Delapan Langkah Jaga Ketahanan Pangan

ilustrasi

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Timur merekomendasikan delapan poin untuk menjaga ketahanan pangan di Jatim. Sekretaris TPID Jatim, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan delapan poin tersebut dimaksudkan sebagai rekomendasi kepada pemerintahan daerah dan pihak terkait untuk mendukung stabiltas harga melalui penguatan ketahanan pangan serta optimalisasi pemanfaatan informasi harga pangan strategis.

“Dari sisi fundamental, inflasi inti masih berada pada batas atas, yang didorong oleh masing tingginya ekspektas inflasi di masyarakat, meskipun secara umum kapasitas perekonomian masih mencukupi. Karenanya hasil rapat TPID merekomendasikan 8 poin untuk menjaga ketahanan pangan Jatim,” kata Hamid dalam rilis yang diterima kabarbisnis.com, Senin (21/5/2012).

Delapan rekomdenasi yang perlu ditempuhtersebut adalah Perumusan kebijakan sektoral dan harga yang mendukung peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) sehingga dapat menjadi insentif bagi pelaku usaha di sektor pertanian. Kedua, penerapan pembatasan kebijakan impor, baik secara parsial maupun menyeluruh hendaknya diimbangi dengan upaya peningkatan produktivitas komoditas lokal.Ketiga, peningkatan pengawasan alur distribusi antar pulau untuk mengurangi rembesan atau ekspor Ilegal serta penerapan ketentuan yang mewajibkan perusahaan asing yang bergerak di bidang pengadaan pangan untuk menjual sebagian atau seluruh produknya di pasar domestik.

Keempat, peningkatan pemanfaatan resi gudang untuk mengurangi fluktuasi harga antar musim. Kelima, perlunya peningkatan peran Pemerintah Daerah dalam penguasaan stok komoditas pangan penting serta penyusunan data stok pangan dan informasi harga yang akurat.

Keenam, percepatan pembangunan infrastruktur, antara lain prasarana dan sarana irigasi, jalan, pasar dan pelabuhan untuk mendorong kelancaran distribusi barang sekaligus insentif meningkatkan produksi. Ketujuh, pembatasan konversi lahan produktif dan pengurangan laju pertumbuhan penduduk.

Dan terakhir, penguatan pengelolaan ekspektasi masyarakat, khususnya yang terkait dengan administered price dalam rangka mengisolasi atau membatasi dampaknya terhadap kenaikan harga barang dan jasa lainnya.TPID Jatim juga memproyeksikan Indeks Harga Konsumen pada tujuh kota di Jatim selama bulan Mei 2012 akan berpotensi mengalami inflasi, dengan kisaran proyeksi sebesar 0,2% s/d 0,4% (mtm).

Ke depan, jika gangguan anomali cuaca masih minim dan tidak terdapat kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, inflasi tahunan Jatim diyakini akan dapat mencapai angka yang diproyeksikan yaitu 4,63% plus minus 1%. kabarbisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim