Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Sumenep Melalui Ternak Sapi

ilustrasi: m.mediaindonesia.com

Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya, dari sektor ternak sapi, untuk menjaga kelestarian dan geliat para peternak yakni dengan menggelar kontes sapi ternak.

Wakil Bupati Sumenep, Sungkono Sidik mengatakan, sektor peternakan telah menunjukan ketangguhannya dalam menghadapi situasi krisis. Kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa peternakan adalah komoditas yang sangat produktif.

“Melalui kontes sapi, para peternak akan menumbuhkan geliatnya. Sebab, ke depan sektor peternakan merupakan potensi baru yang akan mampu bersaing dengan sektor lain,” kata Sungkono, dalam sambutan pembukaan kontes ternak tahun 2012 di lapangan Kecamatan Bluto Sumenep.

Menurutnya, patut disyukuri dan dijaga atas ditetapkannya Pulau Sapudi Sumenep, sebagai pusat pelestarian dan pemurnian sapi Madura serta ternak lokal. Jika mengacu pada potensi Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, baik pelestarian maupun pengembangannya sangat menunjang terhadap suksesnya percepatan swasembada daging dan kerbau (PSDSK) tahun 2014 yang merupakan salah satu program utama Kementerian Pertanian RI.

“Jawa Timur merupakan pemasok kebutuhan sapi potong terbesar di Indonesia, dan 30 persennya berasal dari Madura. Di Sumenep sendiri, populasi sapi potong mencapai 357.000 ekor yang merupakan sapi potong terbesar di Madura,” terangnya.

Namun, hal tersebut perlu diwaspadai, sebab akhir-akhir ini terjadi trend permintaan daging yang makin meningkat. Jika tidak diantisipasi, maka dikuatirkan populasi dapi Madura akan ikut berkurang. Hal ini, harus diantisipasi melalui upaya peningkatan produktifitas dan reproduksi ternak. “Dengan kontes ternak ini, harus mampu mendorong tumbuhnya partispasi masyarakat untuk mensukseskan sektor peternakan di masa mendatang,” ujarnya.

Menurut dia, sektor peternakan sebagai industri biologis mencakup 4 komponen yakni, peternak sebagau sukyek. Artinya, harus ditingkatkan keterampilan dan kesejehteraannya.

Kedua, ternak sebagai obyek, yakni harus dibudidayakan dan ditingkatkan produktifitasnya. Ketiga, lahan dan lingkungan sebagai basis ekologi budidaya. Harus dilestarikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Keempat, teknologi sebagai alat, juga perlu ditingkatkan dan dikembangkan. “Melalui kontes ternak tidak hanya meningkatkan harga sapi, namun sekaligus menambah semangat peternak,” ungkapnya.

Menurut dia, untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah Kabupaten Sumenep, akan dan telah mengeluarkan kebijakan antara lain, perbaikan infrastuktur dan sarana prasarana peternakan yang akan dicapai melalui pengembangan pembibitan ternak.

Selain itu, pengaktifan kelompok tani atau gapoktan yang akan dicapai melalui pendampingan terhadap peternak. Dan peningkatan sumber daya manusia yang akan dilakukan dengan pelatihan. “Fasilitas pembiayaan sarana peternakan melalui penyediaan dana penguatan modal usaha kelompok, juga akan menjadi kebijakan pemerintah,” tandasnya. suarabaya Post online

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim