Angka Kematian Ibu Makin Meningkat

ilustrasi

Angka kematian ibu (AKI) di Jawa Timur masih tinggi. Jember dan Surabaya menjadi kota yang paling banyak menyumbang AKI.

Peningkatan AKI ditunjukkan pada 2011 lalu. Budi Rahaju Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur menuturkan 47 kasus kematian ibu melahirkan terjadi di Surabaya sepanjang 2011. Sedangkan Jember menduduki posisi tertinggi sejak 2010 lalu.

Meski demikian, Budi tidak ingin tergesa-gesa menuding peristiwa medis yang menyebabkan tingginya AKI. Di balik itu, penyebab-penyebab sosial juga harus diperhatikan.

“AKI bukan semata-mata peristiwa medis, tapi juga ada sosialnya. Misalnya, dia terlambat ditangani karena menunggu suaminya,” kata Budi.

Dikatakan Budi, penyebab medis yang mengiringi kematian ibu melahirkan tidak luput dari peristiwa sosial yang melatarbelakanginya. Misal, si ibu meninggal karena kekurangan gizi. Setelah diusut, kekurangan gizi itu disebabkan karena sang suami menganggur setelah dipecat dari pekerjaannya.

Penyebab medis memang lebih mudah dideteksi. Paling banyak karena pendarahan, hipertensi dalam kehamilan, jantung dan infeksi. Sedangkan untuk menelusuri penyebab pasti tingginya AKI, Dinkes Jatim akan melibatkan ahli lintas profesi dan lintas sektor untuk mengaudit setiap kasus kematian ibu melahirkan.

Budi juga mengakui tidak meratanya penyebaran dokter spesialis di daerah-daerah juga mempengaruhi meningkatnya AKI. Sebanyak 50 persen dokter spesialis masih berada di kota-kota besar atau rumah sakit swasta. suarasurabaya.net

Tulis Komentar

Silahkan isi nama, email serta komentar Anda. Namun demikian Anda tidak perlu khawatir, email Anda tidak akan dipublikasikan. Harap gunakan bahasa atau kata-kata yang santun. Terima kasih atas partisipasi Anda.





© Copyright 2019. Bappeda Provinsi Jawa Timur. Kembali ke atas | Kontak Kami | RSS Feed
Created & Design by IT Support Bappeda Jatim