Dubes: AS Miliki Komitmen Untuk Jatim

ilustrasi:antara.com

- Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen untuk membina hubungan dengan Provinsi Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Maluku, Papua, dan Sulawesi.

“Pembangunan kantor baru Konjen AS di Surabaya merupakan bukti komitmen itu dan kantor yang besar tapi cukup merefleksikan komitmen yang besar pula,” katanya di Surabaya.

Ia mengemukakan hal itu saat meresmikan kantor baru itu di kawasan Citra Raya, Surabaya, yang ditandai dengan atraksi Reog Ponorogo “Setro Bhakti Budaya”, pemecahan kendil, dan pemotongan pita dari rangkaian bunga.

“Alhamdulillah, (gedung) sudah selesai,” katanya dalam Bahasa Indonesia yang disambut tepuk tangan hadirin, di antaranya Gubernur Jatim Soekarwo dan Pelaksana Harian Direktur Amerika dan Eropa Kemenlu RI, M Wahid Supriyadi.

Didampingi Konsul Jenderal AS di Surabaya Kristen F Bauer, ia menjelaskan AS sudah hadir di Surabaya pada tahun 1866, lalu tahun 1918 menjadi Konsuler dan akhirnya menjadi Konjen AS sejak tahun 1990.

“Jadi, kehadiran kami di Surabaya yang sudah lama dan tahun 2012 diperjelas dengan perluasan gedung hingga 16 kali lipat lebih besar dari gedung lama, sehingga kerja sama ekonomi dan pendidikan dapat ditingkatkan,” katanya.

Bahkan, lokasi pengurusan visa juga lebih besar dan cukup serta ber-AC dengan dilengkapi ruang tunggu yang nyaman. Selain itu, ada pula ruang pusat informasi untuk mendekatkan Konjen AS dengan masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

“Untuk hubungan perdagangan pada tahun 2011 tercatat nilai 26 miliar dolar AS yakni 19 miliar dolar AS merupakan ekspor dari Indonesia ke Amerika, sedangkan 7 miliar dolar AS dari Amerika ke Indonesia,” katanya.

Menanggapi sambutan Dubes AS itu, Gubernur Jatim Soekarwo menyatakan bangunan yang lebih besar 16 kali daripada gedung lama hendaknya diikuti perluasan kerja sama 16 kali lebih besar daripada sebelumnya.

“Khusus Jatim, kerja sama ekonomi yang berlangsung pada tahun 2011 mencapai 1,5 miliar dolar AS dari Jatim ke Amerika dan 1,3 miliar dolar AS dari Amerika ke Jatim,” katanya.

Bahkan, dalam kondisi krisis di Amerika justru terjadi kerja sama perdagangan untuk tahun ini naik 258 juta dolar AS. “Karena itu, saya usul Tuan Dubes untuk merelokasi perusahaan ke Jatim agar mengatasi krisis,” katanya.

Ia menjamin kondisi Jatim dengan adanya anugerah tata pemerintahan dan pelayanan publik terbaik dari pemerintah pusat kepadanya. Antara.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2017. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim