Wacana Pemekaran Provinsi Jawa Timur

ilustrasi: culas.blogspot.com

Bupati Jember MZA Djalal mewacanakan pembentukan provinsi baru di Jawa Timur. Pemekaran provinsi itu meliputi kabupaten yang berada di kawasan tapal kuda.

Wacana pemekaran Provisi Jawa Timur ini dikemukakan Djalal dalam sidang paripurna pengesahan 4 Perda di Gedung DPRD Jember.

Wacana Djalal itu dikemukakan menanggapi kritik dari Fraksi Partai Demokrat yang meminta Pemkab Jember untuk melakukan sharing pengetahuan dengan kabupaten tetangga, dalam membangun Jember.

“Kalau kita memang punya keberanian, jangan tanggung. Kita bentuk Provinsi Jawa Timur bagian timur. Why Not (kenapa tidak, red)? Terserah nanti apa namanya, apakah provinsi Tawang Alun, Provinsi Blambangan, atau Provinsi Pendalungan,” kata Djalal, langsung disambut aplaus peserta sidang.

Menurut Djalal, Provinsi Jawa Timur sekarang ini terlalu gemuk. Penduduk Jawa Timur sendiri sudah mencapai 40 juta jiwa. “Jadi bukan sesuatu yang salah jika ada wacana proninsi baru di Jawa Timur. Ayo, saya siap untuk diajak diskusi masalah ini,” lanjutnya.

Djalal menegaskan, wacana pembentukan provinsi baru bukan untuk menimbulkan polemik. Beberapa bulan yang lalu, lanjut Djalal, di Kalimantan ada pembentukan provinsi baru, yakni Kalimantan Utara. “Jadi tidak ada yang salah jika di Jawa Timur dibentuk provinsi baru,” tambahnya.

Ditemui wartawan usai sidang paripurna, Djalal mengaku ide pembentukan provinsi baru dimaksudkan agar roda pembangunan di kawasan tapalkuda bisa lebih cepat. Djalal mencontohkan pemekaran Provinsi Jawa Barat.

“Ketika ada pemekaran di sana dan ada Provinsi Banten, keduanya bisa sama-sama maju,” katanya.

Yang diperlukan, sambung Djalal, adalah kearifan dari pemerintah pusat maupun pemerintah Jawa Timur sendiri. “Kemajuan yang kita persepsikan, bukan kemajuan wilayah, tapi kemajuan masyarakat,” tandasnya.

Mengenai infrastruktur, Djalal menilai akan berkembang seiringan. “Bahkan mungkin akan berjalan lebih cepat, lebih running well. Yang tepenting kan masih di wilayah NKRI,” katanya.

Wilayah provinsi baru yang diusulkan Djalal, meliputi Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi. “Itu minimalnya ya. Untuk ibukota provinsinya terserah, apakah di Probolinggo, apakah di Banyuwangi, silakan tidak ada persoalan,” pungkasnya. detiksurabaya.com

29 Komentar Pembaca

  1. Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi apa mau di satukan
    Tanya dulu k Pemimpin daerah masing-masing beserta warganya, kalau perlu dengan sensus sekalian. Cuma saran buat Pak MZA Djalal

  2. kpn terelaisasikan jdi propinsi bru

  3. Saya sangat setuju Jawa Timur di mekarkan. Jawa Timur wilayahnya sangat luas dan penduduknya sangat padat.

  4. Tidak perlu pemekaran itu di wujudkan,karna akan banyak memerlukan biaya.
    Lebih baik kita berkerja & berdoa agar menjadi pribadi yg mandiri.

  5. Orang gila jabatan baru menjabat aja berani mengusulkan pemisahan/pemekaran… apalagi kalau jadi gubernur pasti ingin memisahkan diri dari NKRI krena alasan wilayah terlalu luas sehingga nanti bisa jadi presiden ,dasar orang gila jabatan tak ada jiwa nasionalisme sedikitpun

  6. seharusnya jangan cuma ada wacana propinsi baru,juga ada kota/kabupaten yang dimekarkan,contoh=kota tulungagung,kota sidoarjo/kota jombang

  7. Wacana Provinsi Madura juga gak kalah keren, semoga cepat terealisasikan (y)

  8. Wuih provinsi baru, bagus juga, mngkin pasuruan jga diikutkan namanya Provinsi Tapalkuda atau provinsi Jawamadu (jawa-madura) karena orangnya jawa n bahasanya madura,… hehehehe
    Ibu kotanya : idealnya Probolinggo/Jember/banyuwangi

  9. Kalo menurut analisaku, Jawa timur bagian timur tdk perlu dipisahkan menjadi provinsi sendiri, karena pemprov di Surabaya masih mampu mengurus keseluruhan wilayah provinsi Jawa Timur yg skrg ada beserta jumlah penduduknya yg terbilang banyak. Lagi pula kebudayaan masyarakat di tapal kuda masih tdk beda jauh dng budaya masyarakat jawa timur secara keseluruhan. Saya khawatir nanti provinsi baru yg terbentuk akan bernasib seperti prov. banten yg malah tdk bisa mensejahterakan rakyatnya, malahan disana banyak korupsinya. Kalo pak Djalal mencontohkan pemekaran prov. Kalimantan Utara, itu wajar karena utk meningkatkan pelayanan dan distribusi pendapatan kpd masyarakat di perbatasan Indonesia – Malaysia.

    • tapi pak jalal hebat juga ya hehe bisa wacanakan pemekaran di daerahnya.. saluut juga dah

  10. Aah daerah tapa kuda gak perlu lah menjadi provinsi sendiri dan memisahkan diri dari jatim, lebih baik pemekaran kab/kota saja seperti kota banyuwangi, kab banyuwangi, kab banyuwangi selatan, kota genteng, kab banyuwangi utara :-) juga kota jember tuh yang sudah kayak kota metropolitan hehe.. ngenes banget liat komennya bung epeh..

  11. Ahhh…. itu samasekali bukan murni ide-nya pak Djalal… yg bener wacana pemekaran itu awalnya adalah idenya pak Syamsul Hadi Siswoyo

    • Siapapun yang punya ide, Pak Jalal maupun Pak Syamsul Hadi Siswoyo, beliau – beliau adalah negarawan yang hebat, termasuk Pak Izmahud juga hebat, salam kenal.

  12. JANGAN TAKU TAKUTI RAKYAT DENGAN PAD YANG KECIL, SUDAH SAATNYA PEMEKARAN PROPINSI, AGAR TAK TERKONSENTRASI DI PANTURA SAJA KUE PEMBANGUNAN, SUNGGUH LEBIH 60 TAHUN MERDEKA TERKESAN BAGIAN SELATAN JAUH TERTINGGAL INFRA STRUKTUR DAN SARANA YANG LAIN !

    • SAYA SETUJU DENGAN PAK DADANG, BILA TIDAK PERCAYA SILAHKAN STUDY BANDING KE PROVINSI BANTEN, BANDINGKAN KETIKA MASIH MENGINDUK DENGAN PROVINSI JABAR DENGAN SEKARANG YANG BERDIRI SENDIRI MENJADI PROV. BANTEN

  13. Menurut saya Jawa Timur ini masyarakatnya sudah damai, aman dan amat sangat makmur sekali, justru kita harus bersyukur dengan Tidak adanya pemekaran di Jawa Timur justru ini membuktikan bahwa Pemerintah bisa mengayomi masyarakat dengan baik. dengan adanya pemekaran wilayah tidak menjamin masyarakatnya maju.. mending mari kita Do’akan Pemimpin kita baik di tingkat Provinsi/kab/kota semoga diberi kesehatan. saya yakin jika beliau2 bersatu, Jawa Timur pasti JAYA. ” Bersatu kita Teguh, Bercerai kita Runtuh “.

  14. Yang masuk Wilayah Tapal Kuda saja seperti Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi

  15. yang lebih mendesak itu pemekaran kabupaten jember, salah satunya terlihat di kec sumber baru jauh dari pembangunan infrastruktur (jalan), disana sini masih banyak jalan berlubang bahkan aspalnya sampai hilang (tinggal batunya) dan ini dibiarkan selama bertahun2. kabupaten JEMBER KOTA BARAT (jember KOBAR) adalah jawabannya yang meliputi kec tanggul, sumberbaru, semboro, umbulsari, jombang, kencong, dan bangsalsari. “BERSATU UNTUK JEMBER KOBAR”

    • Begini, pemekaran daerah bukanlah solusi utama utk mengatasi permasalah pembangunan infrastrukutur, melainkan itu adalah solusi terakhir/solusi yg benar* alternatif. Karena jika akan memekarkan suatu daerah, maka harus dipikirkan pula dana anggaran utk biaya pemerintahan daerah tersebut. Karena jika semakin banyak daerah yg dimekarkan, maka akan semakin banyak pula beban keuangan pemerintah pusat dalam pembiayaan kegiatan pemerintahan daerah* tsb. yg dimekarkan. Maka solusi terbaik utk mengatasi pembangunan infrastruktur tsb. adalah pemkab Jember harus lebih memperhatikan lagi pembangunan infrastruktur di wilayah Jember barat, sehingga tdk perlu dilakukan pemekaran kab. Jember.

  16. Pada dasarnya tujuan dari pemekaran adalah sarana utama mendekatkan pelayanan dengan cepat, mudah dan tidak berbelit – belit, sebagai putra asli banyuwangi sangat mengharapkan kepada yang mulia yang duduk di Eksekutif dan Legislatif untuk segera mewujudkan, mari kita tangkap kuota yang diberikan Pemerintah Pusat yaitu jawa timur yang mungkin akan mendapatkan kuota menjadi pemekaran 3 Provinsi dan 17 Kabupaten Kota, Jangan takut dengan kekurangan anggaran Belanja Daerah, karena kita dapat ibaratkan ketika akan berumah tangga pasti kita akan berpisah dengan orang tua dan kita yakin dengan bekal sdm yang luar biasa kita akan mampu berdikari dan bahkan mampu melebihi orang tua kita.

  17. Mending bapak bangun dulu itu kab. Jember, klo dipaksa untuk dimekarkan, takutnya Nanti nasibnya bakalan sama kayak kota jember yang dulu ya pak.

  18. Jangan terlalu apreori dulu dengan pemekaran, apakah sedulur sedoyo pernah tinggal didaerah pemekaran…? kenapa harus dimekarkan suatu daerah itu ? jawabannya kulo putro Banyuwangi asli saat ini tinggal didaerah Pemekaran ( Prov. Kaltara ) sebelum dimekarkan wilayah kaltara adalah wilayah yang tertinggal kemudian dengan usia yang baru menginjak 2 tahun setengan telah banyak prestasi yang dicapai, yang jelas lebih baik dari ketika bergabung dengan provinsi Kaltim, Mengapa Jatim harus di mekarkan ? Sederek kulo yang tinggal di ujung desa banyuwangi kecamatan tegaldlimo hanya sedikit tersentuh pembangunan, jalanan rusak, bahkan untuk sekedar mencari ATM Bank aja tidak ada, disini Pemekaran itu diperlukan dengan alasan CAKUPAN GEOGRAFIS YANG TERLALU LUAS, Ketertinggalan Pembangunan, Kurangnya Fasilitas Publik, dengan adanya, jangan takut tidakpunya anggaran justru sebaliknya, dengan adanya ( DOB ) Daerah Otonom Baru maka kita akan memiliki Dana Alokasi Umum ( DAU ) , Dana Alokasi Khusus (DAK) membukan peluang kerja, kemudian memunculkan elit baru di DPRD, dan tak kalah pentingnya akan meningkatkan eksistensi Identitas Lokal.

  19. Menurut saya, Saya setuju kalau PROVINSI JAWA TIMUR ganti nama dan sistem pemerintahan daerahnya bernama “JATIMURAN/JAWATIMURAN” merupakan singkatan dari suku bangsa asli daerah (JAwa Tengger osIng MadURa baweAN), serta menjadi daerah otonomi Khusus, sehingga Diantara DATI 1 Provinsi dan DATI 2 Kabupaten/Kota ada DIVISI yang menjadi DATI 2 dan DATI 3nya adalah Kabupaten Kota, DIVISI JATIMURAN Barat : Ngawi,Ponorogo.Pacitan,Madiun,Magetan,Bojonegoro, Tuban,Nganjuk,Kediri,Trenggalek,Tulungagung,dan Blitar (Budaya Mataraman/Jawa Tengahan). DIVISI JATIMURAN Timur/Tenggara : Malang,Batu,Pasuruan,Probolinggo,Lumajang,Jember,Banyuwangi,Situbondo, dan Bondowoso (Karesidenan Malang & Besuki) terdiri Suku Jawa, Tengger, Madura, Osing, Pendalungan. Ibukota Lumajang karena terletak di tengah-tengah selain itu Lumajang (bekas ibukota majapahit timur/Lamajang Tigang Njuru”juru Lamajang,Juru Besuki,Juru Blambangan” + malang Raya + JawaMadu”Pasuruan&Probolinggo”). DIVISI GERBANGKERTOSUSILA/Surabaya Raya : Gresik,Jombang,Mojokerto,Surabaya,Sidoarjo,Lamongan, (Konsep Suroboyoan) seperti Halnya JABODETABEK di Jawa Bagian Barat. DIVISI KEPULAUAN MADURA : Bangkalan,Sampang,Pamekasan,Sumenep,Kangean(Pemekaran). “Suku Bangsa Asli Madura” Selain itu Saya ingin Desa Saya (JOKARTO) berpisah dari Kecamatan Induk (TEMPEH), karena dalam hal keamanan Sangat Rawan Begal, selain Itu Desa Saya Sangat Strategis Berbatasan Langsung dengan 6 Kecamatan Berbeda (Tempeh,Pasirian,Candipuro,Pasrujambe,Senduro,Sumbersuko) di Kabupaten Lumajang, Jikapun Kecamatan Jokarto terwujud akan terdiri dari: Desa Jokarto(Pusat Kecamatan), Desa Pulo, Desa Gesang, Desa Besuk, Desa Kaliputih(Pemekaran Desa Nguter), Desa Tumpeng, Desa Karanganom, Desa Purworejo, Desa Purwosono, Desa Sentul, Desa Klumprit (Pemekaran Desa Sumbersuko) Kabupaten Lumajang. Selain dalam Hal Wilayah Strategis, Juga Unggul dari Sektor Seni,Budaya, (event Karanaval Tahunan walaupun sederhana tetapi Sangat Meriah”Jokarto Gesang Pulo Tumpeng”) dan Sektor Pariwisata bahkan Kerajinannya (Emas,Perak,Anyam,Bordir). Pada Sektor Akses Jalan Desa Jokarto dapat Diajadikan Jalan Alternatif Tercepat antara 6 Kecamatan bahkan Dari pusat Kota (Ibukota Kabupaten), karena Masih Banyaknya Lahan Kosong “Persawahan” sehingga dapat dibangun JALAN TOL Tercepat Dari Lumajang MENUJU Pronojiwo kemudian Ke Kabupaten Malang.

  20. Daripada pemekaran provinsi jatim,sebaiknya pemekaran kabupaten atau kota,,sebaiknya lumajang dimekarkan menjadi kota lumajang dan kabupaten lumajang,kota lumajang meliputi kecamatan lumajang,kecamatan sukodono dan kecamatan sumbersuko,sedangkan ibukota kabupaten lumajang ada dikecamatan pasirian (sama kyak ibukota kabupaten malang yg berada dikepanjen) dengan gtu masyarakat lumajang khusus nya daerah selatan bisa lebih maju,skrg masih tertinggal dibandingkan lumajang bagian utara karena merupakan jalur utama probolinggo-jember

  21. Menurut aku, Kabupaten Lumajang adalah Kabupaten Bersejarah dari segi pada Zaman majapahit maupun masa kolonial, Lebih Baik Dimekarkan Menjadi Kabupaten Lumajang (beribukota di Kecamatan Tempeh) dan Kota Lumajang (ibukota Kecamatan Lumajang), Jika Kabupaten Lumajang beribukota di Pasirian, kasihan Kecamatan Ranuyoso, Randuagung, dan Jatiroto karena Kejauhan dalam hal mengurus pemerintahan kecamatan ke pusat kabupaten, Jika Tarik lurus pada Peta Kecamatan Berada di Tengah2 Kabupaten Lumajang bagian Selatan, Disisi lain pada Jaman Penjajahan Belanda, Kabupaten Lumajang Terdiri Dari 4 Kecamatan yaitu:1. Kecamatan Lumajang (Lumajang,Sukodono, Padang,Sumbersuko,Tekung,Yosowilangun), 2.Kecamatan Tempeh(Tempeh, Pasirian,Kunir,Candipuro,Pronojiwo,Tempursari), 3.Kecamatan Ranu Lemongan(Klakah,Ranuyoso,Kedungjajang,Jatiroto,Rowokangkung), 4. Kecamatan Senduro(Senduro,Pasrujambe,Gucialit).

    Untuk Kabupaten Jember kan Berarti Luas, maka Lebih Baik dimekarkan menjadi Kabupaten Jember dan Kabupaten Puger, Karena Puger memiliki sejarah tersendiri pada zaman penjajahan belanda, Kabupaten Puger Terdiri dari(Puger,Gumukmas,Kencong,Jombang,Sumberbaru,Tanggul,Bangalsari,Umbulsari,Wuluhan,Ambulu)beribukota di Kecamatan Puger, Sisanya tetap Ikut Kabupaten Jember.

    Untuk Kabupaten Banyuwangi, Sebaiknya di Mekarkan Menjadi Kabupaten Banyuwangi dan Kota Banyuwangi, karena bersejarah Kerajaan Blambangan, maka Kabupaten Banyuwangi Beribukota di Kecamatan Genteng.

    Kabupaten Malang, Seharusnya dimekarkan menjadi 2, yaitu Kabupaten Malang(Bagian Selatan beribukota tetap di Kepanjen pengaruh Kanjuruhan), Kabupaten Malang Sari (Bagian Utara beribukota di Singosari pengaruh Kerajaan Singosari)

    Untuk Kabupaten Bojonegoro, Dimekarkan Menjadi Kab.Bojonegoro dan Kab.Bojpnegoro Barat.

    Berdasarkan Pemikiran Saya, Provinsi Jawa Timur sangat tidak perlu dimekarkan, Lebih Baik NamaResmi nya diganti Jawa Timur & Madura (JATIMURA) agar daerah lain menyebut jawa timur bukan hanya pulau jawa bagian timur tetapi termasuk kepulauan madura.

    Jawa Timur itu Hebat terdiri dari 5 Suku Asli, Jawa, Madura, tengger, Osing, Bawean, oh ya Satu Lagi di Pedalaman Bojonegoro saya lupa, Jadi ada 6 Suku, seperti Miniatur Indonesia, apalagi Jawa Timur Banyak Sejarahnya, maka Kita Sebagai Rakyat Provinsi Jawa Timur Harus Bersatu, demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merdeka!!!

    Untuk Bondowoso,Situbondo, dan Sisa Kabupaten/Kota di Jawa Timur dan Madura belum perlu ada pemekaran.

  22. Lebih baik lumajang dilakukan pemekaran jadi kota lumajang dan kabupaten lumajang,ibukota kabupatennya di pasirian,karena secara secara fisik pasirian paling siap dan memenuhi syarat,

  23. Pemekaran cuma ambisi segelintir elit politik di daerah untuk menambah kekuasaan. Yang paling tepat menurut saya adalah penggabungan wilayah ke dalam wilayah pusat daerah terdekat. Contoh: Kecamatan Dau, Singosari, Lawang, Pakis, dan karangploso di kabupaten malang saat ini dimasukkan wilayah kota malang. Karena selain lebih dekat dengan kota malang juga untuk menambah wilayah kota malan yang relatif tidak luas. Sehingga pembangunan lebih bisa menyatu. Demikian juga untuk kecamata pujon di kabupaten malang bisa masuk ke kota Batu. Dengan demikian pembangunan bisa lebih efektif. Pelayanan publik bisa maksimal. Jangan latah dengan pembentukan kabupaten baru. Itu sama sekali tidak efektif dan hanya membebani anggaran negara. Elit politik di kecamatan-kecamatan tersebut sebaikknya memikirkan yg terbaik untuk masyarakat. Berkacalah dari wilayah banten yang menurut saya gagal karena ambisi elit politik daerah.

  24. Mungkin Provinsi Madura bisa dimekarkan…

    Untuk Jawa Timur daratan, lebih baik hidupkan Pemerintahan Karesidenan, tidak perlu dimekarkan lagi…

  25. Saya orang banten saya ga ada kepentingan pribadi apalagi untuk jabatan jelas saya ga mikirin, yang jelas pemekaran bukan keinginan segelintir elit tapi keinginan rakyat yang ingin berubah ingin merasakan lebih sejahtera lebih mudah dan cepat dalam pelayanan publik, banten mungkin awalnya terseok2 tapi sekarang sudah lebih baik dan kami lebih mandiri berpisah dari jabar memiliki jati diri sendiri.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim