Situs Kota Mojopahit Andalan LIPI

ilustrasi: hopertime.wordpress.com

Jumlah kunjungan wisatawan (destinasi) beberapa obyek wisata andalan di Indonesia menurun. Bahkan kunjungan wisatawan tidak bisa mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Pariwisata dan Perekonomian Kreatif.

Kondisi ini membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian terhadap kondisi obyek wisata, khususnya dalam hal manajemen dan pengelolaan obyek wisata andalan di Indonesia.

Tiga obyek wisata yang akan di teliti dan menjadi acuan dalam hal model pengelolaan obyek wisata di Indonesia adalah obyek wisata yang menyangkut pelestarian budaya peninggalan sejarah dunia atau Culture of Heritage.

Ketiga obyek wisata itu adalah Candi Borobudur di Magelang, Jateng, Situs Kesultanan Banten Lama dan Situs Pusat Kota Majapahit Trowulan, Jawa Timur.

“LIPI tahun lalu sempat meneliti soal bahasa yang punah di Indonesia. Tahun ini kami melakukan penelitian terkait pelestarian kebudayaan culture heritage. Penelitian ini bukan pada ke pelestarian fisik semata. Namun, obyek wisata peninggalan budaya dalam kaitan dengan proses interaksi sosial di sekitar obyek wisata berada,” ujar Peneliti LIPI Dedi Supriadi Adhuri kepada merdeka.com Senin(24/9) di sela-sela penelitian di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jateng.

Penelitian di masing-masing obyek wisata dilakukan oleh dua orang peneliti yang akan mengungkap segala persoalan terkait pengelolaan, manajemen dan hubungan masyarakat sekitar dengan stake holder pengelola obyek wisata yang menjadi obyek penelitian.

“Kami akan melakukan pemetaan hubungan, interaksi dari berbagai pihak yang terkait di tiga obyek wisata itu. Sifat penelitian independen dan akan menjadi laporan dan rekomendasi ke dua kementerian yaitu Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif serta Kementerian Kebudayaan,” jelas Peneliti Puslit Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) LIPI ini.

Penelitian akan berlangsung selama kurun waktu dua tahun lebih. Hasil penelitian itu akan menjadi materi untuk dua kementerian melakukan proses evaluasi dan penyusunan program kerja.

Baik program kerja untuk kinerja di dunia wisata maupun program kerja dalam hal pendidikan masyarakat terkait obyek peninggalan sejarah warisan dunia

“Hasil rekomendasi berupa segala sesuatu terkait bagaimana pengelolaan budaya, cagar alam dengan baik. Serta hubungan pengelola obyek wisata dengan pengelola masyarakat sekitar yang mau tidak mau harus dilibatkan dan ikut terlibat dalam pengelolaan,” pungkasnya. merdeka.com

Komentar Pembaca

  1. kami mengharap rencana restorasi situs trowulan segera terealisasi dengan harapan peninggalan2 yang ada bisa diwujudkan kembali untuk warisan generasi mendatang bahwa kita pernah jadi bangsa besar.

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim