Infrastruktur Siap, Jatim Lari Lebih Kencang

ilustrasi

Kinerja perekonomian Jawa Timur (Jatim) yang cukup gemilang dipastikan akan menjadi bidikan kalangan pengusaha dalam dan luar negeri. Pada masa mendatang, Jatim diyakini akan menjadi tujuan investasi.

Untuk itu, saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersama seluruh pihak terkait sudah melakukan antisipasi dengan mempersiapkan berbagai fasilitas infrastruktur yang dibutuhkan. Mulai dari pelabuhan, jalan hingga bandar udara bertaraf internasional.

Menurut Gubernur Jatim, Soekarwo, berbagai fasilitas infrastruktur saat ini sudah mulai dibangun atau diperbaiki. Pembangunan Pelabuhan Multipurpose Teluk Lamong misalnya, akan selesai pada 2013. Jika itu sudah beroperasi, maka kapal kontainer yang bisa masuk bukan hanya yang berkapasitas 50.000 DWT hingga 60.000 DWT, kapal dengan bobot 150.000 DWT juga akan mampu bersandar di sana.

Selain itu, beberapa pelabuhan yang lain, seperti pelabuhan di Brondong Lamongan, Tanjung Tembaga Probolinggo, dan pelabuhan Banyuwangi juga akan segera diperbaiki. Pembangunan jalan double track Surabaya-Jakarta sudah mulai dilaksanakan dan double track Malang-Jakarta juga telah disepakati. Sementara itu, Bandara Abdurrahman Saleh juga telah disetujui oleh Menteri Perhubungan untuk dijadikan Bandara Internasional.

“Tinggal satu run way saja yang ada di Bandara Juanda yang belum ada kepastian. Jika seluruhnya selesai, Jatim akan semakin menarik bagi investor,” ujar Soekarwo saat acara Buka Puasa Bersama Gubernur, Kadin Jatim, dan Forum Pimpinan Daerah Jawa Timur beserta anak yatim di Grha Kadin Jatim, Surabaya.

Soekarwo mengungkapkan, kinerja sektor ekonomi Jatim di semester I/2012 cukup bagus. Khusus untuk pertumbuhan industri pengolahan Jatim pertumbuhannya mencapai 6,49%, di atas rerata nasional yang hanya 5,5%. Ini menjadi nilai tambah bagi kehidupan on farm petani, di mana sebelumnya petani hanya bisa menjual produk mereka dalam kondisi mentah, kini sudah beranjak lebih baik dengan melakukan pengolahan.

“Walaupun secara umum neraca perdagangan kita dengan berbagai negara mengalami defisit, ekspor antarpulau kita cukup besar, lebih besar dibanding impor kita dari luar pulau, sehingga secara keseluruhan, neraca perdagangan kita tetap mengalami surplus,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, realisasi ekspor Jatim ke berbagai negara selama semester I/2012 mencapai Rp108 triliun sementara impor mencapai Rp110 triliun. Namun ekspor Jatim ke berbagai daerah realisasinya cukup besar, mencapai Rp141 triliun sementara impor antar pulau hanya dikisaran Rp113 triliun. Sehingga secara keseluruhan, neraca perdagangan Jatim masih mengalami surplus Rp24,6 triliun.

“Agar kinerja ekspor dengan luar negeri bagus, maka kami berupaya mencari pasar ekspor baru. Yang cukup potensial saat ini adalah Korea, Taiwan, dan China. Tapi kalau China saya ingin masuk Shanghai dan bukan di Beijing,” ujarnya.

Sementara untuk sektor investasi juga dalam kondisi yang sama. Bahkan untuk investasi PMDN non fasilitas, pertumbuhannya cukup besar dibanding tahun lalu. Jika sepanjang 2011 realisasinya mencapai Rp70 triliun per tahun, maka di tahun ini dalam waktu 6 bulan realisasinya sudah mencapai Rp40 triliun.

“Ini menunjukkan, masyarakat pengusaha Jatim kian berkembang pesat dan gencar melakukan investasi di segala bidang. Dan saya yakin, ke depan Jatim akan bertambah baik,” tegasnya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim