Defisit Perdagangan Luar Negeri Jatim Membengkak.

ilustrasi: bisnis.com

Defisit neraca perdagangan luar negeri Provinsi Jatim semakin melonjak menyusul kenaikan impor sepanjang Januari-Maret 2012 yang mencapai 31,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan devisit neraca perdagangan tersebut mencapai US$1,9 miliar jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2011 yang hanya tercatat US$80,6 juta.

Sepanjang Januari-Maret 2012 total nilai impor Jatim mencapai US$5,88 miliar naik 31,7% dibanding periode yang sama tahun lalu senilai US$4,46 miliar.

Sementara itu secara kumulatif nilai ekspor Jatim pada Januari-Maret 2012 hanya tembus US$3,97 miliar turun 9,2% dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu sebesar US$4,38 miliar.

Judy Purwoko Ketua Komite Tetap Pengendali Impor Kadin Jatim mengatakan meskipun pada Maret 2012 impor Jatim sudah ada tanda-tanda koreksi tetapi secara keseluruhan tetap tergolong tinggi.

Pasalnya penurunan ekspor yang mencapai 17% atau turun dari US$2,13 miliar pada Februari 2012 menjadi US$1,76 miliar pada Maret tidak diimbangi dengan kenaikan ekspor.

Bahkan pada bulan yang sama nilai ekspor Jatim baik migas maupun non migas justru turun 14% atau merosot dari US$1,47 miliar pada Februari 2012 menjadi US$1,47 miliar pada Maret 2012.

“Akan tetapi selama masih banyak barang yang diimpor itu kebutuhan bahan baku industri kalangan pengusaha tidak akan khawatir karena kondisi tersebut mengindikasikan kelangsungan industri,” ungkap Judy kepada Bisnis hari ini, Selasa 15 Mei 2012.

Namun jika tingginya impor tersebut didominasi barang konsumsi itu yang patut diwaspadai. Selama ini impor non migas Jatim didominasi kelompok komoditas mesin dan pesawat mekanik.

Pada Maret 2012 nilai impor tersebut turun 23,5% menjadi US$125,5 juta dari posisi bulan sebelumnya sebesar US164 juta.

Penurunan impor juga terjadi pada bahan baku industri plat baja. Kelompok besi dan baja ini turun dari US$123,4 juta pada Februari 2012 menjadi US$122,9 juta. Sementara impor kelompok pupuk turun 28,3%.

Sebaliknya yang menjadi pemicu tetap tingginya impor Jatim adalah kelompok bahan kimia organik yang naik signifikan yakni sebesar 74,9%.

Kelompok plastik dan barang plastik naik 17,2%. Berdasarkan catatan BPS seluruh kelompok barang tersebut memberikan kontribusi sekitar 59,7% terhadap total impor Jatim. bisnis.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2018. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim