Penderita Gangguan Jiwa di Kediri Meningkat

ilustrasi: poskota.com

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Jawa Timur menemukan 15 orang penderita gangguan jiwa baru. Mereka berasal dari keluarga ekonomi lemah dan lingkungan yang tidak sehat.
“Jumlah penderita gangguan jiwa terus bertambah. Sesuai temuan kami, ada peningkatan sekitar 15 persen,” ujar Sekretaris Dinkes Kota Kediri, dr. Fauzan Adhima.
Dokter kesehatan tim sepakbola Persik Kediri itu enggan membeberkan jumlah pasti penderita gangguan jiwa di Kota Kediri. Tetapi ia menyebut,ada penambahan dalam setiap tahunnya.
Beberapa faktor yang menyebabkan penambahan penderita gangguan jiwa. Diantaranya, jelas Fauzan, karena tingkat stres berlebihan, dan faktor keturunan. Para penderita baru, katanya, mayoritas berasal dari keluarga miskin. Mereka juga dari lingkungan yang tidak sehat.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinkes setempat membuat berbagai macam program. Antara lain, memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat, menggalakkan pola hidup sehat, dan memberikan penyadarakan untuk senantiasa meningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Perkembangan perkotaan juga mempengaruhi kondisi kejiwaan masyarakat. Perkembangan perkotaan masuk dalam ketegori faktor sosial kemasyarakatan,” terang Fauzan.
Dinkes, imbuhnya, selain melakukan berbagai macam program tersebut juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar melakukan konsultasi kesehatan baik ke rumah sakit, maupun tenaga medis. “Masyarakat bisa melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan seperti perawat, dokter umum. Mereka mumpuni dalam masalah itu, karena sudah dibekali tentang pengetahuan tersebut,” pungkasnya.poskota.com

Komentar Pembaca

  1. Semoga ada solusi terbaik untuk mencegah hal seperti ini,
    terima kasih sudah berbagi dengan kami, sangat menambah wawasan baru.

    ijin share di Jelly Gamat Ungaran

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim