Buah dan Sayur Impor Cuma Transit di Tanjung Perak

ilustrasi: kompas.com

Impor produk sayur dan buah atau holtikultura melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya resmi diberlakukan mulai 19 Juni mendatang.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengimbau agar petani tidak terlalu cemas karena barang dari luar negeri itu hanya transit dan tidak akan mencemari pasar holtikultura di Jatim.

Soekarwo menegaskan, Pemprov Jatim sudah membentuk tim pemantau bersama berbagai pihak termasuk kepolisian untuk mengawasi lalu lintas produk holtikultura itu. ”Surabaya hanya sebagai tempat, tim pemantau akan mengawasinya dengan ekstra,” katanya.

Sebelumnya menurutnya, Jawa Timur memang menolak dengan tegas rencana impor itu karena akan mengancam produk petani lokal. Namun, setelah pemerintah pusat menegaskan hanya untuk transit, maka pihaknya mempersilahkan asal dengan pengawasan yang ekstra ketat.

”Selain khawatir mengancam pasar produk lokal, penolakan juga atas kekhawatiran berpindahnya penyakit pengganggu tumbuhan ke Jatim,” tambahnya.

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 dan 16 tahun 2012 Pusat memutuskan mengalihkan seluruh impor sayur dan buah-buahan (hortikultura) lewat empat pintu, yaitu Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Makassar, dan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang per April mendatang.

Hal itu dilakukan karena pintu masuk di Pelabuhan Tanjung Priuk yang biasa digunakan sudah overload dan sudah tidak efektif lagi. Menurut data Kementerian Pertanian, dalam sehari setidaknya sekitar 1.000 – 1.500 kontainer produk impor hewan dan tumbuhan yang masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Dari jumlah itu 10 persennya, yakni 100-150 kontainer adalah produk sayur dan buah. Volume impor sayur dan buah tercatat juga terus naik. Pada 2010 sebanyak 1,2 juta ton, sementara pada 2011 mencapai 1,6 juta ton. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim