PTPN X Serius Kelola Limbah Pabrik

ilustrasi: kabarbisnis.com

PT Perkebunan Nusantara X menginvestasikan dana pengelolaan limbah sebesar Rp14,9 miliar sejak tahun lalu. Dana itu termasuk untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan spray pond dengan sistem baru untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup pabrik gula (PG).

Sekretaris Perusahaan PTPN X M. Cholidi mengatakan, dengan IPAL sistem baru tersebut, pengelolaan limbah menjadi lebih bagus. Berbeda dengan model IPAL yang lama, IPAL anyar ini menggunakan blower.

Menurut dia, PG selalu mengutamakan pengelolaan limbah agar tidak merugikan publik. “Kami serius menangani limbah karena ini juga berkaitan dengan keberlanjutan produksi pabrik. Jika masalah limbah bisa ditangani, kami bisa fokus menggenjot produksi gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Cholidi.

Selain IPAL, PG juga berinvestasi dengan membeli spray pond. Alat ini berfungsi untuk mendinginkan air jatuhan kondensor sekaligus untuk mendegradasi kandungan organik yang terlarut pada limbah. Jadi ketika air sisa pengolahan gula masuk ke sungai, keadaannya sudah dingin. “Kami menaati aturan Badan Lingkungan Hidup bahwa air yang masuk ke sungai tak boleh dalam keadaan panas,” kata dia.

Dia menambahkan, memang masih ada sedikit masalah limbah yang dihadapi PG. Misalnya ketika mesin IPAL rusak seperti yang sempat terjadi di PG Gempolkrep, Mojokerto, sehingga sempat menimbulkan limbah. “Jika mesin rusak, pengelolaan limbah tak maksimal. Ketika mesin IPAL rusak, kami langsung menghentikan produksi gula. Jadi jika mungkin ada masalah limbah, itu hanya sementara,” jelasnya.

Khusus untuk PG Gempolkrep, investasi IPAL mencapai Rp4,4 miliar dengan sistem blower injektor untuk memaksimalkan oksigen ke dalam air sehingga proses penguraian limbah berjalan lebih cepat.

PTPN X, sambung dia, juga mendorong PG untuk menjaga inhouse keeping agar efisiensi pabrik meningkat. Hasilnya, kinerja pabrik terus meningkat, yang ditunjukkan dengan tingkat rendemen 8. “Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam kunjungan ke PG Gempolkrep tiga pekan lalu juga puas karena kondisi pabrik yang prima dan bersih. Kehilangan pol kita sangat kecil. Peluang terbuang juga rendah,” jelasnya.

Secara rutin, lanjut Cholidi, pihak PG melakukan pengawasan terhadap pengelolaan limbah. “Bagi PG, pengelolaan limbah yang baik sangat menentukan kondisi PG secara keseluruhan. Karena itu kami serius mengelola limbah sesuai aturan dan prinsip keberlanjutan lingkungan,” tuturnya. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim