Selasa, 2 September 2014

Pemerintah Genjot Jumlah SPBG di Jatim

ilustrasi

Guna mendorong program konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG), pemerintah terus berupaya memperbanyak jumlah stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) di sejumlah daerah.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita Herawati Legowo mengatakan, pembangunan SPBG yang didanai anggaran belanja negara ditargetkan mulai beroperasi pada 2013.

“Selain di Jakarta, kami berharap tahun ini juga SPBG di Jawa Timur bisa bertambah. Tahun lalu di Palembang sudah selesai,” kata Evita di Jakarta.

Evita mengatakan, pengadaan stasiun pengisian gas dari APBN ini akan dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).

Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto memperkirakan stasiun pengisian gas yang akan siap beroperasi sampai akhir 2012 adalah satu unit yang didanai oleh Pertamina.

“Yang dari APBN kami usahakan secepatnya. Tapi kalau lihat timeline-nya, mungkin akan mundur ke 2013,” kata Hari ketika ditemui di Indonesia International Automotive Conference “Low Carbon Emission Mobility” di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta.

Hari mengatakan, penggunaan dana APBN membutuhkan birokrasi yang panjang dan bisa menyebabkan proyek mundur. Hari mengatakan proses pembangunan stasiun pengisian gas hanya membutuhkan waktu sekitar 4 bulan, di luar urusan pembebasan lahan. “Proyek bisa saja mundur karena birokrasi. Supaya lebih fleksibel, kami ikut berpartisipasi,” kata Hari.

Pertamina sendiri menjanjikan pada 10 Desember 2012 akan ada satu stasiun pengisian di Jakarta yang siap beroperasi. Selain itu Pertamina terbuka jika pihak swasta ingin terlibat dalam program konversi dengan membangun SPBG. “Ini sebenarnya terserah pemerintah, memang sebaiknya swasta diikutsertakan,” kata Pertamina.

Peraturan Presiden No 64 Tahun 2012 menugaskan Pertamina menyediakan dan mendistribusikan BBG compressed natural gas (CNG) sampai akhir 2013. Pertamina ditugaskan menyediakan 33 stasiun pengisian dengan dana sebesar Rp 2,1 triliun dari APBN. Jumlah ini akan terdiri dari 5 mother station, 9 daughter station, 14 SPBG online, dan 5 mobile refueling station. kabarbinis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2014. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim