Kembangkan Posdaya dalam Tempo Tiga Bulan

ilustrasi: nevi-irwan.com

Wali Kota Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Risma Harini, mencanangkan bakal mengembangkan pos pemberdayaan keluarga (posdaya) hanya dalam tempo tiga bulan. Pencanangan itu disebutkannya dalam acara Semanggi, yang digelar Yayasan Damandiri dan TVRI Surabaya, di kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya.
Pada acara yang bertajuk “Ada Posdaya di Surabaya” itu, Wali Kota Surabaya merasa yakin, posdaya bisa berkembang di Surabaya karena dukungan jajaran pemerintahannya. “Saya mempunyai jajaran yang bagus dan sangat mendukung, dari mulai camat sampai ke dinas. Jadi, saya rasa, dalam tiga bulan ke depan posdaya sudah akan berkembang,” tuturnya.
Memang diakuinya, memberdayakan masyarakat tidak semudah memperindah kota. Dijabarkannya, membuat Surabaya kota yang bersih, indah, dan nyaman itu sangat mudah. Pasalnya, semua itu menyangkut infrastruktur secara fisik.
Namun, menurutnya, memberdayakan masyarakat menyangkut masalah kebiasaan, budaya, tingkah laku, serta pola pikir tidaklah mudah. “Mengubah semua itu tentunya tidaklah mudah. Misalnya, mengubah pola pikir individu menjadi penuh gotong royong. Atau, mengubah tingkah laku seseorang untuk menjadi pekerja keras. Itu tentunya tidak akan mudah,” tuturnya.
Walau begitu, dia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin. Baginya, menyejahterakan masyarakat Kota Surabaya merupakan harga mati. Untuk itu, dia mengatakan akan melakukan apa pun demi kesejahteraan masyarakat kotanya.
Posdaya, menurut Wali Kota Surabaya, merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Tidak hanya itu, keberadaan dan pembentukan posdaya diharapkannya juga mampu meningkatkan kualitas keluarga di Surabaya.
Pada kesempatan itu, Ketua Yayasan Damandiri Prof Dr Haryono Suyono yang memandu acara itu mengemukakan, sebuah pemberdayaan bisa dilakukan dengan menyegarkan kembali budaya gotong royong di masyarakat. Masyarakat, menurutnya, harus diajar kembali untuk saling peduli dengan sesama.
Di hadapan para kader, para camat, para mahasiswa, serta ratusan penonton dari berbagai kalangan lain yang hadir dalam acara tersebut, Haryono juga mengingatkan, dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, juga tidak terlepas dari budaya gotong royong.
“Jangan sampai upaya peningkatan perekonomian dilakukan melalui persaingan antarusaha dengan tidak sehat,” kata mantan Menko Kesra dan Taskin itu.
Untuk itu, menurutnya, dalam upaya mengembangkan posdaya perlu diperhatikan empat komponen yang lebih dulu dikembangkan. Utamanya adalah pengembangan budaya hidup gotong royong, lalu pendidikan. “Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah,” ucapnya. suarakarya online

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim