Ratusan Warga Usir Pekerja PT Garam

ilustrasi: kompas.com

Perluasan tambak garam milik PT Garam Kabupaten Sampang, Jawa Timur, di Desa Karampon, Kecamatan Pangarengan, menuai protes dari ratusan warga desa setempat. Para pekerja yang sedang memperbaiki petak garam diusir oleh warga. Sontak, para pekerja lari tunggang-langgang.

Tidak hanya itu, warga juga mengancam akan membakar alat-alat berat milik PT Garam jika pekerjaan terus dilanjutkan. Warga yang datang ke lokasi perluasan lahan membawa bensin dan kayu sebagai bentuk keseriusan protes mereka. Warga khawatir perluasan lahan garam akan merusak lahan pertanian dan sumur warga.

“Kami minta perluasan lahan garam tidak berdekatan dengan perumahan penduduk karena mengganggu lingkungan dan sumur kami bisa asin karena serapan garam,” ungkap Mariati, warga Desa Krampon.

Puluhan aparat kepolisian dari Polsek Pangarengan berjaga-jaga karena takut aksi warga berubah brutal. Salah satu anggota polisi meminta para pekerja untuk mematikan mesin-mesin yang sedang menguruk tanah, untuk menghindari amukan massa.

Salah satu pekerja bernama Urip menyayangkan sikap warga. Pasalnya, perluasan pegaraman yang di lakukan PT Garam unit III, Kecamatan Pengarengan Sampang, untuk menambah hasil produksi garam. “Saya kira warga salah paham atas proyek PT Garam ini dan saya menduga ada orang yang menggerakkan warga,” kata Urip.

Setelah semua mesin dimatikan dan para pekerja memilih pulang ke salah satu gudang penyimpanan garam, emosi warga menurun dan pulang ke rumahnya satu per satu. Sementara itu Sunarto, Kepala PT Garam Unit III Pangarengan, tidak ada di ruang kerjanya saat didatangi sejumlah media. kompas.com

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim