Komuter Gagal, Pemkot Malang Siapkan 20 Bus Sekolah

ilustrasi : kompas.com

Setelah rencana pengadaan kereta komuter gagal dioperasikan di wilayah Kota/Kabupaten Malang, Jawa Timur akibat dua kali gagal uji coba, kini Pemerintah Kota Malang mengganti dengan pengadaan bus sekolah. Sebanyak 20 unit bus sekolah disediakan untuk mengantisipasi kemacetan yang sudah lama menimpa kota pendidikan itu.

Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Peni Suparto saat ditemui wartawan usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Dinoyo Mall di wilayah Lowokwaru, Kota Malang, Senin (10/9/2012).

“Komuter gagal dioperasikan. Karena sudah dua kali uji coba selalu gagal. Makanya, kita ganti dengan mengoperasikan bus sekolah untuk mengurai kemacetan di Kota Malang,” aku Peni.

Menurut Peni, saat ini Pemkot Malang sudah mendapatkan 20 unit bus dari Dirjen Perhubungan Darat.

“Sebenarnya bus tersebut digunakan sebagai alternatif angkutan umum. Namun, karena dikhawatirkan terjadi gesekan dengan angkutan kota, maka bus itu dialihkan menjadi bus sekolah,” katanya.

Rencana awal, lanjut Peni, bus sekolah itu sebagai angkutan masal agar mengurangi kemacetan. Tetapi pihak Pemkot Malang khawatir kalau nantinya ada protes dari pihak angkutan umum yang sudah lama beroperasi. “Karenanya, dialihkan untuk bus sekolah. Bus itu khusus para siswa sekolah di Kota Malang. Jadi, siswa sekarang sudah punya bus sendiri. Tak usah pakai angkutan umum,” katanya.

Dengan bantuan 20 bus sekolah itu, Pemkot Malang berencana akan membangun 100 halte untuk bus sekolah. “Lokasinya tak jauh dari beberapa sekolah yang ada di Kota Malang. Untuk pembangunan halte nantinya pemkot akan kerjasama dengan pihak swasta agar tidak membebani APBD,” jelasnya.

Peni menambahkan, pihaknya juga mempersilakan pada beberapa perusahaan apapun yang ingin membantu membuatkan halte, demi kenyamanan para siswa di Kota Malang.

“Kami sangat bangga kalau ada pihak lain yang membangunkan halte demi kebaikan para generasi masa depan,” katanya lantas tersenyum.

Ditanya kapan bus sekolah akan direalisasikan, politisi dari PDIP itu mengaku, belum bisa dipastikan. Pasalnya, masih akan mengajukan rencana itu ke DPRD Kota Malang.

“Dalam waktu dekat akan segera diajukan ke dewan. Semoga bisa segera terealisasi agar kemacetan juga segera teratasi,” harapnya. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim