah laut dan keberagaman karang dan ikan di perairan Pulau Sepanjang yang sangat berlimpah. Namun kini, karang laut Pulau Sepanjang mulai terkontaminasi kerusakan dengan munculnya banyak bulu babi.

Bila anda sampai pada bibir pantai, maka hamparan pasir putih nan halus akan menghiasi sejauh mata memandang. Begitu juga dengan air lautnya, bening cenderung biru kehijauan. Sepintas, dalam benak akan muncul keinginan untuk melakukan wisata diving.

Keelokan alam semacam ini tentu saja akan mudah sirna bila tidak didukung dengan upaya pelestarian dari segenap pihak dan masyarakat. Seperti sekarang ini, kondisi karang di area perairan Pulau Sepanjang secara parsial tergolong mulai rusak, dan hanya sedikit titik area karang yang masih bisa dikatakan baik.

Persoalannya, masih banyak oknum nelayan dari luar Pulau Sepanjang yang nekat menggunakan bom atau potasium saat menangkap ikan.

Benar saja, setelah dilakukan diving oleh pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim dan Kabupaten Sumenep, kondisi karang yang tergolong buruk cukup mendominasi. Diantaranya berada di titik 7’06’44,4′ Lintang Selatan 115’47’31 Bujur Timur, 7’06’32,7′ Lintang Selatan 115’47’18 Bujur Timur, 7’07’04,8′ Lintang Selatan 115’46’08 Bujur Timur dan 7’07’24,6′ Lintang Selatan 115’44’26,3′ Bujur Timur.

Temuan karang rusak dan Bulu Babi juga terdapat di koordinat 7’08’54,4′ Lintang Selatan 115’44’14,0′ Bujur Timur, 7’12’35,7′ Lintang Selatan 115’49’58,1′ Bujur Timur. Sementara itu, karang dengan kondisi sedang berlokasi di koordinat 7’08’23,5′ Lintang Selatan 115’44’26,3′ Bujur Timur, 7’11’19,1′ Lintang Selatan 115’47’35,8′ Bujur Timur.

“Di pantai saja, kita dengan mudah menemukan Bulu Babi. Itu merupakan salah satu indikator ancaman kerusakan terumbu karang dan ekosistem laut lainnya,” kata Titin Lutfiah, salah satu penyelam Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Jatim di perairan Pulau Sepanjang, Sumenep.

Saat menyelam di zona 1-6 mil, secara kasat mata, pemandangan ancaman kerusakan karang juga nampak jelas. Bahkan, para penyelam ini lebih mudah menemukan karang yang rusak dibanding karang yang masih dalam kondisi baik.

Karang dengan kondisi baik ditemukan di koordinat 7’09’47,0′ Lintang Selatan 115’44’34,5′ Bujur Timur, 7’10’57,1′ Lintang Selatan 115’46’20,8′ Bujur Timur, dan 7’11’14,1′ Lintang Selatan 115’47’17,1′ Bujur Timur.

Pada koordinat 7’06’12,0′ Lintang Selatan 115’44’03,4′ Bujur Timur juga ditemukan karang putih yang masih dalam kondisi baik. Namun di sekelilingnya, kondisi karang dan ekosistem laut lainnya terpantau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Untuk itu, warga Desa Sepanjang yang kebanyakan bekerja sebagai nelayan diimbau adanya Peraturan Bupati Sumenep Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Pulau Sepanjang. Diantaranya, masyarakat nelayan tetap diperbolehkan memasang bagan apung atau alat tangkap ramah lingkungan. Sebut saja alat pancing dan jaring jala.

“Terumbu karang yang kondisinya baik di zona 0-1 mil akan diberi tanda khusus agar tidak terkena jangkar nelayan bagan apung. Kami akan beri pengertian seperti itu kepada nelayan,” tambah Titin.

Kemudian, pada zona 1-6 mil ditetapkan sebagai zona inti yang tidak boleh ada aktivitas eksploitasi atau pemanfaatan perikanan.

Ancaman kerusakan karang dan ekosistem laut di Pulau Sepanjang ini patut disayangkan. Karena, perairan yang mengitari pulau-pulau kecil Sumenep ini masih sangat berpotensi menghasilkan hasil tangkapan ikan yang maksimal. Sebut saja kepiting, kakap, bandeng laut, cakalang, cumi-cumi dan kerapu. surabaya post online

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim