Jatim Alami Inflasi 0,02%

ilustrasi

Laju Indeks Harga Konsumsi (IHK) atau inflasi Jawa Timur pada bulan September 2012 tercatat mencapai 0,02%. Terjadinya inflasi di Jatim ini akibat besarnya dorongan inflasi yang terjadi di Malang. Sementara beberapa kota lainnya justru mengalami deflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)Jatim, Irlan Indrocahyo mengatakan, dari tujuh kota yang menjadi indikator IHK di Jatim, hanya Malang yang mengalami inflasi. Sementara enam kota lainnya mengalami deflasi. “Karena dorongan inflasi di Malang yang cukup besar, maka Jatim terkerek mengalami inflasi. Padahal enam kota lainnya justru mengalami deflasi,” ujar Irlan Indrocahyo di Surabaya, Senin (1/10/2012).

Pada bulan September, lanjutnya, Malang mengalami inflasi sebesar 0,52%. Sedangkan Sumenep mengalami deflasi tertinggi mencapai 0,56%, disusul Probolinggo 0,52%, Madiun 0,15%, Surabaya 0,04%. Deflasi terendah terjadi di Jember dan Kediri yang mencapai

Adapun secara umum, inflasi disebabkan oleh adanya kenaikan berbagai kelompok konsumsi. Kelompok sandang misalnya, mengalami kenaikan sebesar 2,50%, kelompok pendidikan dan rekreasi naik 1,05%, makanan jadi naik 0,31%, kesehatan naik 0,26%. Sementara kelompok bahan makanan justru turun 0,85% dan kelompok transportasi turun 0,69%.

“Ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga cukup besar, diantaranya harga emas perhiasan, biaya pendidikan SLTA dan SD, tempe, jeruk, mie, rokok kretek filter dan wortel,” ujarnya.

Data BPS menunjukkan, harga emas perhiasan turun 6% dari Rp390.000 per gram. Di bulan Agustis menjadi Rp413.000 per gram di September. Biaya pendidikan SLTA naik 2,7% dari Rp220.000 menjadi Rp225.500. Harga tempe naik 2%, dari Rp6.700 per kilogram menjadi Rp8.900 per kilogram. Dan harga wortel naik 12% dari Rp6.850 per kilogram menjadi Rp7.700 per kilogram.

“Adapun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga di bulan September diantaranya adalah ongkos angkutan antar kota, daging ayam ras, kereta api, telur ayam ras, bawang putih, kelapa dan kayu balokan,” ujarnya.

Untuk jasa angkutan antar kota misalnya, turun 14%, dari Rp72.600 menjadi Rp60.000, daging ayam ras turun 6% dari Rp28.750 per kilogram menjadi Rp27.000 per kilogram. Tiket kereta api juga mengalami penurunan 7% dari Rp131.000 menjadi Rp120.000.

“Besaran inflasi di bulan September 2012 ini adalah terkecil kedua sepanjang 9 tahun. Terkecil pertama terjadi pada September 2004 yang mengalami deflasi 0,19%,” katanya.

Kecilnya angka inflasi tersebut, karena pengaruh musim. Pada tahun ini, lebaran tidak terjadi di bulan September, namun terjadi di bulan Agustus.

Sementara laju inflasi kumulatif Jatim Januari hingga September tercatat mencapai 3,55% dan laju inflasi year on year (yoy) Jatim pada September 2012 dibanding September 2012 mencapai 4,51%. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2020. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim