Ratusan Warga di Malang Rebutan Air Bersih

ilsutrasi: kompas.com

Ratusan warga di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur antre dalam pembagian air minum yang diberikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Rabu (26/9/2012) siang. Warga di desa tersebut sudah sejak Juli lalu mengalami kekeringan dan krisis air bersih. Tak hanya itu, air uantuk kebutuhan tanaman pun tidak ada sehingga terpaksa mereka biarkan tanaman itu mati kekeringan.

Pihak PMI Kabupaten Malang memberikan bantuan air minum secara langsung dengan mendatangi warga setempat. Saat tangki air dari PMI tiba di rumah seorang warga, tanpa disuruh, ratusan warga langsung menyerbu tangki air dengan membawa jeriken.

“Tolong jerikennya dijejer dengan tertib. Jangan rebutan,” ujar petugas PMI memberitahukan pada warga.

Namun imbauan petugas PMI itu tidak digubris. Warga malah rebutan menaruh jeriken di depan tangki agar lebih dulu mendapatkan air.

Salah seorang warga, Sri Wahyudi (26) mengatakan, sudah sejak Juli lalu dia dan warga lain di Desa Wonorejo mengalami krisis air bersih akibat kekeringan.

“Air minum dan untuk memasak tidak ada. Tanaman mati semua, karena tak ada air. Baru sekarang ada bantuan air ke sini. Sebelumnya harus ambil di sumur tetangga desa sebelah. Jauh dari sini. Warga harus jalan kaki,” aku Sri.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Wonorejo Jun Eko Rakhmad, yang ditemui Kompas.com di lokasi pembagian air mengatakan, krisis air di Desa Wonorejo sudah berlangsung sejak Juli lalu. “Setelah mengajukan bantuan air minum ke Kabupaten Malang, baru sekarang terpenuhi,” aku Eko.

Eko berharap, Pemerintah Kabupaten Malang terus memberikan bantuan air minum untuk warga di Desa Wonorejo, minimal dua hari sekali.

“Di desa ini sama sekali tak ada air. Total KK (kepala keluarga, red) yang krisis air sebanyak 350 KK. Sedangkan warga di sini ada 1970 KK. Memang ada tandong, tapi kosong semua,” katanya.

Selain tandong yang sudah kosong, sumur milik warga juga kering. “Ada sebagian yang tidak kering. Tapi satu sumur hanya berdebit 2,5 liter. “Selama ini sumur itu yang dipakai sekitar 350 KK, dengan cara bergiliran dalam dua hari sekali,” kata Eko.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang Mudji Utomo mengatakan, air yang didistribusikan ke Desa Wonorejo sebanyak 10.000 liter. “Isi tangki air sebanyak 5000 liter. Untuk hari ini ada 10.000 liter,” kata Mudji.

Pengiriman air ke warga Wonorejo ini, menurut Mudi, sesuai dengan permintaan yang masuk ke Kabupaten Malang. “Selama ini baru satu desa yang minta pengiriman air. Desa lain belum ada. Pada Februari lalu, pihak PMI, sudah pernah mendistribusikan air di desa setempat. Program ini dilakukan secara bergantian. Yakni oleh Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD), PMI, PDAM dan Cipta Karya,” katanya. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim