Krisis Air Bersih di Jombang Status Waspada

ilustrasi: dikonews.com

Krisis air bersih yang melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini memasuki status waspada. Setidaknya ada 10 desa dari 34 desa di enam kecamatan yang mengalami kekurangan air cukup parah. Sementara Pemerintah Kabupaten Jombang mengaku sudah menganggarkan dana sebesar Rp 1 miliar.

Empat kecamatan itu antara lain Ploso, Ngusikan, Kabuh dan Kecamatan Plandaan. Kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih ini mengakibatkan ribuan warga mengonsumsi air kotor yang diambil dari bekas galian air sungai kering. Bahkan untuk mendapatkan satu ember air, warga juga berjalan sepanjang tiga kilometer dan antre selama berjam-jam menunggu sumber air keluar.

Air akan digunakan untuk keperluan mandi, mencuci, dan memasak. Sebab bantuan pemerintah berupa dropping air selalu tak cukup untuk keperluan sehari-hari. Sebab hanya dijatah 10 liter per kepala rumah tangga untuk dua hari.

Rencananya dana Rp 1 miliar akan digunakan untuk membeli air bersih dan kompensasi lahan persawahan yang mengalami gagal panen. CBN

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim